UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Pendeta HKBP Filadelfia ditetapkan sebagai tersangka

15/03/2013

Pendeta HKBP Filadelfia ditetapkan sebagai tersangka thumbnail

Pendeta Palti Panjaitan

 

Pendeta HKBP Filadelfia Palti Panjaitan ditetapkan sebagai tersangka tindak penganiayaan ringan yang dilakukan terhadap warga Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, pada Malam Natal 2012.

Palti dilaporkan berbuat kasar saat ratusan warga melakukan unjukrasa menolak pembangunan rumah ibadah di wilayah setempat.

“Kami telah menetapkannya sebagai tersangka,” ujar Kepala Satreskrim Polres Kabupaten Bekasi Komisaris Dedy Murti Haryadi, Kamis (14/3), seperti dilansir metrotvnews.com.

Pendeta Palti menyandang status tersangka berdasarkan surat nomor S.Pgl/877/III/2013/Restra BKS tertanggal 7 Maret 2013. Tindakan kepolisian diambil menyusul pengaduan korban Azis, 50, yang selanjutnya dituangkan kedalam LP nomor 395 pada Desember 2012.

Menurut Dedy, penetapan status tersangka disimpulkan berdasarkan hasil penyidikan, alat bukti dan keterangan saksi. Tercatat 12 saksi mengaku melihat insiden penganiayaan tersebut. Pendeta Palti diganjar Pasal 335 dan 352 KUHP tentang tindak penganiayaan ringan dan perbuatan tidak menyenangkan.

Dedy membantah adanya rekayasa dan intimidasi dari pihak tertentu. Kata dia, proses penyidikan dilakukan berdasarkan fakta di lapangan dan bukan sentimen atas satu pihak terhadap pendirian rumah ibadah.

Polisi mempersilahkan keberatan yang dilontarkan jemaat maupun tersangka untuk diajukan ke pengadilan. “Kami bukan penentu (pembenaran). Perkara ini punya kepastian hukum,” kata Dedy.

Diketahui, Pendeta Palti dipolisikan karena dituding menganiaya Azis, warga Kampung Jejalen, Kecamatan Tambun Utara. Di desa itu kebetulan terdapat lahan kosong milik jemaat HKBP Filadelfia dan rutin dijadikan tempat ibadah.

Saat ibadah Malam Natal pada 24 Desember 2012 hendak berlangsung, ratusan massa kembali unjuk rasa dan menghadang di tengah jalan. Perdebatan yang berujung aksi saling pukul dengan tidak terhindarkan.

Hamonangan Manurung, perwakilan jemaat HKBP menilai polisi berat sebelah. Pendeta Palti adalah korban dan bukan tersangka. “Kami yang mendapatkan penganiayaan dari massa intoleran itu,” katanya.

Ibarat nasi sudah menjadi bubur, jemaat menahan diri dan berupaya tidak melakukan kekerasan. Jemaat tetap diam dan berjanji mengikuti proses hukum yang menimpa pimpinan mereka.

Selain itu jemaat juga berusaha menyelesaikan prosedur kelengkapan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pendirian rumah ibadah. “Sejak awal sengketa, kami terus mengawal perkara ini dengan proses hukum,” terang Hamonangan.

Berita terkait: PGI nilai negara pro kelompok intoleran

  • Yulius Siantar Man

    Kebenaran akan terungkap dan mereka yang sirik dan tak mengerti kebebasan beragama akan mengerti kelak, dan mereka akan malu sepanjang umur di dunia dan di akhirat. Berbahagialah orang yang dianiaya demi namaKu sabda Yesus, karna mereka akan melihat Tuhan!!

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. India menyambut gembira terkait berita Ibu Teresa akan dikanonisasi
  2. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  3. Perspektif Katolik tentang perubahan iklim dan pertumbuhan ekonomi
  4. Kisah budidaya rumput laut dari Papua
  5. Waspadalah terhadap terorisme 'bersarung tangan putih', kata Paus kepada biarawati dari Tanah Suci
  6. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  7. Kanonisasi dua biarawati asal Palestina mendorong perdamaian
  8. Disambut, tapi hidup dalam ketidakpastian
  9. Ratusan mahasiswa tolak transmigrasi di Kalimantan
  10. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  1. Renungan Hari Raya Pentakosta bersama Pastor Bill Grimm
  2. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  3. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  4. Perspektif Katolik tentang perubahan iklim dan pertumbuhan ekonomi
  5. Jumlah umat Katolik kecil di Tibet mungkin dipengaruhi komunis Tiongkok
  6. Tokoh agama: hadapi pengungsi Rohingya, utamakan aspek kemanusiaan
  7. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  8. Kisah budidaya rumput laut dari Papua
  9. Indonesia dan Malaysia sepakat bantu imigran Rohingya
  10. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  1. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  2. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  3. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  4. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  5. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  6. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  7. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
  8. Raul harus cepat saja kembali... beliau sudah lansia......
    Said on 2015-05-12 07:07:00
  9. Datang dari Jakarta tentu harus bawa kado.. Lain kali ke Papua saya harap mereka...
    Said on 2015-05-12 06:58:00
  10. Ada baiknya dalam bulan Mei kita berdoa melalui Ratu Segala Bangsa, untuk perlin...
    Said on 2015-05-12 06:49:00
UCAN India Books Online