UCAN Indonesia Catholic Church News
Happy Easter to all

Korban pelanggaran kebebasan beragama bentuk Komunitas Lawan Intoleransi

20/03/2013

Korban pelanggaran kebebasan beragama bentuk Komunitas Lawan Intoleransi thumbnail

Anak-anak pengungsi Ahmadiyah bermain di depan Musholla Wisma Transito saat para orangtua berjamaah sholat Maghrib.

 

Para korban pelanggaran kebebasan beribadah di Indonesia membentuk komunitas Solidaritas Korban Pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (Sobat KBB), sebagai bentuk perlawanan bersama terhadap gerakan intoleransi di Indonesia.

Dalam konferensi pers Senin (18/3) yang didampingi para aktivis dari Setara Institute dan KontraS, koordinator nasional Sobat KBB, Pendeta Palti Panjaitan, mengatakan bahwa komunitas ini bertujuan agar para korban saling menguatkan.

“Sobat KBB ini akan membuat simpul-simpul di setiap daerah agar nantinya para korban dapat saling menguatkan dan bersama-sama melawan pemerintah, agar pemerintah memberikan hak para korban untuk beribadah,” ujarnya, seperti dilansir VOA Indonesia.

Pendeta Palti hadir beserta perwakilan kelompok yang menjadi target gerakan intoleransi, seperti jemaat Ahmadiyah, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia dan kelompok Syiah.

“Kita juga melibatkan semua masyarakat Indonesia yang peduli dengan kebebasan dan berkeyakinan. Komunitas ini juga mengajak semua elemen yang mau bersama-sama mengajak NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) ini tetap berbeda, tetapi di dalam perbedaan itu dapat menjadi kekuatan karena saling menghormati, dan perbedaan itu saling melengkapi serta saling mengisi,” ujar Pendeta Palti.

Pendeta Palti Panjaitan, yang saat ini masih terus gigih memperjuangkan kebebasan beribadah bagi jemaat Gereja HKBP Filadelfia di Tambun, Bekasi, menambahkan, gerakan kelompok intoleransi dalam perkembangan terakhir terus meningkat.

Bahkan, tambahnya, ada beberapa pemerintah daerah seperti di Bekasi, Jawa Barat, yang mau tunduk terhadap kelompok-kelompok intoleran yang mengatasnamakan agama tertentu.

Sementara itu, Chris Hidayat selaku perwakilan dari GKI Yasmin mengatakan perlakuan diskriminasi terhadap kelompok minoritas di beberapa daerah terus meluas. Hak asasi yang diperjuangkan dalam komunitas ini, tegas Chris, adalah hak hidup bersama di tengah perbedaan yang ada.

Di Rancaekek, Sumedang di Jawa Barat ada pendeta yang rumahnya selama 10 tahun digunakan untuk tempat beribadah, tiba-tiba didatangi aparat pemda setempat, karena alasan tidak ada Ijin Mendirikan Bangunan. Pendeta itu diperiksa aparat polisi setempat, dan hari ini dipenjara tanpa ada pembelaan hukum, termasuk pemberitaan media massa yang sepadan,” ujar Chris.

“Ini adalah salah satu contoh peristiwa diskriminasi dan pelanggaran hak asasi. Hak asasi ini bukan semata masalah jumlah. Hak asasi adalah hak setiap orang, jadi jangan bicara jumlah. Karena kita adalah satu, dan masing-masing punya nilai yang sama, yaitu satu Indonesia yang bermartabat dan  menghargai umatnya.”

Firdaus, perwakilan dari kelompok Ahmadiyah, mengatakan pelanggaran terhadap hak beribadah di Indonesia semakin parah dari waktu ke waktu, namun luput dari perhatian media di Indonesia.

“Ketua koordinator Sobat KBB Pendeta Palti Panjaitan sudah dikriminalisasi dengan dijadikan tersangka. Pendeta Palti ini bertahun-tahun memperjuangkan jemaatnya untuk bisa beribadah sekarang terancam dipenjara dengan tuduhan menganiaya terhadap kelompok yang melakukan penyerangan terhadap gerejanya,” ujarnya.

“Kasus Deden Sujana Ahmadiyah Cikeusik Banten dihukum enam bulan penjara, lebih tinggi dari pelaku pembunuhan warga Ahmadiyah Cikeusik dengan vonis dua bulan penjara. Lalu ustadz Tajul Muluk Syiah Sampang Madura di hukum emmpat tahun, sementara pelaku pembunuhan warga Syiah hanya dihukum delapan bulan penjara.

“Ada lagi Ahmad Nuryamin dari Ahmadiyah Cisalada Bogor dihukum 18 bulan penjara, sementara tiga pelaku penyerangan Ahmadiyah Cisalada hanya dihukum percobaan 1 tahun penjara, dan kenyataannya tidak pernah dipenjara. Ini yang teman-teman hadapi di daerah. Siapapun yang berani bicara hak-hak mereka untuk beribadah pasti dipenjara.”

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar melihat ada kesamaan modus kriminalisasi terhadap pimpinan-pimpinan kelompok minoritas yang berhadapan dengan kelompok intoleran.

“Saya pikir ini tidak mengagetkan kalo kita lihat alur kejahatan negara yang berkolaborasi dengan kelompok intoleran,” ujarnya.

Foto: kompas

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Demi kebangsaan, ketua PBNU tolak koalisi partai Islam
  2. Apakah Paus Fransiskus membuka pintu bagi pria menikah menjadi imam?
  3. Paus Fransiskus ajak umat untuk refleksi selama Pekan Suci
  4. Paus Yohanes Paulus II turut menjatuhkan komunisme
  5. Para uskup ingatkan terkait ritual penyaliban
  6. Mengapa sejumlah umat Katolik tidak suka Paus Fransiskus membasuh kaki?
  7. 245 kasus intoleransi di Indonesia dalam setahun
  8. Pastor pembela hak Tamil masuk dalam daftar "teroris" oleh pemerintah
  9. Vatikan dan para penegak hukum bersatu melawan perdagangan manusia
  10. Gereja Katolik masuki pekan suci
  1. Mengapa sejumlah umat Katolik tidak suka Paus Fransiskus membasuh kaki?
  2. Polisi siap amankan gereja selama Tri Hari Suci
  3. Imam yang dibunuh di Suriah dipuji sebagai martir
  4. Rakyat yang Disalibkan
  5. Komnas HAM: Pemilu 2014 dikotori kejahatan demografi
  6. Para uskup ingatkan terkait ritual penyaliban
  7. Apakah Paus Fransiskus membuka pintu bagi pria menikah menjadi imam?
  8. GP Ansor terjunkan 300 personel amankan Paskah
  9. Asia Bibi merayakan Paskah di balik jeruji besi
  10. Uskup Filipina menyerukan gencatan senjata selama Pekan Suci
  1. Ternyata anak2 ke sekolah tetap harus dijaga orang tua atau utusannya. Sekolah,...
    Said on 2014-04-17 08:02:00
  2. Niat baik dan bersahabat patut disambut baik dan dihargai. Mengapa tidak disebu...
    Said on 2014-04-17 07:45:00
  3. Setuju Romo, kita membutuhkan Pemimpin yang sungguh-sungguh memiliki komitmen un...
    Said Wahyu Handoko Yulianto on 2014-04-17 06:50:00
  4. Terima kasih Mgr. Koo. Kisah hidup yang menjadi inspirasi bagi kami utk memperta...
    Said corry on 2014-04-10 12:42:00
  5. Ria: sy jg geram dengan tindakan mantan pastor ini, yg akhirnya membuat nama Ger...
    Said corry on 2014-04-10 12:27:00
  6. Dimana2 orang Kristen dianiaya, dikambinghitamkan dgn alasan ini itu yg tdk terb...
    Said Corry on 2014-04-10 11:48:00
  7. Aneh negeri ini jg presiden odong2. Ini bukan negara muslim, shg seenaknya mener...
    Said Corry on 2014-04-10 11:41:00
  8. Metode blusukan memang telah dilakukan oleh Yesus dan juga para nabi, sehingga p...
    Said Hadrianus Wardjito on 2014-04-07 20:47:00
  9. Sepertinya penulisan oleh Tempo mungkin tidak sesuai dengan yang dikatakan, bahw...
    Said on 2014-04-07 17:15:00
  10. Disebut FUI, ataukah FPI? Sepertinya pengacauan mereka menjadi kebanggaan pemer...
    Said on 2014-03-31 17:23:00
UCAN India Books Online