UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Sekitar 2.000 peziarah Katolik mendaki gunung sambil merenungkan sengsara Yesus

21/03/2013

Sekitar 2.000 peziarah Katolik mendaki gunung sambil merenungkan sengsara Yesus thumbnail

 

Ketika Thomas Nyi Soe mendaki sebuah gunung dengan panas 40 derajat Celsius untuk merenungkan sengsara Yesus, ia benar-benar merasa seolah-olah berjalan bersama Yesus menuju Kalvari.

Nyi Soe adalah salah satu dari sekitar 2.000 peziarah yang baru-baru ini berpartisipasi mendaki gunung menuju tempat doa populer untuk Misa dalam rangka menyambut Paskah. Pendakian sejauh 185 meter menuju Gunung Salib di timur-tengah Myanmar membantu para peziarah Katolik merenungkan kisah sengsara Yesus.

Nyi Soe, 38, telah bergabung dalam  Cross Mountain Celebration setiap tahun sejak 2007, dan dia mengatakan tempat itu adalah yang terbaik untuk melakukan pertobatan selama masa Prapaskah.

Uskup Justin Saw Min Thide dari keuskupan Hpa-an merayakan Misa secara konselebrasi di sana bersama dengan 20 imam pada 15 Maret.

“Umat Katolik perlu melakukan penitensi selama masa Prapaskah, tidak hanya menunjukkan tetapi dengan perubahan batin. Untuk mencapainya, kita membutuhkan doa, karya amal dan puasa,” kata Uskup Min Thide kepada para peziarah.

Sebagai bagian dari praktek Prapaskah, Nyi Soe berhenti minum dan makan sirih. Selama tahun ini, ia juga menyimpan uang untuk membeli seragam sekolah dan buku-buku untuk delapan anak dari para pekerja karet dekat gunung itu.

“Jumlah sumbangan mungkin tidak banyak, tetapi sebagai bentuk penyilihan dosa-dosa kita, saya membantu anak-anak miskin sebagai karya amal masa Prapaskah,” kata Nyi Soe, seorang satpam di sebuah sekolah pemerintah di Yangon.

Kegiatan itu biasanya diadakan pada Jumat sebelum Minggu Palem, tahun ini perayaan tahunan itu diadakan satu minggu lebih awal.

Sebanyak 14 kayu salib kecil dipikul menyusuri lereng gunung itu menuju sebuah salib setingggi 12 meter dan sebuah altar yang terbuat dari semen.

Berziarah ke tempat doa di pegunungan, terutama ke kuil Buddha, merupakan sebuah tradisi di Myanmar.

Pastor Victor Nyan Myint, terinspirasi oleh banyak pagoda di pegunungan. Dia dan warga desa membuka lahan dan mulai membangun tempat doa itu tahun 1979.

Tempat doa, yang terletak dekat perkebunan karet paroki Theinseik dengan luas sekitar 80 hektar, selesai tahun 1982.

“Saya membiarkan masyarakat tahu bahwa ada orang-orang Kristen di daerah ini dengan menempatkan salib di puncak gunung,” kata Pastor Nyan Myint kepada ucanews.com.

Sumber: More than 2,000 join bishop for Mass on a mountaintop

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Waspadalah terhadap terorisme 'bersarung tangan putih', kata Paus kepada biarawati dari Tanah Suci
  2. Kanonisasi dua biarawati asal Palestina mendorong perdamaian
  3. Ratusan mahasiswa tolak transmigrasi di Kalimantan
  4. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  5. Para uskup puji Filipina menyambut pengungsi Rohingya
  6. Klerus AS desak sinode mendatang keluarkan pernyataan yang jelas dan tegas terkait ajaran Gereja
  7. Umat Katolik Toraja se-Jabodetabek merayakan Paskah
  8. Uskup Agung Samarinda ajak umat Katolik untuk terus memberikan kontribusi
  9. Perdebatan transgender di Korea Selatan mendorong para aktivis LGBT menentang Kristen
  10. Indonesia tolak manusia perahu membuat krisis migran di Asia meningkat
  1. Renungan Hari Raya Pentakosta bersama Pastor Bill Grimm
  2. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  3. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  4. Perspektif Katolik tentang perubahan iklim dan pertumbuhan ekonomi
  5. Jumlah umat Katolik kecil di Tibet mungkin dipengaruhi komunis Tiongkok
  6. Tokoh agama: hadapi pengungsi Rohingya, utamakan aspek kemanusiaan
  7. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  8. Kisah budidaya rumput laut dari Papua
  9. Indonesia dan Malaysia sepakat bantu imigran Rohingya
  10. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  1. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  2. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  3. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  4. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  5. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  6. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  7. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
  8. Raul harus cepat saja kembali... beliau sudah lansia......
    Said on 2015-05-12 07:07:00
  9. Datang dari Jakarta tentu harus bawa kado.. Lain kali ke Papua saya harap mereka...
    Said on 2015-05-12 06:58:00
  10. Ada baiknya dalam bulan Mei kita berdoa melalui Ratu Segala Bangsa, untuk perlin...
    Said on 2015-05-12 06:49:00
UCAN India Books Online