UCAN Indonesia Catholic Church News
In Season and Out, Homilies for Year A

Kemenag diminta lebih proaktif terkait konflik sosial

08/03/2013

Kemenag diminta lebih proaktif terkait konflik sosial thumbnail

 

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Kementerian Agama untuk lebih proaktif merespons persoalan-persoalan kemanusiaan dan konflik sosial dengan pendekatan kemanusiaan.

Selama ini ketika ada konflik, Kementerian itu lebih banyak menyerahkan kepada instansi lain dan organisasi kemanusiaan (Ormas), kata JK, sapaan akrab Jusuf Kalla, saat memberikan ceramah pada acara laporan tahunan kehidupan keagamaan di Indonesia 2012 di Jakarta, Kamis, seperti dilansir Antara.

Pada acara itu hadir Kepala Puslitbang Kehidupan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kemenag M. Nur Kholis Setiawan, Romo Edy Purwanto, sekretaris eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Slamet Effendi Yusuf dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Asrori S.

Pada acara yang dipandu Ahmad Sjafii Mufid tersebut, JK mengatakan jajaran Kementerian Agama harus membangun kepedulian lebih luas lagi terhadap persoalan kemanusiaan. Terutama terkait jika terjadi konflik, karena persoalan kehidupan keagamaan harus dilakukan dengan pendekatan berbagai pihak.

Ia menyebut jika berbicara wilayah politik, tentu di situ akan terkait dengan keakuan. Sementara dengan wilayah agama akan berkaitan dengan solidaritas.

“Kenapa demikian, sebab jika bicara agama seseorang berani mengorbankan jiwa raganya untuk mati dan menjadi sahid. Tetapi, jika wilayah politik, hal itu nanti dulu. Alasannya, karena terkait dengan kekuasaan dan apa yang akan diperoleh kemudian,” katanya.

Ia pun melihat ada pimpinan agama terseret menjual agama dengan murah. Mengajak seseorang merusak rumah ibadah dan kemudian mendapat pahala. Termasuk mengajak membunuh seseorang. Padahal, tak satu pun ajaran agama mengajarkan membunuh masuk surga.

“Tunjukkan kepada saya, merusak dan membunuh orang dapat pahala dan masuk surga,” kata JK.

Untuk itu ia pun berharap tokoh agama tak terpancing untuk memperbesar isu yang berkembang tatkala terjadi konflik.

Kementerian Agama, lanjut dia, punya peran stategis ikut meredam konflik sosial. Bukan membicarakan persoalan keagamaan, seperti kasus Sampang dan pembangunan rumah ibadah melulu dilakukan dari hotel ke hotel.

Romo Antonius Benny Susetyo turut mengkritik kinerja Kementerian Agama. Menurutnya, Kemenag saat ini jauh melenceng dari cita-cita kemerdekaan.

Pada saat Bung Karno  mendirikan Kementerian Agama dengan tujuan menjaga persatuan bangsa, proklamator itu menjadikan Kemenag sebagai ajang dialog dan silaturahmi antar umat beragama.

Amanat Soekarno itu, ungkapnya, dijalankan oleh Menteri Agama pada waktu itu, KH Wahid Hasyim. Dia merupakan ayah dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mantan Presiden RI keempat.

“Sesudah KH Wahid Hasyim pun fungsi Kementerian Agama masih dijalankan untuk menjaga kerukunan umat beragama,” kata Romo Benny seperti dilansir Republika, Jumat (8/3).

Namun, saat ini yang terjadi adalah Kementerian Agama tidak memiliki visi yang jelas. Kementerian Agama tak ubahnya sebagai kendaraan untuk kepentingan politik partai tertentu.

“Harusnya Kementerian Agama itu harus diisi orang yang netral yang tidak punya kepentingan politik,” kata Romo Benny.

Menurut Romo Benny, Kementerian Agama harus diselamatkan segera. Yaitu, dengan mengembalikan visinya sebagai lembaga yang berperan menjaga kerukunan antar umat beragama.

 

2 Comments on "Kemenag diminta lebih proaktif terkait konflik sosial"

  1. Jenmar on Sat, 9th Mar 2013 7:42 pm 

    Semoga kritik dari pihak sendiri dapat didengar lebih jelas…

  2. bernardus wato ole on Sun, 10th Mar 2013 4:47 pm 

    Sebagai insan kementerian agama saya tersentuh dengan pernyataan romo Beny bhwa kementeian agama sudah melenceng dari tujuan berdirinya negara ini. Terimakasih atas peringatan ini Romo Beny. Semoga kami mampu mengembalikan keadaan menuju visi semula.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Doa untuk perdamaian dan persatuan di Pakistan
  2. Perdana Menteri Portugal ‘pulang’ ke Goa
  3. Bisakah perempuan berperan lebih besar dalam mengakhiri konflik di Myanmar?
  4. Presiden Duterte berterima kasih kepada Paus Fransiskus
  5. Renungan Hari Minggu Biasa III/A bersama Pastor Bill Grimm
  6. Gereja Katolik Banglades berkabung atas wafatnya imam misionaris Italia
  7. Gereja Sri Lanka menetapkan 2017 sebagai Tahun Santo Joseph Vaz
  8. Upaya terus dilakukan guna menyelamatkan orang muda Timor Leste dari HIV
  9. Tiongkok jauh dari ‘Model Vietnam’ dalam hubungan dengan Takhta Suci
  10. Katolik dan Protestan di Korea Selatan menyerukan dialog berkelanjutan
  1. begitu meriah.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-19 12:12:02
  2. Bapak Romo.Mohon Maaf Atas Kelancangan Saya, ''Mohon DOA'' Bagi Keluarga Saya, T...
    Said moseslamere on 2017-01-16 09:51:46
  3. Yang saya salut dg agama2 asli Indonesia ini adalah kedamaiannya,...
    Said Surromenggala on 2017-01-13 06:19:39
  4. mas gre,bs kah membantu kami unt perobatan istri.setelah cek lab ada gangguan gi...
    Said nehemia tumanggor on 2017-01-07 14:45:59
  5. Tragedi yang tidak tidak terbayarkan dengan kebaikan apapun.. 6000 nyawa tidak d...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-05 11:16:42
  6. Luar biasa atas kesaksian iman dari kisah 2 orang yang berbeda dengan masalah ya...
    Said Anselmus Seng Openg on 2017-01-04 13:25:40
  7. Mengapa pemerintah India tidak berupaya?...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-04 11:27:27
  8. Segala dapat diperdagangkan di China.. semuanya adalah kejam.. Hewan langka, gad...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-03 20:38:17
  9. Shalom, Bapa, sy orang kosan yg tinggal di kos rumah tua dimana sebelumnya ada ...
    Said desi on 2016-12-28 23:01:07
  10. Bentuk toleransi dengan mengikuti kegiatan agama lain. Mari kita dukung penegak...
    Said Abdul Aziz on 2016-12-24 11:19:05
UCAN India Books Online