UCAN Indonesia Catholic Church News

Prosesi Jalan Salib dengan nuansa Tana Toraja

29/03/2013

Prosesi Jalan Salib dengan nuansa Tana Toraja thumbnail

 

Ribuan umat Katolik di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, mengikuti prosesi Jalan Salib pada ibadah Jumat Agung, Jumat (29/3/2013).

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, prosesi Jalan Salib ini diwarnai dengan budaya Tana Toraja. Ribuan orang dari berbagai stasi se-Tana Toraja memadati Alun-alun Makale. Pada prosesi itu, mereka mengarak salib yang diletakkan di atas letton atau tandu di jalan-jalan utama Kota Makale.

Prosesi jalan salib kali ini digelar dengan balutan budaya Toraja yang disebut “Rambu Solo”. Selain prosesi rambu solo, juga dihiasi dengan tari perang, memikul babi dan juga membawa hasil panen dari kebun.

Dalam prosesi ini juga terlihat kain merah sepanjang 1000 meter dibentangkan untuk jemaat yang berjalan di bawa kain sambil melantunkan lagu-lagu pujian. Kain merah itu merupakan simbol darah Yesus yang tumpah untuk umat manusia.

Prosesi yang dipimpin Pastor Alberth Arlinan itu berlangsung khidmat. Sejumlah anggota jemaat bahkan terlihat meneteskan air mata.

Dalam pesannya, Alberth mengutarakan harapannya bahwa peringatan kesengsaraan Yesus Kristus atau jumat agung yang mengangkat tema wujudkan kesejahteraan dapat jadi pembaharuan umat Katolik dalam menghadapi berbagai rintangan.

Sumber: kompas.com

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Umat Katolik diminta ambil bagian dalam reformasi Paus Fransiskus
  2. Uskup Tiongkok berusia 89 tahun pimpin protes pembongkaran salib
  3. Tantangan dan masa depan kaum religius di Asia Tenggara
  4. Sekularisme, kemajuan teknologi pengaruhi panggilan religius di Asia Timur
  5. Uskup: Kunjungan Paus ke Korea Selatan masih berdampak
  6. Pertemuan JESCOM Asia-Pasifik ke-15 di Australia
  7. Presiden: Toleransi penting bagi bangsa yang majemuk
  8. Ahok: Pertemuan lintas agama penting mengatasi prasangka buruk
  9. Polisi Filipina serang pengungsi di gereja
  10. Khatib dan pendeta diharapkan hindari khotbah provokatif
  1. Pertemuan JESCOM Asia-Pasifik ke-15 di Australia
  2. Paroki harus manfaatkan FKUB
  3. Tahun ini 100.000 pengguna narkoba akan direhabilitasi
  4. Yesuit bantu sekolah rusak akibat gempa di Nepal
  5. Pemimpin Gereja sambut baik pembebasan pria Kristen terkait penghujatan
  6. RIP, Uskup Emeritus Prajasuta MSF wafat
  7. Gereja Katolik harus ‘semakin berani bersuara’ soal perubahan iklim: KWI
  8. Selama liburan Paus Fransiskus pilih bersantai di kediamannya
  9. Mengenakan kerudung dan salib, biarawati ini dilarang ikut ujian
  10. Lembaga kemanusiaan kecam pemblokiran bantuan untuk pengungsi
  1. Pemerintah terus mengundang investor - dan tentu akan memberi izin untuk itu. S...
    Said on 2015-07-29 07:50:00
  2. Negara Cina tidak mau menjadi warga bumi yang mudah bergaul..sepanjang masa. Ama...
    Said on 2015-07-25 08:12:00
  3. Papua itu besar, jauh di perbatasan, kurang peminat yang mau berdedikasi di desa...
    Said on 2015-07-25 08:01:00
  4. Yang salah ya salah dan harus masuk penjara. Jangan anggap enteng percikan api ....
    Said on 2015-07-24 08:25:00
  5. Sayang anak itu alami (kekerasan itu abnormal).. tapi kalau pemerintah mulai kew...
    Said on 2015-07-24 08:16:00
  6. Kalau masyarakat mau mengatur seenaknya, untuk apa ada bupati, DPRD dsb.? Merek...
    Said on 2015-07-24 08:04:00
  7. Benar, harus tertib pada aturan dan tata kota. Semoga dimengerti sebelum ditind...
    Said on 2015-07-24 07:49:00
  8. Apa sebabnya Cina soal agama bersikap sangat terbelakang? Tidak cocok dengan ke...
    Said on 2015-05-26 10:35:00
  9. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  10. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
UCAN India Books Online