UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Manusia boleh berprediksi, Tuhan yang menentukan

25/03/2013

Manusia boleh berprediksi, Tuhan yang menentukan thumbnail

 

Pada Misa perdana di Lapangan Santo Petrus pada hari Selasa, Paus Fransiskus meminta tiga orang mengambil tempat duduk di barisan depan bersama para kepala negara dan para pangeran.

José María del Corral, seorang guru yang meluncurkan program antaragama bagi para siswa, Sergio Sanchez, yang bekerja dengan warga kumuh di Buenos Aires, Argentina untuk membantu mereka mendaur ulang limbah, dan Suster Ana Rosa Sivori yang telah mengenal Jorge Kardinal Bergoglio selama puluhan tahun dan ia diundang Kardinal Bergoglio untuk pelantikannya secara resmi sebagai Paus Fransiskus.

Dari tiga orang tersebut, Suster Ana Rosa mungkin adalah seorang yang mengetahui lebih baik tentang Kardinal Bergoglio.

Suster Ana Rosa adalah seorang misionaris di Thailand selama 46 tahun bersama Kongregasi Suster-Suster Putri Bunda Maria Pembantu Orang Kristen (cabang religius wanita dari Salesian).

Dia mengatakan Paus Fransiskus sebenarnya adalah sepupu dan telah mengenal dia sejak dia masih kecil.

“Kakek ibu saya dan kakek ibunya adalah saudara,” katanya kepada ucanews.com dari markas ordo religiusnya di Roma. “Dia lebih tua dari saya dan di seminari ketika saya mulai  menjadi seorang misionaris, dan kami sering bertemu.”

Sejak itu, mereka mulai bertemu setiap kali ia mengunjungi Argentina, dan kardinal itu sering memberikan buku kepada dia.

“Kami sangat akrab, kami berbicara tentang panggilan, kehidupan beragama, dan sebagainya.”

Suster Ana Rosa mengatakan bahwa ketika ia tiba di Roma dan bertemu sepupunya, kini Paus Fransiskus, ia menanyakan seperti yang selalu dilakukannya dalam dekade terakhir “Apa yang Anda lakukan di sini?”

“Seperti biasa”, ia menambahkan, “ia meminta doa.”

Dia mengatakan paus baru itu adalah orang yang sederhana dan rendah hati karena ia tidak ingin menjadi pusat perhatian. “Dia selalu hidup seperti orang miskin.”

Tahun 2005, Kardinal Bergoglio dilaporkan menjadi saingan utama dengan Joseph Kardinal Ratzinger untuk pemilihan paus.

Tapi kali ini, menurut Suster Ana Rosa, Kardinal Bergoglio datang ke Roma merasa “aman,” dan berpikir bahwa ia terlalu tua untuk dipilih oleh para kardinal lainnya sebagai Paus.

“Ketika saya mendengar berita itu, saya terkejut. Ia tidak suka berbicara. Tapi, saya juga senang karena Gereja milik Tuhan dan telah melampaui semua prediksi manusia.”

Setelah mendengar pemilihan Kardinal Bergoglio, dia meminta suster kepala jika dia bisa datang ke Roma untuk menghadiri Misa pelantikan sepupunya – dan akhirnya ia duduk di barisan depan di Lapangan Santo Petrus saat Misa pelantikan.

Di Thailand sejak tahun 1966, ia tinggal di Bangkok dan kini menjadi wakil sebuah komunitas besar di Udon Thani, Thailand bagian timur laut, di mana ia mengawasi sekolah kejuruan dengan lebih dari 2.400 siswa.

Sumber: ‘The first shall become last, and the last first’

 

  • Yulius Siantar Man

    We love you pope!

  • franstantri dharma

    Fransiskus Asisi lahir kembali dalam diri Paus yg sederhana ini. Mari kita saling mendoakan, agar Gereja semakin kuat bersuara tentang keadilan bagi orang-orang miskin..

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Kenapa Pria Modern Perlu Belajar dari Santo Yosef?
  2. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  3. Jelang prosesi Jumat Agung di Larantuka, rumah warga jadi "home stay"
  4. 10 Pelajaran Dari Kesuksesan Singapura Bersama Lee Kuan Yew
  5. Ajaran membunuh di Buku Agama tak ada dalam Alquran, kata Syaffi Maarif
  6. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  7. Kenangan Jo Seda sang tokoh pendiri Unika Atma Jaya
  8. Ketakutan dan kemarahan orang Kristen menyusul pemboman gereja di Pakistan
  9. Menteri Anies: Tarik buku agama ajarkan membunuh kafir
  10. Polisi India menangkap pelaku perkosaan biarawati
  1. Setengah juta orang dukung petisi online membebaskan Asia Bibi
  2. Renungan Hari Minggu Palma bersama Pastor Bill Grimm
  3. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  4. Kenangan Jo Seda sang tokoh pendiri Unika Atma Jaya
  5. OASE: Agama sering jadi monster perampas HAM
  6. Polisi India menangkap pelaku perkosaan biarawati
  7. Uskup ingatkan umat terkait penyaliban diri pada Jumat Agung
  8. Ratusan tunawisma diundang Vatikan untuk makan malam dan tour ke museum
  9. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  10. Pemerintah didesak revisi UU Kebebasan Berbicara dan Berkumpul untuk melawan ISIS
  1. Online atau off-line kan sama haramnya... ?...
    Said on 2015-03-26 05:49:00
  2. Dahulu hukuman kepada anak, menulis dengan tangan beberapa ratus kali suatu kali...
    Said on 2015-03-24 07:53:00
  3. 1.mestinya tulisan ttg ajaran suatu agama perlu ada imprimatur/editing akhir seb...
    Said maryonobernardus on 2015-03-24 07:35:00
  4. Inilah harus diingat oleh pemerintah tentang hukuman mati: 1) menghukum mati seo...
    Said on 2015-03-24 07:15:00
  5. Untuk Indonesia, mengingat banyaknya krimiminalitas, serta tidak sebanyak orang ...
    Said on 2015-03-14 08:05:00
  6. Long live minister Jonan ...
    Said Ye Bambang Tri on 2015-03-14 06:55:00
  7. Menurut saya untuk Indonesia, jika benar semua agama yg sah berada di Indonesia ...
    Said Ambrosius Wahono on 2015-03-13 09:55:00
  8. Menghitung orang mati karena narkoba? Sepuluh atau limapuluh tidak ada beda - m...
    Said on 2015-03-13 07:15:00
  9. Dalam hal ini nampak bukan saja ketegasan, tetapi lebih lebih adalah kesombongan...
    Said on 2015-03-13 07:00:00
  10. Presiden ini tidak akan mampu menyelamatkan TKI dari eksekusi mati! Yang di depa...
    Said on 2015-03-13 06:43:00
UCAN India Books Online