UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Ibu-ibu Katolik menghadapi tekanan besar untuk menggugurkan janin perempuan mereka

20/03/2013

Ibu-ibu Katolik menghadapi tekanan besar untuk menggugurkan janin perempuan mereka thumbnail

 

Tiga tahun lalu, Hoai Anh menghentikan kehamilannya yang telah berusia 14 minggu setelah tes USG menunjukkan bahwa bayi yang dikandungnya berkelamin perempuan.

“Saya merasa benar-benar menderita karena nyawa anak saya telah diambil. Jika orang tua saya juga melakukan aborsi berdasarkan jenis kelamin, saya tidak akan ada,” kata perempuan Katolik itu, sambil meneteskan air matanya.

Nampak pucat dan kurus, dia mengatakan dia tidak tidur dengan nyaman dan kehilangan lima kilogram sejak ia melakukan aborsi tersebut.

Hoai Anh, 37, telah mencari pengobatan medis untuk membantunya melahirkan anak laki-laki sejak tahun lalu. Masyarakat Vietnam secara tradisional memberikan preferensi untuk ahli waris kepada anak laki-laki, yang diharapkan untuk menjaga orang tua mereka ketika mereka sudah berusia lanjut.

Praktek budaya tersebut menilai kedudukan laki-laki di atas perempuan yang menjadi alasan utama untuk aborsi berdasarkan jenis kelamin. Kementerian Kesehatan Vietnam melaporkan 1,5 hingga 2 juta aborsi setiap tahun, namun para aktivis pro-life memperkirakan jumlahnya mendekati tiga juta.

Suami Hoai Anh adalah petinggi Partai Komunis, sehingga mereka tidak bisa mematuhi kebijakan dua anak dari pemerintah. Mereka sudah memiliki seorang putri berusia sembilan tahun.

Statistik resmi menunjukkan ada 112,3 anak laki-laki lahir untuk setiap 100 anak perempuan di Vietnam. Diperkirakan bahwa tingkat ini akan menjadi 125 berbanding 100 di tahun 2020, dan ada sekitar 2,3 dan 4,3 juta laki-laki lebih banyak dari perempuan hingga 2049.

Hoai Anh, yang bekerja sebagai seorang akuntan di Ho Chi Minh City, mengatakan dia tidak memiliki kebebasan. Dia memasak dan mencuci untuk seluruh keluarga, tugas dari seorang menantu.

“Anda harus memiliki anak laki-laki atau mencari wanita lain yang bisa melahirkan seorang anak laki-laki,” kata mertua Hoai Anh kepadanya.

Meskipun pemilihan jenis kelamin dan mengungkapkan jenis kelamin janin dilarang oleh hukum, penegakan hukum terbatas.

“Jika dokter kandungan dari rumah sakit pemerintah menolak untuk mengungkapkan identitas gender, wanita hamil akan melakukan tes USG di klinik swasta,” kata Pham Thi Chau Ha, seorang dokter kandungan.

“Sulit untuk dokter yang baik mengungkapkan identitas jenis kelamin karena mereka sering menggunakan ‘giong me‘ [janin adalah seperti seorang ibu] atau ‘giong cha‘ [janin seperti seorang ayah]. Mereka tidak melanggar hukum.”

Sebuah dekrit dari Kementerian Kesehatan menetapkan orang-orang yang menyediakan, mempublikasikan atau menyebarkan metode seleksi jenis kelamin dapat didenda lima juta hingga 30 juta dong (US$ 476 sampai $ 1.428), dan mereka yang menggunakan pemeriksaan medis untuk mengungkapkan jenis kelamin pada wanita hamil dapat didenda tujuh juta hingga 20 juta dong.

Pemerintah juga menawarkan dukungan untuk mengatasi stigma sosial hanya memiliki anak perempuan, pasangan yang hanya memiliki anak perempuan akan diberikan uang, beasiswa dan hadiah. Sekitar US$ 150 juta diharapkan akan dialokasikan untuk program tersebut.

Tapi, Hoai Anh mengatakan jika peraturan ketat terkait pemilihan jenis kelamin tidak segera dikeluarkan, akan ada lebih banyak korban seperti dia. Untuk saat ini, ibu mertuanya mengharapkan hukum tak ditegakkan.

“Dia tidak peduli tentang aborsi yang berarti membunuh seorang anak, dan dia mengabaikan penderitaan saya yang disebabkan oleh preferensi yang kuat untuk anak laki-laki,” kata Hoai Anh.

“Jika saya tidak memiliki anak laki-laki, saya akan kembali tinggal bersama orang tua saya dan tidak mau menikah lagi.”

Sumber: Catholic mothers face enormous pressure to abort baby girls

 

  • bernardus wato ole

    Sedih juga baca berita ini. Masih lebih baik Indonesia, negara yang menghargai hak hidup manusia sejak dari dalam kandungan. Selain itu menyadarkan setiap pasangan untuk membatasi kelahiran antara lain dengan motto:” Dua anak cukup, laki perempuan sama saja”.

  • fredyG Muhamad

    bgaimana peran setiap pemimpin agama di Vietnam?? saya rasa semua ajaran agama pro-life…

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Kardinal Tagle: Jadwal Paus akan padat selama kunjungan ke Filipina
  2. Lomba lukisan tentang iman Katolik untuk menemukan seniman muda
  3. Adrianus Meliala: Tidak murah menegakkan hukum di daerah konflik
  4. Menteri perempuan pertama dari Papua berjanji akan angkat martabat perempuan
  5. Menteri perempuan pertama dari Papua berjanji akan angkat martabat perempuan
  6. Pembunuh biarawati: Pengampunan keluarga memberikan 'kehidupan baru' bagi dia
  7. Umat Katolik protes terkait perampasan lahan Gereja oleh pemerintah
  8. Diskriminasi Ras vs Sumpah Pemuda
  9. Kemenag siapkan RUU Perlindungan Umat Beragama
  10. Kekerasan terus terjadi, Gereja Papua minta negara serius lindungi warga
  1. Paus Fransiskus: Jangan menjadi orang Kristen kalau berperilaku buruk
  2. Anarkisme umat Islam akibat salah menafsirkan Alquran
  3. Adrianus Meliala: Tidak murah menegakkan hukum di daerah konflik
  4. Kardinal Tagle: Jadwal Paus akan padat selama kunjungan ke Filipina
  5. Tuntaskan Konflik Papua
  6. Kapel Sistina dipasang dengan sistem pencahayaan baru untuk melestarikan lukisan
  7. Sejumlah agamawan Indonesia ikuti dialog lintas agama di Polandia dan Slowakia
  8. Paus desak para aktivis berjuang melawan ‘penyebab kemiskinan struktural’
  9. Kemenag siapkan RUU Perlindungan Umat Beragama
  10. Ketulusan Jokowi menjadi obat pengungsi Sinabung
  1. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  2. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  3. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
  4. Bukan saja tidak mendiskriminasi keberadaan agama (yang ada sekarang) tetapi jug...
    Said on 2014-10-07 08:28:00
  5. Yang berbelaskasih menghadapi ahli hukum gereja.. mengingatkan pada Yesus yang m...
    Said on 2014-10-07 08:08:00
  6. Masuk penjara seperti Santo Paulus, demi keadilan dan kerajaan Allah.. syukur bu...
    Said on 2014-10-07 07:52:00
  7. Sangat disayangkan, tidak dimuat apa masalah pokoknya, apa saja yang dituduhkan...
    Said Brian Susanto on 2014-10-07 07:13:00
  8. Konflik sepihak itu (kan tidak ada yang membalas kalau dari kalangan Kristen), s...
    Said on 2014-10-01 14:52:00
  9. Kita semua tertipu. Yang dikira dapat dipercayai pemerintahan yang baik ternyat...
    Said on 2014-09-30 10:19:00
  10. @donotchangemyname: baca dokumen2 Gereja yg terkait dgn hal tsb. Prinsip dan huk...
    Said Antonio on 2014-09-27 01:06:00
UCAN India Books Online