UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Siswi Pakistan diunggulkan Sabet Nobel Perdamaian

07/03/2013

Siswi Pakistan diunggulkan Sabet Nobel Perdamaian thumbnail

 

Seorang siswi Pakistan, yang ditembak di kepalanya oleh kelompok Taliban karena memperjuangkan pendidikan untuk anak-anak perempuan, diunggulkan meraih medali perdamaian Nobel.

Malala Yousufzai, warga Pakistan berusia 15 tahun telah menjadi lambang internasional atas penolakan terhadap upaya Taliban meminggirkan perempuan dari dunia pendidikan dan hak asasi lainnya.

“Peraih termuda mungkin berusia antara 15-30 tahun, perlu ketangguhan bagi mereka untuk menanganinya,” kata kepala Institut Peneliti Perdamaian Oslo, Kristian Berg Harpviken mengenai langkah kerja panitia Nobel.

Pegiat perdamaian dan hak kaum perempuan asal Yaman, Tawakol Karman merupakan penerima Nobel termuda, mendapat medali itu tahun 2011 ketika berusia 32 tahun.

Unggulan peraih Nobel tahun ini antara lain pemimpin Myanmar dan Kolumbia. Presiden Kolumbia Juan Manuel Santos masuk dalam daftar unggulan atas usahanya yang terus menerus untuk menghentikan konflik yang berlangsung hampir setengah abad dengan kelompok gerilya FARC, demikian pula pemimpin Myanmar Thein Sein, pemimpin peralihan dari gaya diktator di negeri itu, demikian panitia pertimbangan Nobel.

Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton sekali lagi ada kemungkinan menjadi calon penerima Nobel atas jasa-jasanya dalam kegiatan amal.

Namun demikian, penyanyi punk rock Rusia Pussy Riot, yang mendapat ketenaran internasional karena dipenjara akibat pertunjukan “Punk Prayer” yang menentang Presiden Vladimir Putin di Katedral Moskow, tidak terlihat dalam daftar itu.

Panitia Nobel Norwegia, yang akan mengumumkan keputusanya pada 12 Oktober, menampung sejumlah unggulan penerima penghargaan ini. “Penghargaan ini masih mendapat perhatian dan dianggap penting,” kata direkturnya Geir Lundestad, seperti dilansir metrotvnews.com.

Panitia Nobel dipimpin mantan Perdana Menteri Norwegia Torbjoern Jagland, mendapat sorotan dan protes pada beberapa tahun terakhir karena memberikan penghargaan kepada Uni Eropa dan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama.

Harpviken mengatakan tidak akan memilih sosok yang konvensional seperti pegiat perdamaian dan demokrasi hanya karena keputusan seperti itu pada waktu lalu dipertanyakan.

“Mereka akan memilih kandidat yang mempunyai integritas moral yang tinggi, sosok yang mendunia,” kata Harpviken yang memasukkan Yousufzai sebagai unggulannya.

Penghargaan perdamaian ini merupakan salah satu dari lima anugerah yang diberikan oleh lembaga Alfred Nobel, penemu dan industrialis Swedia dan didedikasikan kepada siapapun yang telah melakukan perbuatan terbaik untuk persaudaraan antar bangsa, peniadaan atau pengurangan militer serta mereka yang mendorong terwujudnya perdamaian.

Medali itu pertama kali dianugerahkan tahun 1901 disertai uang tunai delapan juta Krone atau sekitar 1,24 juta dolar AS. Penyerahan hadiah dilakukan setiap 10 Desember sebagai peringatan hari kematian Alfred Nobel.

Hingga batas akhir pekan lalu panitia menerima 259 unggulan termasuk 50 organisasi, jumlah yang lebih banyak dari rekor tahun 2011 sebanyak 241 calon.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Paus: Umat Katolik tidak perlu berkembang biak 'seperti kelinci'
  2. Menjadi minoritas yang bermakna
  3. Menag: Indonesia mayoritas Islam, tapi bukan negara Islam
  4. Paus mengakui korupsi dalam Gereja
  5. Tiongkok kirim pesan menyusul Paus menetapkan pertemuan dengan Dalai Lama
  6. Paus mengatakan ia ingin mengunjungi Tiongkok
  7. Walikota Bogor segera membalas surat Dewan Gereja Dunia terkait GKI Yasmin
  8. Paus ralat kembali komentar 'kelinci', memuji keluarga besar
  9. Terkait GKI Yasmin, Dewan Gereja Dunia surati walikota Bogor
  10. Euforia terhadap Paus Fransiskus cepat memudar di zona topan
  1. Menteri Anies kunjungi gereja di Ambon, pertama kali berdiri di mimbar gereja
  2. Tiongkok akan melanjutkan pentahbisan uskup ilegal
  3. Tunawisma ditarik dari jalan-jalan, disembunyikan di penginapan mewah selama kunjungan Paus
  4. Sebuah provinsi di Tiongkok luncurkan kampanye melawan praktek takhayul
  5. Jaringan Islam Liberal: Charlie Hebdo tidak anti-Islam
  6. Mantan staf Karitas dan PBB di Jepang memilih jadi biarawati
  7. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  8. Pekan Persatuan Umat Kristiani diadakan di Hong Kong
  9. Pembelaan Barat terhadap ‘Charlie Hebdo’ jadi kekhawatiran Muslim moderat Asia
  10. Tiongkok kirim pesan menyusul Paus menetapkan pertemuan dengan Dalai Lama
  1. Boleh saja melarang jika di tempat publik, tetapi jaminlah kalau perayaan diadak...
    Said on 2015-01-14 07:48:00
  2. Saya selalu beranggapan bahwa kecelakaan tidak perlu terjadi... Bahwasanya terja...
    Said on 2015-01-14 07:44:00
  3. Alangkah indahnya nanti kalau ada pemimpin baik.. semoga terus demikian....
    Said on 2015-01-14 07:30:00
  4. Aceh lain sifatnya dari Indonesia pada umumnya.. Kita prihatin nasib perempuan t...
    Said on 2015-01-14 07:17:00
  5. Mudah2an semacam ensiklik juga ditujukan untuk Indonesia, walaupun kaum Kristen-...
    Said on 2015-01-14 07:06:00
  6. Perjalanannya masih panjang di Aceh.....
    Said on 2015-01-09 05:46:00
  7. Baik sekali kalau dalam TNI tidak membedakan perayaan Nasrani - yang hadir semua...
    Said on 2015-01-09 05:44:00
  8. Like...
    Said Yohanes Seandy Sunjoko on 2014-12-21 10:11:00
  9. Mestinya yang mengajar, ya mengajar yang baik. Janganlah di khotbah pada waktu ...
    Said on 2014-12-18 07:06:00
  10. iya, iya, baiklah... tenaga dalam saja, jangan senjata. ..Banser kan artinya ba...
    Said on 2014-12-18 07:03:00
UCAN India Books Online