13 siswa tewas akibat sekolah terbakar

03/04/2013

13 siswa tewas akibat sekolah terbakar thumbnail

 

Kebakaran di sebuah sekolah Islam di Yangon, Myanmar  telah menewaskan 13 siswa, kata para pejabat Selasa.

Pihak berwenang mengatakan kebakaran tersebut disebabkan oleh hubungan arus pendek.

“Akibat korsleting listrik di sekolah itu yang memicu terjadinya kebakaran,” demikian laporan radio yang dikelola pemerintah.

Warga Muslim setempat awalnya takut kebakaran itu disengaja dan dikaitkan dengan kekerasan sektarian pekan lalu di kota-kota lainnya yang menewaskan puluhan orang.

Polisi anti huru hara dikerahkan ke lokasi kebakaran tersebut karena hampir 150 orang berkumpul di dekat gedung yang terletak di sebelah timur kota itu. Kemudian tentara juga dikerahkan di sekitar kompleks itu yang mencakup sebuah masjid, sekolah dan asrama.

Lebih dari 70 siswa berada di sekolah itu saat kebakaran terjadi sekitar pukul o2.00, kata Juru Bicara Kepolisian Thet Lwin kepada Associated Press.

Sebagian besar anak lolos dari gedung itu melalui pintu dan polisi terpaksa mendobrak pintu, katanya. Pintu lain tampaknya telah dikunci.

Sebanyak 13 siswa yang tewas akibat terjebak dan sebagian besar meninggal karena menghirup asap, katanya.

Daerah dimana sekolah itu terletak memiliki populasi Muslim yang signifikan. Banyak dari mereka mengatakan bahwa mereka kini hidup dalam ketakutan dan kecemasan karena kekerasan anti-Muslim yang tersebar di seluruh negeri itu. Beberapa percaya bahwa kebakaran itu adalah serangan anti-Muslim.

“Saya tidak berpikir kesalahan listrik bisa menewaskan 13 siswa,” kata Aung Naing Oo, seorang pekerja Muslim untuk sebuah badan bantuan Malaysia.

“Tapi, kami akan menunggu temuan polisi lebih lanjut sebelum membuat kesimpulan.”

Menurut televisi pemerintah, sebuah komite telah dibentuk termasuk pemimpin Islam untuk menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.

Sumber: Children die in Islamic school blaze




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online