UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Beata Teresa dibela menyusul berbagai kritikan

03/04/2013

Beata Teresa dibela menyusul berbagai kritikan thumbnail

 

Dia disebut “utusan Kristus,” dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian, dan dibeatifikasi oleh Takhta Suci. Tapi, bagi kebanyakan orang, dia hanya Ibu Teresa, salah satu wanita yang paling dikagumi di zaman modern.

Lahir dengan nama Agnes Bojaxhiu di Makedonia tahun 1910, Beata Teresa menjadi perhatian publik, karena ketika ia melakukan sesuatu, dampaknya sangat mendalam.

Tahun 1969, Malcolm Muggeridge membuat film dokumenter BBC tentang Ibu Teresa, Something Beautiful for God, kini menyusul bukunya yang klasik dengan judul yang sama.

Dalam film dan buku itu, dia mengisahkan rangkaian peristiwa yang menyebabkan wanita Balkan itu terpanggil menjadi biarawati, mendirikan Ordo Religius baru, dan menjadi hamba heroik bagi orang miskin dan sekarat di jalan-jalan Calcutta, India.

Film dokumenter itu membuat orang terharu, dan mengilhami generasi baru, sejumlah orang menjadi anggota Misionaris Cinta Kasih sebagai awam maupun Religius.

Meski banyak hal yang indah dalam kehidupan Ibu Teresa, namun ada sinis yang telah mencoba untuk menjatuhkan reputasinya.

Tahun 1990-an setelah Muggeridge meninggal, Christopher Hitchens meluncurkan serangan agresif kepada Ibu Teresa melalui sebuah film dokumenter dan buku tentang: Hell’s Angel dan The Missionary Position. Film ini tidak mencerminkan kebenaran, dan berhasil menipu banyak orang.

Hell’s Angel menyatakan bahwa Ibu Teresa membela orang miskin merupakan bentuk eksploitasi, sementara film itu tidak pernah mewawancarai siapapun, termasuk orang-orang yang dirawat oleh misionaris itu.

Menghindari orang-orang di pusat pelayanan Ibu Teresa, Hitchens memproduksi filmnya dan membiarkan serangkaian serangan ad hominem dan tuduhan tidak berdasar, karena kurang informasi.

Terkait perjalanan Ibu Teresa ke luar negeri, Hitchens menyatakan: “Dia mungkin atau tidak mungkin menghibur orang yang menderita, dan dia sudah pasti tidak pernah melakukan”, tapi film dokumenter menunjukkan Ibu Teresa melakukan hal itu, mengutuk aborsi.

Hitchens menyatakan terkejut bahwa Ibu Teresa mendorong para korban untuk mengampuni orang-orang yang melakukan kesalahan kepada mereka, yang menurutnya menimbulkan banyak pertanyaan apakah ia menyadari prinsip dasar kekristenan.

Meskipun, berbagai upaya tersebut untuk mengurangi reputasi Ibu Teresa, setelah  15 tahun kematiannya, pesan dan afiliasinya terus berkembang. Tahun 2010, catatan biografi Kathryn Spink, lebih dari 5.000 Misionaris Cinta Kasih melayani di 766 rumah di 137 negara, dan lain 377 bruder aktif bertugas di 68 rumah di 21 negara.

Misionaris Awam Cinta Kasih, sekarang berusia 25 tahun, juga berkembang, yang beroperasi di 50 negara.

Pesannya menyebar luas. Efektivitas pelayanan, dukungan dan kekaguman terhadap dirinya telah terbukti terlalu banyak.

Pada 1 Maret, tiga akademisi Kanada – Serge Larivee, Genevieve Chenard, dan Carole Senechal, merilis sebuah laporan tentang Ibu Teresa, yang memperbaharui kritik. Sebuah siaran pers, berjudul “Mother Teresa: Anything but a Saint.”

Dalam artikel mereka, Serge Larivee dan rekan-rekannya. . . mengutip sejumlah masalah tidak diperhitungkan oleh Vatikan dalam proses beatifikasi Ibu Teresa, seperti “caranya agak meragukan untuk merawat orang sakit, kontak politik dipertanyakan, manajemennya yang mencurigakan terkait dana yang ia terima, dan dia memiliki pandangan dogmatis, khususnya tentang kontrasepsi, aborsi, dan perceraian.”

Para peneliti tersebut menuduh Ibu Teresa mengadakan fasilitas perawatan medis yang tidak memadai, seraya mengatakan dia lebih cinta dengan kemiskinan daripada membantu orang miskin.

Setelah mempelajari laporan 27 halaman dalam bahasa Prancis, saya mencari orang-orang yang telah mengenal Ibu Teresa atau terlibat bersama dia untuk menanyakan tentang tuduhan  tersebut. Salah satu dari mereka mengatakan kepada saya bahwa Ibu Teresa yang disajikan oleh para peneliti Kanada itu tidak benar.

Pastor Peter Gumpel, seorang pejabat Kongregasi Penggelaran Kudus Vatikan, mengatakan kepada saya bahwa kritikan tersebut jauh dari fakta dan perlu ditanggapi secara  serius.

Setiap koreksi, Ibu Teresa dan Tarekat Misionaris Cinta Kasih menunjukkan keterbukaan mereka untuk perubahan yang konstruktif dan perbaikan.

“Waspadalah terhadap cerita-cerita anekdot yang beredar dari orang-orang yang tidak puas atau mereka yang memiliki agenda anti-Katolik,” tambahnya.

Tuduhan penyalahgunaan dana tidak berdasar, bahkan, Beata Teresa  menghabiskan, “sejumlah besar dana” untuk orang miskin, dan ia juga menyumbangkan dana untuk Takhta Suci, yang kemudian disumbangkan kepada rumah sakit Katolik dan kegiatan amal lainnya.

Sumber: Defending Mother Teresa against her bitter critics

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Orang Kristen mulai bergabung melawan ISIS
  2. Paus Fransiskus: Berperilaku buruk adalah manusiawi, tetapi bukan Kristen
  3. Orang Asia masih mengenang dampak kunjungan Paus Fransiskus
  4. Pembongkaran gereja di Cina terus berlanjut
  5. Serikat Guru: Kurikulum 2013 itu celaka 13
  6. Imam Maryknoll yang berani mengadakan berbagai misi ke Korea Utara
  7. Setelah SBY dinilai gagal pelihara kebebasan beragama, kini harapan ada pada Jokowi
  8. Dalam 6 bulan, 2.677 istri di Malang gugat cerai suami
  9. Presiden SBY meresmikan Situs Pekabaran Injil di Papua Barat
  10. Seorang katekis khusus lansia menuai hasil berkat pelayanannya
  1. Argumen “Pro Life” dan “Pro Choice”
  2. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  3. Paus Fransiskus: Berperilaku buruk adalah manusiawi, tetapi bukan Kristen
  4. Orang Kristen mulai bergabung melawan ISIS
  5. Sekjen PBB puji Bhineka Tunggal Ika
  6. Pendeta dihukum 10 tahun di balik jeruji besi
  7. Menag: Gerakan radikalisme Islam ancam keutuhan NKRI
  8. Jokowi bersedia bentuk Pengadilan HAM Ad Hoc
  9. Pemuda dunia bahas persatuan dalam keberagaman di Bali
  10. Tiga usulan SETARA untuk Jokowi-JK dalam penyelesaian HAM
  1. Tiada orang dari golongan apapun yang dilupakannya...Motto untuk Asian Youth Day...
    Said on 2014-07-27 11:04:00
  2. Sebelum pengikut muhammad menyebut "allah", kristen arab sudah menggunakan kata ...
    Said umat on 2014-07-26 06:05:00
  3. sembuhkan!...
    Said tuhan on 2014-07-25 02:51:00
  4. Semestinya bisa dihindarkan. Mengapa suster membiarkan anak itu tinggal sendiri...
    Said on 2014-07-22 07:06:00
  5. Penderitaan mereka mengapa tak kunjung berakhir.. Sudah sampai urgensi, sebaikny...
    Said on 2014-07-22 07:01:00
  6. Jelas kalau Jokowi mempunyai pandangan dan niat yang sama (dengan bapak Uskup). ...
    Said on 2014-07-22 06:54:00
  7. Semakin banyak larangan... mau mempersempit hidup orang yang hanya mau berdoa. ...
    Said on 2014-07-20 08:25:00
  8. Selamat menjalankan tugas baru Mgr...
    Said Adonia Sihotang on 2014-07-19 23:27:00
  9. Sudah terlalu sering terdengar protes atas pernyataan yang menyudutkan islam seb...
    Said pluralis on 2014-07-18 04:28:00
  10. Paus Emeritus Benediktus baru tahun lalu diganti oleh Paus Fransiskus. Beliau t...
    Said on 2014-07-16 08:11:00
UCAN India Books Online