UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Jemaat HKBP Setu gelar kebaktian Minggu di sekitar puing gereja

25/03/2013

Jemaat HKBP Setu gelar kebaktian Minggu di sekitar puing gereja thumbnail

 

Sekitar 400 jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Desa Taman Sari, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat, menghadiri kebaktian Minggu di lapangan terbuka kemarin setelah bangunan gereja mereka dirobohkan secara paksa oleh pemerintah setempat Kamis lalu.

Hari itu, sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi merobohkan dinding setinggi lima meter yang mengelilingi bangunan gereja yang berukuran 8×12 meter dan yang terbuat dari bilik bambu dengan menggunakan sebuah bulldozer.

Dinding tersebut merupakan bagian dari rencana renovasi gereja yang dimulai sejak Oktober lalu. Renovasi ini bertujuan untuk memperluas bangunan gereja karena bangunan gereja yang ada tidak bisa lagi menampung 185 KK atau 627 jemaat.

Sebelum dirobohkan, pemerintah setempat menyegel bangunan gereja tersebut.

“Kami berada di luar puing-puing itu. Tata ibadah tetap seperti biasa, mulai jam 10.00 hingga jam 12.00. Puji Tuhan tidak ada massa intoleran,” kata Pendeta Torang Parulian Simanjuntak, pimpinan jemaat, kepada ucanews.com hari ini (25/3).

Sekitar 50 polisi dan anggota TNI mengawal jemaat selama kebaktian berlangsung, lanjutnya.

Setelah perobohan bangunan gereja, ia mengakui bahwa pemerintah setempat belum melakukan komunikasi dengannya sampai sekarang.

“Dari phak Gereja, sebagai warga negara yang baik, kami akan tetap beribadah di luar puing-puing, termasuk pada saat Jumat Agung dan Minggu Paskah sambil menunggu reaksi dari pemerintah,” katanya.

Pemerintah kabupaten beralasan bahwa gereja tersebut dibangun tahun 1999 tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan sehingga melanggar Perda No. 7/1996 tentang IMB.

Namun, Pendeta Simanjuntak menceritakan bahwa ia mengajukan persyaratan yang dibutuhkan untuk membangun sebuah rumah ibadah termasuk pengumpulan tanda tangan dari warga sekitar pada tahun 2011 berdasarkan Peraturan Bersama (Perber) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 8 dan No. 9 Tahun 2006.

“Kami sudah mendapat surat pernyataan dari 85 warga sekitar. Itu kami ajukan ke kepala desa. Malah kepala desa memberikan verifikasi ternyata yang setuju 12. Kami ajukan lagi dan dapatkan kembali 89 surat pernyataan di luar 85 awalnya tadi. Dan itu kembali kami ajukan ke kepala desa, dan kembali kepala desa menetapkan hanya 44 yang setuju.

“Kami merasa ini adalah upaya dari kepala desa dan lain-lain untuk menggagalkan apa yang tertulis dalam Perber, yang menyebutkan syarat minimal 60 (tanda tangan),” katanya.

Menurut Direktur LBH Jakarta Febi Yonesta, pembongkaran bangunan gereja tersebut merupakan perbuatan cacat hukum, baik dari material substansial maupun formal prosedural.

Secara material substansial, katanya, pemerintah kabupaten seharusnya menjamin kebebasan beragama maupun kemerdekaan untuk mendirikan rumah ibadah.

“Dalam tata pemerintahan yang baik, pemerintah Kabupaten Bekasi juga harus menerapkan penghormatan dan penegakan hak asasi manusia termasuk hak untuk memiliki tempat ibadah. Dan dalam hal itu, pemerintah Kabupaten Bekasi tidak menerapkan itu,” katanya kepada wartawan pada konferensi pers di Wisma PGI Jakarta, Jumat (22/3).

Secara formal prosedural, lanjutnya, pemerintah  kabupaten tidak mengikuti tata peraturan atau tahapan pembongkaran yang benar.

“Sebetulnya, dalam berbagai Perda terkait IMB, apabila demi kemaslahatan, bangunan yang sudah jadi pun tidak harus dibongkar selama prosesnya masih dalam perjalanan. Dan dengan pertimbangan tertentu, dia (IMB) bisa menyusul,” katanya.

“Jadi seharusnya pemerintah Kabupaten Bekasi memberikan perhatian khusus pada proses pengajuan IMB, bukan malah sebaliknya mempersulit,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Setara Institute Bonar Tigor Naipospos menyarankan agar pemerintah pusat melakukan pemutihan. “Semua gereja baik yang memiliki IMB atau tidak dianggap legal,” katanya kepada ucanews.com seusai konferensi pers.

“Harus ada pemutihan. Kalau tidak persoalannya akan menjadi berlarut-larut karena isu ini kan dipakai oleh kelompok intoleran untuk tujuan yang lebih luas,” tegasnya.

Katharina R. Lestari, Jakarta

Foto: kabar24.com

 

 

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulil: Umat Muslim yang percaya kata 'Allah' hanya untuk Islam adalah 'keliru'
  2. Sinode berakhir dengan mempertegas ajaran Gereja
  3. Uskup Peraih Nobel Perdamaian doakan Jokowi-JK dalam Surat Terbuka
  4. Menara Pohon Natal yang dibenci Korut telah dibongkar
  5. Vatikan mengumumkan jadwal perjalanan Paus Fransiskus ke Turki
  6. Para kardinal bahas penderitaan orang Kristen di Timur Tengah
  7. Jokowi-JK bersumpah pegang teguh UUD 1945
  8. PGI Papua: Gereja tak pernah berpihak pada separatis
  9. Paus Fransiskus menyerukan penghapusan hukuman mati dan penjara seumur hidup
  10. Tiga pendeta dihukum 6 tahun penjara di Iran
  1. Paus Fransiskus menyerukan penghapusan hukuman mati dan penjara seumur hidup
  2. Kendurenan awali Konggres Persaudaraan Sejati Lintas Iman
  3. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  4. Polri adakan program Sekolah Toleransi dan Klinik Pancasila
  5. Cegah terorisme, BNPT datangi kampus-kampus di seluruh Indonesia
  6. 70 ribu anak dihukum di LP umum
  7. Suster Canossian di Singapura merayakan 120 tahun
  8. PGI Papua: Gereja tak pernah berpihak pada separatis
  9. Vatikan mengumumkan jadwal perjalanan Paus Fransiskus ke Turki
  10. Menara Pohon Natal yang dibenci Korut telah dibongkar
  1. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  2. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  3. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
  4. Bukan saja tidak mendiskriminasi keberadaan agama (yang ada sekarang) tetapi jug...
    Said on 2014-10-07 08:28:00
  5. Yang berbelaskasih menghadapi ahli hukum gereja.. mengingatkan pada Yesus yang m...
    Said on 2014-10-07 08:08:00
  6. Masuk penjara seperti Santo Paulus, demi keadilan dan kerajaan Allah.. syukur bu...
    Said on 2014-10-07 07:52:00
  7. Sangat disayangkan, tidak dimuat apa masalah pokoknya, apa saja yang dituduhkan...
    Said Brian Susanto on 2014-10-07 07:13:00
  8. Konflik sepihak itu (kan tidak ada yang membalas kalau dari kalangan Kristen), s...
    Said on 2014-10-01 14:52:00
  9. Kita semua tertipu. Yang dikira dapat dipercayai pemerintahan yang baik ternyat...
    Said on 2014-09-30 10:19:00
  10. @donotchangemyname: baca dokumen2 Gereja yg terkait dgn hal tsb. Prinsip dan huk...
    Said Antonio on 2014-09-27 01:06:00
UCAN India Books Online