UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Australia dan tujuh LSM Indonesia dukung pemberdayaan perempuan miskin

08/03/2013

Australia dan tujuh LSM Indonesia dukung pemberdayaan perempuan miskin thumbnail

 

Indonesia telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam memperbaiki kesejahteraan masyarakatnya, namun perempuan miskin di Indonesia masih menghadapi berbagai masalah-masalah serius.

Sehari sebelum Hari Perempuan Sedunia tanggal 8 Maret, Australia berkumpul bersama dengan tujuh LSM Indonesia dan sebuah organisasi internasional untuk membahas masalah-masalah yang dihadapi oleh perempuan Indonesia dan berbagai cara untuk bekerjasama.

Australia melalui program AusAID dan Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan (MAMPU) telah mendukung penelitian di lima area kunci yang mempengaruhi kehidupan perempuan Indonesia: kesehatan seksual dan reproduksi, kondisi yang dihadapi pekerja migran perempuan di luar negeri, akses ke program-program perlindungan sosial pemerintah, akses ke lapangan kerja dan diskriminasi di tempat kerja serta kekerasan terhadap perempuan.

Australia bermitra dengan organisasi-organisasi masyarakat madani untuk bekerja menuju pengurangan kemiskinan, terutama untuk perempuan.

Program ini akan bekerjasama dengan mitra-mitra lokal di berbagai daerah untuk meningkatkan mata pencaharian dan akses ke pelayanan public untuk perempuan miskin.

Program ini bekerjasama dengan Komnas Perempuan, Migrant Care, International Labour Organisation (ILO), Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), Koalisi Perempuan Indonesia, Kapal Perempuan, Aisiyah dan Yayasan Bakti.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty, mengatakan Australia berkomitmen untuk meningkatkan peluang dan kesejahteraan perempuan Indonesia.

“Program bantuan Australia mengakui kesetaraan gender sebagai bagian integral dari pembangunan yang efektif dan berkelanjutan,” ujar Duta Besar Moriarty, seperti dilansir elshinta.com.

“Organisasi-organisasi ini telah berada di garis depan dalam upaya mengatasi masalah ini. Apa yang mereka lakukan sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mempengaruhi para pengambil keputusan dan melakukan advokasi untuk perubahan,” tambahnya.

 

  • donotchangemyname

    Sebenarnya perempuan Indonesia amat terampil dalam berbagai kesenian dan kerajinan tangan. Itu bidangnya.bahkan di bidang berdagang.banyak yang berhasil. Kita semua ingin melihat wujud kerja sama tersebut diatas. Asal jangan lagi lagi dijadikan pembantu rumah tangga diluar negeri…

  • Yulius siantar man

    Pendidikan moral sejak dini sngat perlu. Bnyak yg trampil tpi setelah mada muda dirusak oleh pemuda sekampung. Buat apa setelah Ibu Ibu diberdayakan, tapi bentuklah PRIBADI kaum muda pria dan wanita untuk mnghargai tubuhnya (dirinya) berikan pendidikan dn kesemptan belajar supya jgan terjebak oleh iming iming bandit berdasi dn bandit kampungan krna tak pernah sekolah. boleh berdayakan yg miskin skrng tpi wanita muda jlanan dirangkul dn diberi harapn. Penghargaan diri dn moral yang kuat mnjamin komitmen untuk berjuang mncari yg terbaik.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Waspadalah terhadap terorisme 'bersarung tangan putih', kata Paus kepada biarawati dari Tanah Suci
  2. Kanonisasi dua biarawati asal Palestina mendorong perdamaian
  3. Ratusan mahasiswa tolak transmigrasi di Kalimantan
  4. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  5. Para uskup puji Filipina menyambut pengungsi Rohingya
  6. Umat Katolik Toraja se-Jabodetabek merayakan Paskah
  7. Klerus AS desak sinode mendatang keluarkan pernyataan yang jelas dan tegas terkait ajaran Gereja
  8. Uskup Agung Samarinda ajak umat Katolik untuk terus memberikan kontribusi
  9. Perdebatan transgender di Korea Selatan mendorong para aktivis LGBT menentang Kristen
  10. Ditolak sejumlah negara Asia Tenggara, pengungsi Rohingya disambut hangat di Aceh
  1. Renungan Hari Raya Pentakosta bersama Pastor Bill Grimm
  2. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  3. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  4. Perspektif Katolik tentang perubahan iklim dan pertumbuhan ekonomi
  5. Jumlah umat Katolik kecil di Tibet mungkin dipengaruhi komunis Tiongkok
  6. Tokoh agama: hadapi pengungsi Rohingya, utamakan aspek kemanusiaan
  7. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  8. Kisah budidaya rumput laut dari Papua
  9. Indonesia dan Malaysia sepakat bantu imigran Rohingya
  10. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  1. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  2. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  3. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  4. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  5. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  6. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  7. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
  8. Raul harus cepat saja kembali... beliau sudah lansia......
    Said on 2015-05-12 07:07:00
  9. Datang dari Jakarta tentu harus bawa kado.. Lain kali ke Papua saya harap mereka...
    Said on 2015-05-12 06:58:00
  10. Ada baiknya dalam bulan Mei kita berdoa melalui Ratu Segala Bangsa, untuk perlin...
    Said on 2015-05-12 06:49:00
UCAN India Books Online