UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Temuan mengejutkan Komnas HAM di Lapas Cebongan

28/03/2013

Temuan mengejutkan Komnas HAM di Lapas Cebongan thumbnail

Aksi damai untuk para korban di LP Cebongan digelar di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta (Foto: Siktus Harson)

 

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang memulai penyelidikan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta menemukan kesaksian yang mengejutkan dalam eksekusi empat tahanan yang tewas Sabtu pekan lalu. Sebanyak 31 tahanan di blok A 5 yang menyaksikan eksekusi itu dipaksa tepuk tangan oleh penembak.

“Ya, mereka dipaksa eksekutor itu untuk tepuk tangan setelah ia menembak mati empat tahanan,” kata penyidik Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Mimin Dwi Hartono di Cebongan, kemarin, sebagaimana diberitakan Koran Tempo, Rabu, 27 Maret 2013.

Sumber Tempo di Cebongan menyebutkan, saat tepuk tangan, ada salah satu tahanan yang teriak “hidup Kopassus!” Teriakan itu membuat eksekutor marah.”Siapa yang teriak? Saya tembak kamu!” kata sumber menirukan ucapan eksekutor.

Empat tahanan yang ditembak adalah Hendrik Angel Sahetapy (Deki), Adrianus Candra Galaga (Dedi), Yohanis Juan Mambait, Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu (Adi). Mereka diduga dihabisi terkait kasus penganiayaan anggota Komando Pasukan Khusus TNI AD, Sersan Satu Santoso, di Hugo’s Cafe, Yogyakarta, tiga hari sebelumnya.

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Siti Noor Laila mengatakan pihaknya akan bertemu dengan satuan Kopassus Kandang Menjangan terkait kasus penyerbuan itu. “Kami sudah sampaikan surat untuk bertemu Kopassus,” kata Siti kemarin. Namun, Siti mengatakan tak mau menyimpulkan secara dini adanya keterlibatan Kopassus dalam peristiwa tersebut.

Selain bertemu dengan Kopassus, Komnas HAM juga akan berkordinasi dengan Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta. “Kami hanya akan menyelidiki indikasi pelanggaran HAM dalam kasus ini,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Penerangan Kopassus Mayor Susilo menyatakan pihaknya akan menindak tegas anggotanya jika terlibat kasus penyerangan ke Lapas Cebongan. Hingga kini, Kopassus mengklaim belum ada bukti keterlibatan mereka. “Kami masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” kata Susilo.

Reaksi keras terhadap kasus ini juga ditunjukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Melalui Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga, Presiden menyatakan bahwa pembunuhan brutal terhadap empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan adalah serangan langsung pada kewibawaan negara. Pembunuhan tersebut juga menghasilkan ancaman serius terhadap rasa aman publik. “Serangan itu juga memporakporandakan kepercayaan umum terhadap supremasi hukum di republik ini,” kata Daniel melalui pesan singkat kemarin.

Sementara itu, untuk mengungkap kasus ini, Mabes Polri menerjunkan Detasemen Khusus 88 Antiteror. “Semua sumber daya di Polri dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk melakukan pengungkapan kasus itu,” kata juru bicara Markas Besar Polri Boy Rafli Amar Jakarta, kemarin.

Menurut Boy, polisi akan bekerja maksimal dalam pengungkapan kasus yang menewaskan empat tahanan itu. Mereka akan berupaya keras mengumpulkan fakta yang lebih akurat. “Pekerjaan ini tidak mudah,” kata Boy. “Bisa saja informasi akurat didapat di tempat lain, yang katakanlah terkait dengan orang-orang yang mirip dengan yang dijelaskan di TKP.”

  • http://www.facebook.com/nikolaus.ngao Nikolaus Ngao

    kepada empat tahanan di Lapas Cebongan menjadi atensi seluruh anak bangsa sementara kematian 4 bocah tak berdosa di Batam tidak mendapat simpati dari anak negeri termasuk Presiden SBY

  • Yulius Siantar Man

    jangan sampai ada pembelaan kepada pelaku pembunuhan. jika terbukti bersalah,selesailah sudah kepercayaan publik kepada pemerintah Indonesia.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Sikap PMKRI tak hadiri undangan Watimpres dapat sanjungan
  2. Keadilan sulit dipahami terkait pembunuhan para aktivis lingkungan
  3. Penganiayaan orang Kristen di Zhejiang lebih parah dari data sebelumnya: China Aid
  4. Presiden Jokowi tutup KAA, kecam terorisme atas nama agama
  5. Otoritas Malaysia desak pemimpin Gereja memasang kembali salib
  6. Menag masih persoalkan batasan agama RUU PUB
  7. NIIS dan Janji Surga
  8. Keluarga dan diplomat ajukan PK terakhir untuk menyelamatkan terpidana mati kasus narkoba
  9. Gereja Armenia memberikan gelar orang kudus korban genosida
  10. 150 tahun kedatangan misionaris ke Tiongkok dirayakan di Belgia
  1. KWI: Hukum untuk melindungi kehidupan, bukan menghilangkan kehidupan
  2. Kisah tentang penderitaan keluarga Mary Jane di Filipina
  3. Petisi online, selamatkan korban human trafficking Mary Jane
  4. Setelah Katolik Center, Maluku akan bangun Buddha dan Hindu Center
  5. Umat Katolik harus tanam pohon sebelum menerima Sakramen Baptis dan Sakramen Perkawinan
  6. Indahnya arsitektur berbagai rumah ibadah di Medan
  7. Penutupan sekolah yang dikelola Gereja di Bangladesh menimbulkan pertanyaan
  8. Keluarga dan diplomat ajukan PK terakhir untuk menyelamatkan terpidana mati kasus narkoba
  9. NIIS dan Janji Surga
  10. Gereja Armenia memberikan gelar orang kudus korban genosida
  1. Terlalu banyak TKI yang nasibnya dihukum mati. Apa gerangan yang mereka lakukan...
    Said on 2015-04-16 20:46:00
  2. Sepertinya orang "Rimba" Jambi tidak mempunyai nama lain? Tidak masuk sensus? T...
    Said on 2015-04-14 09:11:00
  3. Nasib mereka bergantung di benang sutra.. karena getolnya para jaksa penuntut......
    Said on 2015-04-11 09:21:00
  4. Menteri dalam kasus ini harus gebrak meja! Beliau terlalu manis.....
    Said on 2015-04-11 09:13:00
  5. Semoga bagi para pengungsi merasa terhibur dan perhatian dari Paus Fransiskus me...
    Said on 2015-04-09 06:01:00
  6. Kalau sampai pada vonis hukuman mati, diam saja ya, tidak perlu menentangnya....
    Said on 2015-04-03 08:59:00
  7. Apakah waktunya setiap perempuan membawa rotweiler kalau bepergian??...
    Said on 2015-04-03 08:55:00
  8. Terima kasih untuk bantuannya... semoga aman saja....
    Said on 2015-04-03 08:50:00
  9. Domba tidak bisa mengerti apa maunya serigala... Siapa menulis buku sejahat itu ...
    Said on 2015-04-03 08:43:00
  10. Yang tidak tertarik juga tidak akan membacanya.....
    Said on 2015-04-02 15:28:00
UCAN India Books Online