UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Sekjen PBB: Kekerasan di Sabah harus segera diakhiri

08/03/2013

Sekjen PBB: Kekerasan di Sabah harus segera diakhiri thumbnail

 

Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon, pada Rabu, meminta Malaysia untuk mengakhiri kekerasan di Sabah karena korban tewas mencapai 40 orang menyusul penyanderaan tiga minggu oleh pendukung Sultan Sulu Jamalul Kiram III.

Ban dalam pernyataan mengatakan ia “mengungkapkan keprihatinan tentang dampak kekerasan ini adalah warga sipil, termasuk migran di wilayah itu,” seraya menambahkan bahwa sekjen PBB akan “terus mengikuti” perkembangan.

Melalui pernyataan publik pertama terkait krisis tersebut, Sekjen PBB itu menyerukan kepada semua pihak untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan dan “bertindak sesuai dengan norma-norma dan standar HAM internasional.”

Di Manila, seorang sultan menangis dan memerintahkan pengikutnya di Sabah untuk tetap dalam “posisi bertahan” saat ia mengumumkan “gencatan senjata sepihak” setelah mempelajari pernyataan PBB tersebut.

“Kami berharap bahwa Malaysia menanggapi seruan ini … untuk melakukan gencatan senjata,” kata Abraham Idjirani, juru bicara Kesultanan Sulu.

Pada Kamis, Idjirani melaporkan bahwa 10 pengikut Sultan telah tewas selama ini, 10 ditangkap, dan empat terluka di luar dari sebuah kelompok sekitar 200 orang.

Laporan-laporan bahwa para pendukung sultan menyergap, membunuh dan memutilasi polisi telah menyebabkan kemarahan di Malaysia dan mendesak Menteri Luar Negeri Filipina Albert Del Rosario mencegah “aksi teror” oleh kelompok itu.

Untuk kedua kalinya dalam pekan ini, jet tempur Malaysia terbang di atas wilayah Felda Sahabat di Sabah pada Kamis di mana para pengikut Kiram yang diyakini bersembunyi.

Laporan-laporan berita  dari Malaysia mengatakan pasukan keamanan tetap “bertahan” di seluruh wilayah itu untuk mencegah masuknya makanan dan bantuan bagi pendukung sultan.

Sebuah faksi dari Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) – sebuah kelompok gencatan senjata yang berjuang di daerah Kesultanan Sulu, pada Rabu, mengklaim telah berhasil menembus barisan angkatan laut Malaysia-Filipina di Laut Sulu untuk memperkuat pasukan sultan.

“Banyak telah menyelinap melalui aparat keamanan. Mereka mengetahui daerah itu karena mereka pernah dilatih di sana sebelumnya,” kata Muhajab Hashim, ketua Dewan Komando Islam MNLF itu.

Hashim tidak mengatakan berapa banyak pejuang MNLF telah mendarat di Sabah tapi ia melaporkan “ribuan” orang sebelumnya menyatakan ingin bergabung.

Ada laporan bahwa baik MNLF maupun sultan merasa mereka tidak dilibatkan dalam kesepakatan perundingan damai di Mindanao, di antara Front Pembebasan Islam Moro dengan pemerintah Filipina.

Sementara itu, kelompok HAM Karapatan menambahkan pihaknya mengkritik cara penanganan pemerintah atas masalah Sabah tersebut.

Sumber: Ban Ki-moon calls for end to Sabah violence

 

  • Sabahan

    3 minggu malaysia bg tempoh berunding ..di tolak oleh pengganas yg bongkak…malah membunuh anggota keselamatan tanpa belas kasian….ini bukan cara muslim…

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Musdah Mulia: Radikalisme di Indonesia dibiayai APBN
  2. Para pengungsi kecam rencana Kamboja terkait pemukiman kembali
  3. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  4. Kisah tentang penderitaan keluarga Mary Jane di Filipina
  5. Kenangan Jo Seda sang tokoh pendiri Unika Atma Jaya
  6. 10 Pelajaran Dari Kesuksesan Singapura Bersama Lee Kuan Yew
  7. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  8. Polisi India menangkap pelaku perkosaan biarawati
  9. Minggu Palma, Paus mengajak umat bersikap 'rendah hati'
  10. Ratusan tunawisma diundang Vatikan untuk makan malam dan tour ke museum
  1. Survei Setara: Satu dari 14 siswa SMA setuju ISIS
  2. Cegah radikalisme sejak rekrutmen guru
  3. Warga Tionghoa gelar pawai lilin kenang 10 tahun gempa di Nias
  4. Kisah tentang penderitaan keluarga Mary Jane di Filipina
  5. Malaysia memperkenalkan RUU Anti-Terorisme terkait pendukung ISIS
  6. Para pengungsi kecam rencana Kamboja terkait pemukiman kembali
  7. Paus Fransiskus akan hadiri Kongres Amerika Serikat
  8. Minggu Palma, Paus mengajak umat bersikap ‘rendah hati’
  9. Umat Katolik merayakan Minggu Palma dengan hikmat dan meriah
  10. Paus Fransiskus menyalami tunawisma saat kunjungan ke Kapel Sistina
  1. Online atau off-line kan sama haramnya... ?...
    Said on 2015-03-26 05:49:00
  2. Dahulu hukuman kepada anak, menulis dengan tangan beberapa ratus kali suatu kali...
    Said on 2015-03-24 07:53:00
  3. 1.mestinya tulisan ttg ajaran suatu agama perlu ada imprimatur/editing akhir seb...
    Said maryonobernardus on 2015-03-24 07:35:00
  4. Inilah harus diingat oleh pemerintah tentang hukuman mati: 1) menghukum mati seo...
    Said on 2015-03-24 07:15:00
  5. Untuk Indonesia, mengingat banyaknya krimiminalitas, serta tidak sebanyak orang ...
    Said on 2015-03-14 08:05:00
  6. Long live minister Jonan ...
    Said Ye Bambang Tri on 2015-03-14 06:55:00
  7. Menurut saya untuk Indonesia, jika benar semua agama yg sah berada di Indonesia ...
    Said Ambrosius Wahono on 2015-03-13 09:55:00
  8. Menghitung orang mati karena narkoba? Sepuluh atau limapuluh tidak ada beda - m...
    Said on 2015-03-13 07:15:00
  9. Dalam hal ini nampak bukan saja ketegasan, tetapi lebih lebih adalah kesombongan...
    Said on 2015-03-13 07:00:00
  10. Presiden ini tidak akan mampu menyelamatkan TKI dari eksekusi mati! Yang di depa...
    Said on 2015-03-13 06:43:00
UCAN India Books Online