UCAN Indonesia Catholic Church News

Prapaskah membawa perubahan di kalangan umat Katolik

07/03/2013

Prapaskah membawa perubahan di kalangan umat Katolik thumbnail

 

Masa Prapaskah di Korea, seperti halnya di tempat lain, adalah masa untuk refleksi dan pantang ketika orang Katolik mengenang sengsara dan wafat Yesus Kristus.

Umat Katolik Korea membuat komitmen menjauhkan diri dari kebiasaan atau kesenangan pribadi sebagai cara berpartisipasi secara simbolis dalam penderitaan Kristus.

Cho Sang-hyun adalah seorang yang tak bisa lepas dari kesenangannya, tapi dia mengatakan tahun ini dia memutuskan untuk menjauhi mie ramen, makanan kesukaannya, meskipun kecil, tapi cara itu dilakukan dengan ketulusan yang besar.

Cho mengajar matematika di sebuah sekolah swasta di Seoul, dan setelah hari kerja yang panjang dan jalan yang macet, ia tiba di rumah dengan rasa lapar dan sedikit waktu memasak makanan yang lengkap.

“Saya biasanya pulang pada tengah malam merasa lelah dan lapar. Pilihan terbaik dan tercepat adalah mie instan,” katanya.

Dibebani dengan jadwal kerja yang padat, Cho mengatakan bahwa selama sekitar satu dekade mie ramen telah menjadi makanan pokoknya dan rasanya lebih enak dan gampang dari yang lain.

Tapi, makanan populer ini telah bukan lagi menjadi kebiasaan, dan ketika ia memilih pantang untuk masa Prapaskah, ia ingin memilih mie ramen.

“Sementara ngobrol dengan teman-teman Gereja saya, saya bertanya-tanya bagaimana menghabiskan masa Prapaskah tahun ini agar lebih bermakna.”

Baginya, mie ramen adalah pilihannya untuk berpantang, meskipun sedikit pengorbanan tapi dilakukan dengan niat tulus.

Bagi warga Korea lain, masa Prapaskah menjadi kesempatan mengakhiri kebiasaan buruk yang terasa sulit dilepaskan pada waktu-waktu sebelumnya.

James Park Sang-jin, 35, mengatakan dia sudah merokok selama 15 tahun. Dia mengatakan tahun ini dia memutuskan untuk menggunakan Prapaskah sebagai cara untuk berhenti merokok.

“Saya berpikir bahwa Prapaskah tahun ini akan memberikan kesempatan yang lebih istimewa bagi saya untuk berhenti merokok. Saya tahu itu sulit. Mungkin itu akan menjadi hal tersulit yang pernah saya alami,” katanya.

“Saya ingin melakukannya demi bayi saya, yang akan lahir pada Mei. Dan kali ini, saya percaya dengan bantuan Yesus ‘selama masa khusus ini.”

Kecanduan itu tidak mudah untuk dilepaskan, kata Park, namun ia sekarang berubah berkat doanya untuk menolak godaan tersebut.

Prapaskah juga merupakan masa bagi seorang umat Katolik lain yang membuat komitmennya menghadiri Misa-misa di gereja.

Monica Lee Ji-youn mengatakan bahwa gaya hidup yang sibuk dan komitmen pada keluarga sering membuatnya tidak menghadiri Misa hari Minggu, dan dia memutuskan untuk melakukannya.

“Setelah saya bekerja di kantor sepanjang minggu dan menjalankan pekerjaan rumah tangga pada akhir pekan, saya sering merasa terlalu lelah untuk ikut Misa pada hari Minggu. Sekarang Misa itu telah menjadi hal yang biasa,” katanya.

“Sejak Prapaskah ini, saya menghadiri Misa Minggu guna memperteguh iman saya.”

Pastor Bernard Park Dong-jin, pastor paroki di Hyehwa, mengatakan cara untuk berpantang tergantung pada pilihan, tetapi niat yang penting.

“Ini adalah praktek yang baik bagi umat beriman untuk mempersembahkan sesuatu yang mereka cintai untuk melewati masa Prapaskah secara bermakna,” katanya.

“Prapaskah adalah masa untuk bertobat, berdoa, bermatiraga. Jika umat beriman berpantang dari kebiasaan yang dicintai sambil mengenang sengsara Kristus dan berdoa kepada Allah untuk menerima niat mereka, Prapaskah akan menjadi masa yang penuh rahmat.”

Namun, dia menambahkan bahwa bagi orang yang mencoba untuk menghentikan kebiasaan buruk, ini bukan hanya soal pantang tapi membuat perubahan berarti dalam kehidupan seseorang.

Kegemaran Cho akan mie ramen  memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupannya.

Dia telah menggantikan mie ramen dengan lalap sederhana.

“Sebagai laki-laki singel, saya melakukan sesuatu yang mudah dan nyaman. Sekarang saya harus mencuci sayur dan mengambil waktu ekstra untuk menyiapkan makanan saya,” katanya.

Kini ia menyantap makanan yang lebih sehat, meskipun ia harus bekerja ekstra. Dan itu telah menambahkan dimensi lain dengan pengorbanan Prapaskah.

“Tentu saja, pekerjaan ekstra ini menjengkelkan, tapi saya memutuskan untuk melakukannya sebagai bagian dari pengorbanan saya.”

Dan itu tampaknya akan mendapat berkat.

“Saya telah kehilangan berat dua kilogram hanya dalam waktu dua pekan. Saya akan mencoba untuk menjaga ini bahkan setelah Paskah. Tapi, saya juga akan kehilangan mie ramen.”

Sumber: A different approach, but the goal is the same

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Romo Magnis: Pemeluk agama tak sama dengan pendukung bola
  2. Kehadiran minoritas harus memberi arti bagi mayoritas
  3. Tanggapan Gereja Katolik Asia terhadap Laudato si' dalam mengatasi perubahan iklim
  4. Umat Katolik di Tiongkok desak bebaskan uskup lansia yang sakit dan lama dipenjara
  5. TV María akan menampilkan acara untuk anak-anak, orang muda
  6. Kardinal Hong Kong: Ia tidak diundang ke Sinode tentang Keluarga
  7. Cendikiawan Muslim: Pemerintah harus mengambil langkah pemblokiran situs radikal
  8. Para uskup AS belajar isu migran di Malaysia
  9. Sekolah di Timor Leste masih berjuang dengan kebutuhan dasar
  10. Warga masih trauma dan derita fisik akibat perang saudara selama 26 tahun
  1. Renungan Minggu Biasa XXIII bersama Pastor Bill Grimm
  2. Dua Kardinal Hong Kong berbeda pendapat terkait pembicaraan Vatikan-Tiongkok
  3. Umat Katolik menyerukan kanonisasi mantan uskup agung Dhaka
  4. OMK Kamboja dan Laos rayakan Hari Kaum Muda pertama
  5. Pembangunan katedral bersejarah di Singapura masih butuh dana
  6. Umat Katolik Paroki Santa Clara merindukan gereja
  7. Sekolah di Timor Leste masih berjuang dengan kebutuhan dasar
  8. Gereja Katolik dukung aksi mogok nasional pekerja di India
  9. Gereja: UU Ras dan Agama Myanmar bisa menimbulkan perpecahan
  10. Cendikiawan Muslim: Pemerintah harus mengambil langkah pemblokiran situs radikal
  1. Mungkin ada agenda politik tersembunyi di balik FUI itu.......
    Said Yohanes Seandy Sunjoko on 2015-09-05 07:45:00
  2. Kapan Tiongkok itu jadi negera yang normal - sehat lahir batin?...
    Said on 2015-09-03 08:54:00
  3. Tentu saja kesibukan sebatas Liturgi - Altar, perlu diimbangi dengan ketegasan p...
    Said sani@ on 2015-08-21 11:51:00
  4. Silahkan baca di teks ini selengkapnya...terima kasih.. http://www.mirifica.net...
    Said on 2015-08-19 14:30:00
  5. “Dalam perjalanan ke depan, Gereja Katolik memandang bahwa pemerintah dan para p...
    Said kristiadjirahardjo on 2015-08-17 10:55:00
  6. Undangan kepada Bapa Suci dr Menag unt berkunjung ke Indonesia,tentu sangat meng...
    Said tarcisius fenfat on 2015-08-15 10:51:00
  7. Menuju keteraturan......
    Said on 2015-08-14 16:46:00
  8. Baik sekali kalau Bpk Menteri kunjung ke Vatikan.....
    Said on 2015-08-14 16:45:00
  9. Salut kepada menteri agama t ksi atas upayanya utk mengundang bp paus franciskus...
    Said Eduardus on 2015-08-13 13:29:00
  10. Roma 10:9: Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan...
    Said mietiaw69 on 2015-07-29 14:34:00
UCAN India Books Online