UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Ratusan orang berdoa untuk para tahanan yang dibunuh

25/03/2013

Ratusan orang berdoa untuk para tahanan yang dibunuh thumbnail

Aksi di Bundaran Hotel Indonesia (Foto: Siktus Harson)

 

Sekitar 500 orang bergabung dalam aksi damai pada hari Minggu malam di Jakarta, menuntut pemerintah dan polisi untuk menyelidiki kematian empat tahanan, yang diduga ditembak oleh tentara pada Sabtu di Lapas Cebongan, provinsi Yogyakarta.

Keempat tahanan itu adalah Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, Hendrik Angel Sahetapi dan Yohanes Juan Manbait, semua dari provinsi Nusa Tenggara Timur, ditembak mati pada Sabtu pagi sementara mereka dan  tahanan lainnya sedang tidur.

Mereka terkait dengan kematian seorang anggota Kopassus yang terlibat dalam perkelahian di Cafe Hugo di Yogyakarta, Selasa.

Para demonstran yang menamakan diri Solidaritas untuk Korban Pembunuhan Yogyakarta membawa lilin beryala dan poster-poster, yang antara lain mengatakan “hentikan membunuh warga sipil”, “selidiki pembunuhan Yogyakarta sekarang! “Presiden, setelah mereka, siapa lagi?”

Seorang pendeta dan beberapa aktivis bergantian dalam menyampaikan orasi dan doa.

“Kami mendesak para aparat penegak hukum  segera menyelidiki insiden tersebut dan membawa para pelaku pembunuhan ke pengadilan. Jangan biarkan hukum rimba terus di negeri ini,” kata koordinator unjuk rasa Yoyarib Mau.

“Ini telah menciptakan kekacauan di kalangan masyarakat sipil,” tambahnya.

Selama demonstrasi itu, para demonstran juga melakukan aksi teatrikal, dengan membawa peti mati mengeliling bundaran  Hotel Indonesia dengan nama-nama korban, menunjukkan  kesedihan mendalam atas pembunuhan itu.

“Saya berada di sini bukan karena korbannya berasal dari Nusa Tenggara Timur. Saya berada di sini karena ada kejahatan terhadap kemanusiaan, terhadap warga sipil,” kata Sarah Leri Mboeik, seorang anggota DPD RI dari provinsi Nusa Tenggara Timur, dalam orasinya selama aksi itu.

Menurut laporan media, 17 pria bersenjata masuk ke dalam Lapas Cebongan pada  Sabtu pagi. Dengan kepala dan wajah tertutup, mereka melompat pagar penjara, kamera pengintai (CCTV) dirusak dan penjaga penjara diintimidasi dengan todongan senjata untuk menunjukkan kepada mereka ruangan dari empat tahanan dan membunuh mereka.

Insiden ini segera disiarkan di televisi, media cetak dan elektronik pada akhir pekan, sebagian besar media mengait kasus tersebut atas keterlibatan TNI.

Pangdam Diponegoro Mayor Jenderal Hardiono Saroso membantah keterlibatan anggota TNI dalam penembakan di penjara tersebut.

“Intinya adalah serangan itu dilakukan oleh kelompok bersenjata tak dikenal. Saya yakin bahwa tidak ada anggota saya yang terlibat,” katanya kepada media pada akhir pekan lalu.

Sementara itu Hendardi, direktur eksekutif Setara Institute, mengatakan dalam pesan singkat kepada ucanews.com  bahwa melihat motif dan sasaran korban yang diserang, patut diduga kuat lakukan bahwa penyerang itu dilakukan oleh  anggota atau oknum Kopassus.

Dia kemudian mengatakan bahwa penyelidikan menyeluruh harus dilakukan pada anggota TNI, sebaiknya oleh tim investigasi eksternal, bukan dari dalam militer sendiri.

“Berkaca kasus-kasus serupa, brutalitas anggota TNI tidak cukup hanya diserahkan penyelidikan pada internal TNI apalagi kepolisian jelas tidak punya akses dan mentalitas untuk menyidik anggota TNI,” kata Hendardi.

Jenazah para korban hari ini telah diterbangkan ke Kupang.

Sumber: Hundreds pray for killed prisoners

  • http://twitter.com/azmadi77 RockStar

    Hanya di negeri para bedebah dimana preman dan koruptor di bela.. WhatEvalah #AutopilotCountry #RandomCountry

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. KWI: Hukum untuk melindungi kehidupan, bukan menghilangkan kehidupan
  2. Sikap PMKRI tak hadiri undangan Watimpres dapat sanjungan
  3. Umat Kristiani India mengungkapkan keterkejutan terkait serangan gereja
  4. Keadilan sulit dipahami terkait pembunuhan para aktivis lingkungan
  5. Penganiayaan orang Kristen di Zhejiang lebih parah dari data sebelumnya: China Aid
  6. Politisi Hong Kong berkomentar 'rasis' terhadap PRT
  7. Presiden Jokowi tutup KAA, kecam terorisme atas nama agama
  8. Otoritas Malaysia desak pemimpin Gereja memasang kembali salib
  9. Menag masih persoalkan batasan agama RUU PUB
  10. NIIS dan Janji Surga
  1. KWI: Hukum untuk melindungi kehidupan, bukan menghilangkan kehidupan
  2. Kisah tentang penderitaan keluarga Mary Jane di Filipina
  3. Petisi online, selamatkan korban human trafficking Mary Jane
  4. Setelah Katolik Center, Maluku akan bangun Buddha dan Hindu Center
  5. Umat Katolik harus tanam pohon sebelum menerima Sakramen Baptis dan Sakramen Perkawinan
  6. Indahnya arsitektur berbagai rumah ibadah di Medan
  7. Penutupan sekolah yang dikelola Gereja di Bangladesh menimbulkan pertanyaan
  8. Keluarga dan diplomat ajukan PK terakhir untuk menyelamatkan terpidana mati kasus narkoba
  9. NIIS dan Janji Surga
  10. Gereja Armenia memberikan gelar orang kudus korban genosida
  1. Terlalu banyak TKI yang nasibnya dihukum mati. Apa gerangan yang mereka lakukan...
    Said on 2015-04-16 20:46:00
  2. Sepertinya orang "Rimba" Jambi tidak mempunyai nama lain? Tidak masuk sensus? T...
    Said on 2015-04-14 09:11:00
  3. Nasib mereka bergantung di benang sutra.. karena getolnya para jaksa penuntut......
    Said on 2015-04-11 09:21:00
  4. Menteri dalam kasus ini harus gebrak meja! Beliau terlalu manis.....
    Said on 2015-04-11 09:13:00
  5. Semoga bagi para pengungsi merasa terhibur dan perhatian dari Paus Fransiskus me...
    Said on 2015-04-09 06:01:00
  6. Kalau sampai pada vonis hukuman mati, diam saja ya, tidak perlu menentangnya....
    Said on 2015-04-03 08:59:00
  7. Apakah waktunya setiap perempuan membawa rotweiler kalau bepergian??...
    Said on 2015-04-03 08:55:00
  8. Terima kasih untuk bantuannya... semoga aman saja....
    Said on 2015-04-03 08:50:00
  9. Domba tidak bisa mengerti apa maunya serigala... Siapa menulis buku sejahat itu ...
    Said on 2015-04-03 08:43:00
  10. Yang tidak tertarik juga tidak akan membacanya.....
    Said on 2015-04-02 15:28:00
UCAN India Books Online