Presiden Taiwan akan menghadiri pelantikan Paus

18/03/2013

Presiden Taiwan akan menghadiri pelantikan Paus thumbnail

 

Kementerian Luar Negeri Taiwan menegaskan pada Jumat bahwa Presiden Ma Ying-jeou akan menghadiri upacara pelantikan Paus Fransiskus dan akan berangkat ke Roma pada hari Minggu.

Kunjungan Presiden Ma adalah kali kedua ke Vatikan, dan satu-satunya negara di Eropa yang mempertahankan hubungan diplomatik dengan Taipei ketimbang Beijing.

Chen Shui-bian, pendahulu Ma, menghadiri pemakaman Beato Yohanes Paulus II tahun 2005, tetapi ia tidak menghadiri pelantikan Paus Benediktus XVI.

Seorang pengamat Gereja yang meminta untuk tidak menyebutkan namannya mengatakan perjalanan tersebut akan menjadi tidak mungkin di masa lalu dan kehadirannya pada pelantikan Paus Fransiskus telah disampaikan.

“Presiden Ma mengunjungi Paus sebelumnya dilihat sebagai tidak mungkin di bawah bayang-bayang politik Beijing. Pelantikan itu serta hubungan Beijing-Vatikan yang stagnan telah memberikan kesempatan yang langka untuk sebuah terobosan diplomatik bagi Taiwan,” kata pengamat tersebut.

Pengamat itu menambahkan bahwa kunjungan itu kemungkinan bahwa Beijing telah mencapai kesepakatan dengan Taipei sehingga kunjungan Ma ke Vatikan tidak akan menimbulkan ketegangan menyusul “diplomasi pemakaman” tahun 2005 oleh Mantan Presiden Chen.

Namun, indikasi awal dari Beijing menunjukkan bahwa Cina bermaksud untuk bersikap keras dengan paus baru, saat juru bicara kementerian luar negeri pada Kamis mengatakan Cina berharap Paus Fransiskus untuk bersikap fleksibel, termasuk pemutusan hubungan diplomatik dengan Taiwan.

Media lokal telah melaporkan bahwa Vatikan telah menjamin Ma sebagai kepala negara pada saat kunjungannya.

Monsignor Paul Russell, perwakilan kepausan di Taiwan, lebih lanjut mencatat bahwa Takhta Suci “senang menyambut” Presiden Ma.

Setelah pemilihannya kembali untuk masa jabatan kedua tahun lalu, Presiden Ma  menyatakan minatnya bertemu dengan Paus Benediktus di Vatikan dan Uskup Agung Osvaldo Padilla, utusan khusus kepausan pada upacara pelantikannya.

Sementara itu, Konferensi Waligereja Taiwan akan mengirim 10 anggota delegasi, termasuk uskup dan awam Katolik, menghadiri pelantikan tersebut.

Sementara laporan media menyatakan bahwa delegasi itu akan berangkat bersama dengan Presiden Ma, Konferensi Waligereja Taiwan mengklarifikasi bahwa mereka mengatur perjalanan mereka sendiri ke Roma.

Sumber: President Ma to attend pope’s installation

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  2. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  3. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  4. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  5. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  6. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  7. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  8. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  9. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  10. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
UCAN India Books Online