UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Puluhan pendeta tuntut bupati Bekasi bertanggung jawab

02/04/2013

Puluhan pendeta tuntut bupati Bekasi bertanggung jawab thumbnail

Bupati Neneng Hasanah bersama para pendeta

 

Puluhan pendeta dari berbagai denominasi Gereja, kemarin melakukan aksi damai dengan mendatangi Bupati Bekasi Neneng Hasanah untuk meminta pertanggungjawaban atas penyegelan dan penutupan beberapa gereja di wilayah tersebut.

Pertemuan antara 30 pendeta bersama umat Kristiani dengan Bupati Bekasi Neneng menemui jalan buntu. Bupati itu justru meninggalkan para pendeta di tengah pertemuan.

Pertemuan itu sedianya akan membahas pelarangan pendirian rumah ibadah umat Kristiani di Bekasi terkait dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Para pendeta mempertanyakan nasib beberapa gereja yang sejak 2005 disegel dan dibongkar paksa.

“Kami kan menyampaikan keprihatinan dan menanyakan kepada beliau terkait kasus penyegelan dan penghancuran bangunan HKBP Taman Sari di Setu, Bekasi dan beberapa gereja lainnya,” kata Pendeta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kayu Tinggi, Erwin Marbun, yang mengikuti pertemuan itu.

“Ini kan mau buka rumah ibadah, namun lama prosesnya mendapatkan IMB. Kalau Kekristenan dianggap sebagai agama pendatang, maka yang berhak bicara adalah agama-agama asli sini seperti Sunda Wiwitan, karena enam agama besar di Indonesia semua agama pendatang,” tambahnya.

Menurut dia, pertemuan itu digelar untuk menyikapi maraknya pelarangan pembangunan gereja dengan dalih tidak ada IMB.

 

Pendeta Erwin menegaskan, aksi pelarangan berdalih IMB sudah berlangsung di tiga periode Bupati yang berbeda.

“Kebanyakan jemaat yang memiliki rumah ibadah yang disegel, dirubuhkan dan dirusak itu masih dalam taraf mengajukan IMB. Gereja-gereja itu antara lain HKBP Philadephia dan terakhir di Setu,” ujar Pendeta Erwin.

Pendeta Erwin juga mengatakan dalam pertemuan dengan Bupati Bekasi akan dibahas soal nasib pendeta Palti Panjaitan dari HKBP Filadelfia yang dijadikan tersangka oleh Kepolisian.

Pendeta Palti dituduh melakukan penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan. Pelapornya adalah pemimpin massa intoleran, Abdul Azis.

Hingga saat ini setidaknya ada lima gereja yang disegel dan dibongkar padahal disaat yang bersamaan proses perizinan sedang berjalan. Gereja-gereja tersebut adalah Gereja Kristen Indonesia (Gekindo), GpdI El Shaddai, HKBP Getsemani Jatimulya, HKBP Filadelfia di Tambun dan terakhir HKBP Setu Tamansari.

Foto: beritabekasi.co dan detik.com

 

  • Jenny Marisa

    Bisa dimengerti, sang bupati meninggalkan para pendeta, sebabnya dia takut ditobatkan!! Tenaga dalam 30 pendeta..

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. India menyambut gembira terkait berita Ibu Teresa akan dikanonisasi
  2. Kisah budidaya rumput laut dari Papua
  3. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  4. Perspektif Katolik tentang perubahan iklim dan pertumbuhan ekonomi
  5. Waspadalah terhadap terorisme 'bersarung tangan putih', kata Paus kepada biarawati dari Tanah Suci
  6. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  7. Kanonisasi dua biarawati asal Palestina mendorong perdamaian
  8. Disambut, tapi hidup dalam ketidakpastian
  9. Ratusan mahasiswa tolak transmigrasi di Kalimantan
  10. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  1. Renungan Hari Raya Pentakosta bersama Pastor Bill Grimm
  2. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  3. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  4. Perspektif Katolik tentang perubahan iklim dan pertumbuhan ekonomi
  5. Jumlah umat Katolik kecil di Tibet mungkin dipengaruhi komunis Tiongkok
  6. Tokoh agama: hadapi pengungsi Rohingya, utamakan aspek kemanusiaan
  7. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  8. Kisah budidaya rumput laut dari Papua
  9. Indonesia dan Malaysia sepakat bantu imigran Rohingya
  10. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  1. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  2. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  3. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  4. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  5. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  6. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  7. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
  8. Raul harus cepat saja kembali... beliau sudah lansia......
    Said on 2015-05-12 07:07:00
  9. Datang dari Jakarta tentu harus bawa kado.. Lain kali ke Papua saya harap mereka...
    Said on 2015-05-12 06:58:00
  10. Ada baiknya dalam bulan Mei kita berdoa melalui Ratu Segala Bangsa, untuk perlin...
    Said on 2015-05-12 06:49:00
UCAN India Books Online