UCAN Indonesia Catholic Church News
Tomorrows church today

Program KB terhambat seks bebas

22/03/2013

Program KB terhambat seks bebas thumbnail

 

Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menghadapi tugas berat. Di saat berupaya menekan angka kelahiran, berbagai program yang dilancarkan terganggu oleh remaja yang melakukan hubungan seks di luar nikah karena banyak di antaranya sampai hamil.

Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, Julianto Witjaksono, mengatakan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 menunjukkan angka yang tidak diharapkan.

Sebanyak 4,8 persen dari usia 10 – 14 tahun melakukan hubungan seks di luar nikah. Sebesar 0,5 persen sampai 1,5 persen di antaranya hamil.

Kemudian sebesar 41,8 persen pada usia 15 – 19 tahun melakukan hubungan seks di luar nikah dan 13 persen di antaranya hamil.

“Ini sangat memerihatinkan. Sebab katakan lah hampir separuh dari remaja usia itu sudah melakukan hal yang tidak seharusnya. Berarti bisa dibilang satu dari dua orang melakukannya dan itu berpotensi hamil,” sesalnya saat diskusi di kantor BKKBN, Jakarta, belum lama ini, seperti dilansir jpnn.com.

Julianto mengatakan pihaknya bertekad menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk melakukan sosialisasi dan upaya pencegahan. Selama ini sudah dilakukan oleh satu tim khusus dari BKKBN namun hanya sedikit saja dari sekian banyak sekolah yang sudah tersentuh.

“Program GenRe (Generasi Berencana) kami masih SMA. Semestinya sudah harus ke SMP juga. Tapi, kerjasama dengan pendidikan belum bisa karena kalau edukasi seks begitu kita masih ditentang oleh guru formal. Kita juga sudah minta tim Kemendikbud supaya masuk tim kita tetapi masih susah,” akunya.

Padahal, kata Julianto, semangatnya bukan dalam rangka edukasi seks sevulgar itu, tetapi justru dalam rangka memberikan pemahaman atas dampak negatifnya. Maka agar lebih memperhalus nama dan praktik dari programnya saat ini sedang disusun satu mekanisme yang dinilai paling sesuai kerjasama dengan United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

“Jadi dalam kerjasama ini kita nanti bikin metode baiknya bagaimana. Jadi kita melibatkan wartawan, penyiar, penulis, dan pihak lain yang biasa menyusun kata-kata atau menyampaikan sesuatu secara halus tetapi inti persoalannya tersampaikan,” pikirnya.

Masalah ini menurutnya menjadi ancaman nasional terutama yang terkait dengan program BKKBN dalam rangka mengatur angka kelahiran. Saat ini menurutnya Indonesia menghadapi ancaman ledakan penduduk, salah satunya dari angka kelahiran rata-rata 5 juta bayi lahir per tahun.

Angka kelahiran tinggi itu tidak terlepas dari besarnya angka pasangan usia subur mencapai 45 juta pasangan. Sementara BKKBN saat ini menurutnya memiliki keterbatasan akses untuk menjalankan program sampai ke tingkat kabupaten atau kota.

“Kita terputus sampai provinsi. Jadi tangan paling bagus melalui Kementerian Kesehatan kerjasama dengan Dinkes kabupaten atau kota,” terangnya.

Pihaknya berkepentingan melakukan berbagai perbaikan program dari kesalahan yang sudah terjadi. Misalnya, vasektomi dilakukan kepada laki-laki usia 50 tahun dan suntik KB kepada perempuan usia 40 tahun. “Ya sudah tidak ada gunanya,” sesalnya.

BKKBN juga berencana memberikan pelatihan kepada 36 ribu bidan sebagai tahap awal. Selama ini, menurut Julianto, bidan belum dibekali keahlian terkait berbagai program KB karena spesifikasi tugasnya sebagai petugas persalinan.

“Dalam catatan kami ada 100 ribu bidan terdaftar dan ini potensi besar. Tapi data IBI (Ikatan Bidan Indonesia) akan ada 200 ribu bidan lulus,” paparnya.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Gereja baru menyembuhkan luka warga Timor Leste
  2. Para uskup Timur Tengah dan Balkan menghadiri forum perdamaian di Seoul
  3. Sekolah menjadi target pengedar narkoba
  4. Konferensi internasional kerukunan antarumat beragama dibuka di Ambon
  5. FPI protes seragam Paskibra yang dinilai bermotif salib
  6. Pimpinan Gereja bertekad memerangi radikalisme dan terorisme
  7. Gereja Katolik ‘resmi’ di Tiongkok dalam krisis otentisitas
  8. Pencari suaka Kristen Pakistan di Sri Lanka takut dideportasi
  9. Pemimpin Ordo Religius: Sikap diam warga terkait pembunuhan sangat berbahaya
  10. Unika Atma Jaya – IIF gelar konferensi pemberdayaan manusia Indonesia
  1. Baik juga ada gagasan mengajak masyarakat "bela negara" baru2 ini (entah inisiat...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-25 14:35:10
  2. Jarang kita dengar berita kebaikan dari suatu pemerintah.. ini salah satunya. L...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-22 11:22:02
  3. Orang mau menyumbang organ badan atau mata dsb. pantasnya tidak diminta, tidak d...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-16 14:53:44
  4. Tidak perlu dibaca - kalau dari keuskupan pasti hal hal yang baik......
    Said Jenny Marisa on 2016-08-15 13:23:14
  5. Memang ada orang yang terpanggil untuk "pembersihan" kebobrokan... Pikir2 lagi, ...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-14 19:25:14
  6. Jadi bukan terrorist.. itu lebih gawat....
    Said Jenny Marisa on 2016-08-10 10:41:31
  7. Tidak dapat mengubah pembantaian, ya tinggal mendoakan saja untuk arwah korban.....
    Said Jenny Marisa on 2016-08-09 10:06:22
  8. Belajar dari gereja di Barat adalah sangat baik bagi orang Katolik Cina yang kir...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-04 09:22:18
  9. Benar kata imam Abdelatif Hmitou, karena jelas didengar dan mudah dimenterti sia...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-30 13:31:58
  10. Lebih sedikit hukuman mati lebih baik,...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-29 10:33:31
UCAN India Books Online