
Suasana haru dan tangis mengiringi kedatangan kendaraan berat, becko, di depan gedung Gereja HKBP Setu yang dibongkar paksa hari ini.
Ratusan wanita dan anak-anak yang menolak adanya pembongkaran bangunan gedung terlihat menangis terseduh-seduh.
Mereka menghadang jalan kendaraan berat tersebut agar tidak mendekati bangunan gereja mereka yang terletak di Tamansari, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
“Mereka tidak berpihak kepada kami. Dimana keadilan, yang negaranya berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar salah satu jemaat.
Alat berat itu datang bersama sekitar 40 personel Satpol PP Kabupaten Bekasi.
Setelah perundingan gagal di antara pihak gereja dan Satpol PP, akhirnya petugas Satpol PP membongkar pagar yang mengelilingi bangunan tersebut. Sedangkan bangunan gereja semi permanen ada di dalam pagar tersebut tidak dibongkar petugas.
Pemerintah Kabupaten Bekasi menilai bangunan ini dibongkar karena melanggar Perda nomor 7 tahun 1996 tentang IMB.
Kapolres Kabupaten Bekasi Ajun Komisaris Besar Isnaeni Ujiarto mengatakan, sekitar 300 personel mengamankan proses eksekusi. “Tiga kompi dari Polres, Polda, Brimob, Sabhara, TNI ada satu pleton,” katanya, Kamis (21/3).
Sementara itu, Pendeta Adven Leonard Nababan menolak permintaan Pemkab Bekasi melakukan eksekusi bangunan tersebut.
“Ini negara hukum, kami belum mengetahui alasan yang jelas dari pemerintah kabupaten perihal pembongkaran bangunan ini,” ujar Pendeta Leonard, pimpinan Gereja HKBP Setu.
Tembok itu mengelilingi bangunan semipermanen yang sudah bertahun-tahun dijadikan tempat untuk beribadat.
“Kami bukan penjahat, kami hanya ingin beribadah,” ujar salah seorang wanita yang menolak pembongkaran tersebut.
Pemkab Bekasi sebelumnya merencanakan eksekusi pembongkaran bangunan gereja yang sudah berdiri mulai pertengahan tahun 1999 itu.
Pembongkaran gereja yang belum selesai dibangun itu, menurut Wakil Bupati Bekasi Rohim Mintareja, karena terkait permasalahan IMB dan pemerintah Bekasi mengindari adanya konflik dengan warga setempat yang diklaim tidak setuju terhadap pembangunan gereja itu.
Foto: detik.com
Media dikritik terkait pemberitaan tentang poligami
Ketua PGI: Kita terlalu bereuforia dengan reformasi
Vatikan berikan sinyal Paus Fransiskus akan kunjungi Manila