UCAN Indonesia Catholic Church News
SEASON

Mahasiswi bunuh diri akibat kebijakan biaya kuliah

19/03/2013

Mahasiswi bunuh diri akibat kebijakan biaya kuliah thumbnail

 

Kristel Tejada, seorang mahasiswi berusia 16 tahun di Universitas Filipina, lembaga pendidikan terkenal negara itu, telah bunuh diri pada Jumat.

“Kendala keuangan” mungkin telah memicu bunuh diri mahasiswi tersebut, dari laporan sebelumnya mengatakan ia mungkin minum racun.

Tejada, anak sulung dari lima bersaudara, yang ayahnya sopir taksi dan ibu pengangguran, terpaksa mengajukan cuti kuliah pada Rabu pekan lalu setelah ia gagal untuk membayar biaya kuliahnya.

“Dia terpaksa mengambil cuti kuliah karena keluarganya tidak bisa membayar uang yang dibutuhkan untuk mendukung pendidikannya,” kata Profesor Andrea Bautista Martinez dari Departement of Behavioral Sciences.

Para mahasiswa melaporkan kepada Kantor Pelayanan Mahasiswa untuk Konseling mengenai keadaannya.

“Cuti kuliah mempengaruhi keluarga [Tejada]. Dia tidak pergi ke kampus sejak Februari. Dia mengirimkan pesan kepada saya mengatakan dia tidak bisa mengatasi masalahnya,” kata Martinez.

Laporan mahasiswa mengatakan Tejada adalah salah satu dari banyak mahasiswa yang mengikuti program pinjaman kepada mahasiswa, tapi permohonan mereka ditolak oleh universitas itu. Upaya orangtuanya memperpanjang batas waktu pembayaran uang kuliahnya juga terbukti sia-sia.

“Kami lebih dari berduka, kami marah. Ini adalah kematian yang bisa dihindari,” kata kelompok pemuda Anakbayan.

“Ini bukan bunuh diri, ini adalah pembunuhan,” tambah kelompok itu dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat. Kelompok ini menyalahkan pemerintah atas kematian Tejada yang “seolah-olah [kematian itu] adalah orang yang memaksa racun ke tenggorokannya.”

Terry Ridon, kepala biro kepemudaan Partai Kabataan, menjelaskan kematian Tejada sebagai “tragedi besar.”

“Masa depan Kristel yang cerah sudah terancam sebelum hari ini karena kebijakan seperti biaya pendidikan yang tinggi dan lain-lain, komersialisasi pendidikan dan kebangkrutan keseluruhan kebijakan ekonomi pemerintah,” kata Ridon.

“Kebijakan-kebijakan ini adalah realitas, sekarang lebih dari kami harus mengenali mereka. Kehidupan kaum muda banyak terancam akibat jaminan pembayaran, tenggat waktu dan konsekuensinya,” tambah Ridon saat dia memimpin ratusan mahasiswa dalam aksi protes di dalam kampus tersebut.

Tejada adalah seorang mahasiswi paket B di bawah “Program Sosialisasi Bantuan Bimbingan dan Keuangan” dari universitas itu, yang berarti biaya kuliahnya akan lebih rendah dibandingkan dengan mahasiswa lain di universitas itu.

Dia harus membayar US$ 25 per sks untuk kuliahnya, biaya yang cukup tinggi di kota di mana upah harian hanya sekitar US$ 10, dan jelas sulit bagi keluarga dengan tujuh anak.

Namun, Ridon mengatakan bahwa meskipun kelonggaran program uang kuliah disosialisasikan universitas yang mengkategorikan mahasiswa ke dalam paket pembayaran berbeda adalah “cacat secara mendasar.”

Dia mencatat bahwa skema bahkan membenarkan tingkat pembayaran uang kuliah tinggi untuk mayoritas mahasiswa “ketika banyak dari kami semua terlalu akrab dengan penderitaan keluarga-keluarga Filipina biasa.”

Pendidikan tinggi di negara ini tergolong mahal, terutama untuk warga Filipina yang kebanyakan miskin.

Komisi Pendidikan Tinggi pemerintah memperkirakan bahwa biaya kuliah empat tahun seperti Universitas Filipina sekitar U$ 6.000, sementara universitas swasta sebanyak U$ 10.000. Selain dari uang kuliah, mahasiswa juga harus membayar uang kos, transportasi, dan biaya lainnya.

Sementara itu, pendapatan tahunan rata-rata sebuah keluarga Filipina adalah sekitar US$ 6.000, sementara 30 persen penduduk hanya mendapatkan sekitar U$ 1.700, demikian survei Pendapatan dan Pengeluaran Keluarga pemerintah.

Mariz Zubiri, kepala Badan Mahasiswa Universitas Manila UP, mengatakan mahasiswa dan pemuda Filipina seperti Tejada tidak pantas berada dalam “siklus kekerasan akibat sistem pendidikan yang buruk.”

“[Tejada] hanyalah salah satu dari ratusan dan ribuan mahasiswa Filipina yang terhimpit oleh tingginya biaya pendidikan dan ditinggalkan pemerintah,” kata Zubiri sambil menyalakan lilin di luar gerbang universitas itu untuk menghormati Tejada.

Perhimpunan Mahasiswa Filipina mengatakan kematian Tejada adalah “antara banyak situasi kehidupan nyata yang terang-terangan memberitahu pemerintah dan universitas kami bagaimana tugas mereka mengelola negara ini.”

Sumber: Critics blame girl’s death on university costs

 

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Terwujudnya Damai
  2. Pemimpin Gereja kecam penangkapan terhadap warga Papua
  3. Tiada akhir tekanan terhadap warga Rohingya di Myanmar
  4. Akun Weibo uskup Tiongkok diblokir, ruang gerak dibatasi
  5. GP Ansor hadiri upacara pemakaman uskup
  6. Umat Katolik Malaysia diajak untuk membaca Kitab Suci
  7. KAJ luncurkan rosario merah-putih untuk amalkan Pancasila
  8. Pemerintah Timor Leste harus menaikan upah minimum, kata pejabat Gereja
  9. Bruder Fransiskan melayani orang dengan HIV/AIDS
  10. Calon presiden menandatangani perjanjian untuk pemilu jujur dan damai
  1. Berani jujur memang hebat. Itu yang kita tunggu....
    Said Jusuf Suroso on 2016-04-29 20:18:58
  2. Semoga bs cepat jelas...
    Said Tarcisius on 2016-04-28 13:17:08
  3. Mengapa orang mudah jadi pengikut orang yang aneh2? Sepertinya penyakit "latah"...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-25 19:07:23
  4. Meskipun bantuan tidak akan mengembalikan segalanya, tetapi perhatian dan belara...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-23 08:57:47
  5. Semua orang harus waspada... Siapa yang dapat dipercaya...tetapi ini mungkin p...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-21 12:03:46
  6. Allah seperti apa yg mereka sembah sehingga seseorg yg lemah didemo besar besara...
    Said Eduardus on 2016-04-19 15:54:23
  7. Boleh saja menyumbang, dimana banyak orang tidak suka melihat adanya gereja... T...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-19 13:19:59
  8. Ratusan orang bersatu untuk membunuh SATU orang lemah... Dan belum terbukti bers...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-19 11:11:04
  9. Kata Jimmy Akin apologist Katolik (Catholic Answers), berdoa rosario adalah berd...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-19 10:53:25
  10. Membuat manusia semakin kejam. Penonton sepertinya menikmati menyaksikan hukuman...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-14 12:21:12
UCAN India Books Online