
Setelah menyelesaikan pertemuan pra-konklaf mereka ketiga, Kolese Kardinal masih belum mengumumkan tanggal konklaf untuk memilih Paus baru.
Sebaliknya, mereka menggunakan pertemuan pada 4 dan 5 Maret untuk membahas kebutuhan Gereja.
Pastor Federico Lombardi SJ, juru bicara Vatikan, seperti dilansir Catholic News Service, mengatakan pihaknya tidak bisa memberikan rincian yang spesifik dari diskusi-diskusi tersebut karena ia berpegang pada sumpah kerahasiaan untuk hanya memberikan informasi tentang hal-hal yang umum.
Dia mengatakan topik-topik dalam pertemuan 5 Maret adalah “luas dan bervariasi,” dan termasuk “kegiatan Takhta Suci dan dikasteri-dikasteri, hubungan mereka dengan para uskup, pembaruan Gereja dalam terang Konsili Vatikan II, situasi Gereja dan kebutuhan untuk evangelisasi baru di dunia, termasuk dalam situasi budaya yang berbeda.”
Dia mencatat bahwa pada akhir sesi 5 Maret, 33 kardinal “dari setiap benua” telah berbicara pada pertemuan itu, yang dihadiri oleh 148 kardinal.
Meskipun ia mengatakan para kardinal “tidak membuat keputusan” tentang awal konklaf, ada sebuah presentasi hari itu tentang modifikasi yang dibuat Paus Benediktus XVI terkait peraturan konklaf, yang memungkinkan para kardinal untuk memulai konklaf kurang dari 15 hari setelah berakhirnya sebuah kepausan.
“Saya tidak mendengar mereka mengusulkan hari khusus untuk dimulainya konklaf”, kata Pastor Lombardi, seraya menambahkan “saya percaya bahwa hal itu masih terlalu dini untuk menentukan tanggal.”
Dia juga mencatat bahwa tanggal konklaf adalah “sebuah tema yang terbuka.”
“Dewan Kardinal masih membutuhkan waktu beberapa lama karena pihaknya perlu membuat persiapan yang memadai untuk keputusan awal konklaf. Mereka tidak ingin tergesa-gesa,” tambahnya.
‘Statesman Award’ untuk Presiden SBY: Bulan di atas kuburan
Vatikan tolak klaim bahwa Paus melakukan upacara pengusiran setan
Era reformasi, intoleransi meningkat