Caritas Bandung bantu korban tanah longsor

26/03/2013

Caritas Bandung bantu korban tanah longsor thumbnail

 

Caritas Bandung sore ini menyalurkan bantuan kepada para korban tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat Senin (25/3) pagi.

Tanah longsor yang terjadi akibat hujan lebat itu mengubur sembilan rumah. Sedikitnya sembilan orang tewas dan delapan lainnya hilang. Satu orang ditemukan tewas tertimpa bangunan yang roboh.

“Kemarin kami melakukan assessment sampai malam. Nanti sore kami distribusi kebutuhan dasar seperti makanan kering, pasta gigi, sabun, selimut dan sarung,” kata Salomo Marbun, koordinator program dari Caritas Bandung, kepada ucanews.com Selasa (26/3) pagi.

Ia mengatakan bahwa 17 keluarga, atau 76 orang, harus meninggalkan rumah mereka yang terletak persis di bawah bukit yang longsor dan tinggal di sebuah sekolah milik pemerintah.

“Jadi kami fokus ke mereka dulu,” lanjutnya.

Ia juga mengakui bahwa lokasi tanah longsor sulit dicapai. “Kami harus naik mobil sejauh enam kilometer menuju ke atas. Jika hujan jalanan licin,” katanya.

Namun ia menegaskan bahwa Caritas Bandung akan menyalurkan lebih banyak bantuan jika assessment selesai.

Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan sebanyak 150 orang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, TNI dan relawan melanjutkan pencarian atas korban yang hilang pagi tadi.

“Tanggap darurat sampai tujuh hari, terhitung mulai kemarin,” katanya kepada ucanews.com.

Ia menambahkan bahwa para korban yang kehilangan rumah saat ini tinggal di rumah milik saudara mereka atau tempat-tempat yang aman.

Katharina R. Lestari, Jakarta

Berita terkait: Nine dead, others missing in landslide

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online