UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Demi masa depan, orang muda Timor Leste berlomba untuk bekerja di Korea Selatan

14/03/2013

Demi masa depan, orang muda Timor Leste berlomba untuk bekerja di Korea Selatan thumbnail

 

Dengan tingkat pengangguran diperkirakan sekitar 20 persen, sejumlah orang muda dari Timor Leste mencari pekerjaan di Korea Selatan terus meningkat.

Sejak kedua negara menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pekerja Migran tahun 2009, sekitar 1.100 warga Timor Leste telah pergi bekerja di pabrik-pabrik Korea Selatan dan perusahaan perikanan.

Di antara mereka adalah Gabriel Poldis Pinto, 30, yang telah bekerja untuk sebuah perusahaan perikanan Korea Selatan di Seoul sejak Oktober 2010.

Pinto berasal dari keluarga petani berpenghasilan rendah. Ayahnya Jose, 60, mengatakan kepada ucanews.com bahwa dengan gaji bulanan Gabriel sebesar US$ 1.500, anaknya kini telah menjadi pencari nafkah keluarga dan mengubah nasib mereka.

“Kami tidak pernah mendorongnya untuk bekerja di luar negeri karena ia adalah anak sulung dari lima anak kami. Tapi, tidak ada yang lebih baik kami menawarkan dia bekerja di luar negeri untuk menjamin masa depannya,” kata Jose, seorang mantan pegawai negeri sipil yang kini telah menjadi petani setelah Timor Leste memperoleh kemerdekaan dari Indonesia.

Dari hukum adat, orang tua tidak mengizinkan anak pertama mereka bekerja jauh dari keluarga mereka, tetapi kesulitan ekonomi telah memaksa banyak anak untuk mencari nafkah di luar negeri.

Gabriel telah mengirim uang US$ 3.000 sejak mulai bekerja di Korea Selatan tiga tahun lalu. Uang tersebut digunakan untuk membeli makanan, merenovasi rumah dan biaya sekolah untuk adik-adiknya.

“Kami sering makan sekali sehari. Tapi, sekarang kami bisa makan tiga kali sehari,” tambah Jose.

Kisah sukses Pinto telah mendorong lebih banyak orang muda untuk mencari pekerjaan di Korea Selatan. Sebelum mereka berangkat ke negara itu mereka harus belajar bahasa Korea selama 6-12 bulan. Lebih dari 1.800 pemuda memimpikan kehidupan yang lebih baik saat belajar bahasa Korea di ibukota Dili.

Rosario dos Santos, 30, yang baru saja selesai belajar bahasa Korea beberapa minggu lalu, mengatakan ia telah menandatangani kontrak tiga tahun dengan perusahaan perikanan dan akan dibayar hingga US$ 1.000 per bulan. Dia dijadwalkan pergi ke Korea Selatan pada akhir Maret.

“Saya berterima kasih kepada Tuhan sehingga saya lulus kursus bahasa Korea. Bahasa ini sangat sulit untuk belajar … baik menulis maupun berbicara. Saya punya banyak teman yang belum lulus,” katanya.

Rosario mengatakan dia bercita-cita untuk bekerja di luar negeri dan meningkatkan standar hidup keluarganya.

Menurut Bae Jae-ryong, wakil direktur program bahasa Korea di Dili, orang muda dari Timor Leste bekerja dan bersikap dengan sangat baik di Korea Selatan.

“Mereka disiplin dan dapat berbicara bahasa dengan baik,” katanya.

Dia mengatakan mereka memperoleh cukup penghasilan sehingga ketika mereka menyelesaikan kontrak mereka di Korea Selatan mereka dapat memulai bisnis mereka sendiri setelah mereka kembali ke tanah air mereka.

Orang-orang muda yang bekerja di Korea Selatan akan belajar banyak hal, kata Jacinto Barros Gusmao, Direktur Jenderal Sekretaris Negara untuk Pengembangan Profesi dan Tenaga Kerja.

“Ini sebagai pelatihan. Mereka mendapatkan keterampilan baru, pengetahuan dan pengalaman serta gaji yang bagus. Ketika mereka pulang ke rumah mereka dapat menempatkan keterampilan dalam praktek dan dapat menginspirasi orang lain,” katanya.

Tahun ini, Timor Leste akan mengirim 600 orang muda ke Korea Selatan.

“Ini adalah salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk mengurangi tingkat pengangguran,” kata Gusmao.

Sumber: Young people are heading to Korea for work

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pembangunan Sekolah Tinggi Agama Khonghucu pertama di Indonesia ditolak warga
  2. Para ahli bela keputusan Paus menikahkan pasangan bermasalah
  3. Upaya Paus Fransiskus meringankan umat Katolik bercerai dan menikah lagi ditolak para kardinal
  4. Gereja Keuskupan Ruteng dan perjuangan tolak tambang
  5. Romo Hariyanto: Negara tak boleh masuk ranah teologi
  6. Tantangan orang bercerai dan Katolik
  7. Gereja pertama di Cina diberi nama Santo Yohanes Paulus II
  8. Menag: Negara tidak boleh dikalahkan oleh kelompok intoleran
  9. Para guru Santo Paulus mainkan Opera Van Saint Paul
  10. Dewan Kardinal mulai membuat draf dokumen pertama untuk reformasi Vatikan
  1. Gereja Keuskupan Ruteng dan perjuangan tolak tambang
  2. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  3. Etika Kebersamaan dalam Keberagaman
  4. Upaya Paus Fransiskus meringankan umat Katolik bercerai dan menikah lagi ditolak para kardinal
  5. Warisan Presiden SBY dalam hubungan antarumat beragama di Indonesia
  6. Soal GKI Yasmin, pemerintah akan jalankan putusan MA
  7. Menag harus miliki peta masalah umat
  8. Penyandang tunanetra menghibur para lansia di sejumlah panti jompo
  9. Dewan Kardinal mulai membuat draf dokumen pertama untuk reformasi Vatikan
  10. Tantangan orang bercerai dan Katolik
  1. Ini urusan Malaysia, tetangga dekat tetapi sangat beda dengan kita. Kita pastik...
    Said on 2014-09-06 07:54:00
  2. Apa yang terjadi dengan ditentukannya hanya ada 5 agama yang diakui? Dapatkah d...
    Said on 2014-09-06 07:46:00
  3. Pak Menteri mengatakan "sulit" dilakukan. Itu tidak sama dengan "tidak mungkin"...
    Said on 2014-09-06 07:15:00
  4. Ya memang perlu, khawatirnya yang 120 juta itu tidak mengerti untuk apa segala i...
    Said on 2014-09-03 15:53:00
  5. Puji Tuhan Bapak Menteri Agama yang baru tidak membiarkan yang tidak boleh dibia...
    Said on 2014-09-02 05:36:00
  6. DUC IN ALTUM...
    Said Stefanus on 2014-08-28 07:21:00
  7. Mantap. Tempatnya luas, berada di sementanjung Jafna. Disana ada benteng...penin...
    Said Alfons Liwun on 2014-08-27 11:39:00
  8. karena itu, pemerintah harus tegas terhadap kelompok2 intoleran dan suka main ha...
    Said Ama Kaka on 2014-08-23 15:03:00
  9. Romo Mangnis benar dan menang. Negara tdk boleh diurus oleh mereka yang serakah,...
    Said MAtheus on 2014-08-22 09:47:00
  10. CAHAYA CINTA KASIH~ Yakinilah bahwa Allah Swt Pencipta, Pemilik, Penguasa Alam ...
    Said Yang Setia Yang Benar on 2014-08-14 01:50:00
UCAN India Books Online