
Indonesia telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam memperbaiki kesejahteraan masyarakatnya, namun perempuan miskin di Indonesia masih menghadapi berbagai masalah-masalah serius.
Sehari sebelum Hari Perempuan Sedunia tanggal 8 Maret, Australia berkumpul bersama dengan tujuh LSM Indonesia dan sebuah organisasi internasional untuk membahas masalah-masalah yang dihadapi oleh perempuan Indonesia dan berbagai cara untuk bekerjasama.
Australia melalui program AusAID dan Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan (MAMPU) telah mendukung penelitian di lima area kunci yang mempengaruhi kehidupan perempuan Indonesia: kesehatan seksual dan reproduksi, kondisi yang dihadapi pekerja migran perempuan di luar negeri, akses ke program-program perlindungan sosial pemerintah, akses ke lapangan kerja dan diskriminasi di tempat kerja serta kekerasan terhadap perempuan.
Australia bermitra dengan organisasi-organisasi masyarakat madani untuk bekerja menuju pengurangan kemiskinan, terutama untuk perempuan.
Program ini akan bekerjasama dengan mitra-mitra lokal di berbagai daerah untuk meningkatkan mata pencaharian dan akses ke pelayanan public untuk perempuan miskin.
Program ini bekerjasama dengan Komnas Perempuan, Migrant Care, International Labour Organisation (ILO), Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), Koalisi Perempuan Indonesia, Kapal Perempuan, Aisiyah dan Yayasan Bakti.
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty, mengatakan Australia berkomitmen untuk meningkatkan peluang dan kesejahteraan perempuan Indonesia.
“Program bantuan Australia mengakui kesetaraan gender sebagai bagian integral dari pembangunan yang efektif dan berkelanjutan,” ujar Duta Besar Moriarty, seperti dilansir elshinta.com.
“Organisasi-organisasi ini telah berada di garis depan dalam upaya mengatasi masalah ini. Apa yang mereka lakukan sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mempengaruhi para pengambil keputusan dan melakukan advokasi untuk perubahan,” tambahnya.
105 tahun Kebangkitan Nasional, Krisis Budi Pekerti
Presiden sebaiknya pertimbangkan penghargaan ACF
Komnas Perempuan: 85 kasus perkosaan terjadi pada tragedi Mei 1998