UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Gereja kecam aksi kekerasan di Timika

03/04/2013

Gereja kecam aksi kekerasan di Timika thumbnail

 

Gereja Katolik Keuskupan Timika, Papua, mengecam keras segala aksi kekerasan dan pembunuhan yang terus-menerus terjadi di wilayah itu akhir-akhir ini.

Pastor Paroki Katedral Tiga Raja Timika Pastor Amandus Rahadat  di Timika, Rabu (3/4), mengatakan aksi kekerasan berupa pembantaian dua warga di Sempan bertepatan dengan perayaan Jumat Agung (29/3) lalu sangat memalukan.

Apalagi dua kelompok yang bertikai saat itu adalah sesama warga Suku Kei yang dulu merintis agama Katolik masuk ke wilayah Mimika dan Papua.

“Kelakuan orang Kei di Sempan sangat memalukan,” kata Pastor Amandus, seperti dilansir Antara.

Pastor Amandus merasa prihatin dengan semakin brutalnya orang Kei di Timika. Sejumlah oknum warga Kei terlibat dalam sejumlah kasus seperti penyerangan warga Suku Kamoro di Nawaripi, pemicu bentrok antarkelompok pendulang di Kali Kabur (Sungai Aijkwa) yang menewaskan enam warga dan terakhir terlibat bentrok antarsesama warga Kei yang menewaskan dua warga pekan lalu.

“Saya merasa sangat prihatin. Orang-orang tua Kei di kubur pasti menangis. Dulu orang Kei bawa Injil, kedamaian dan kehidupan di tanah ini. Sekarang orang Kei bawa perang, bentrok dan kematian ke tanah ini,” ujar Pastor Amandus.

Ia mengatakan seharusnya orang Kei di Mimika merasa malu dengan berbagai kelakuan mereka selama ini yang sering meresahkan masyarakat.

Kecaman serupa disampaikan Pastor Deken Mimika-Agimuga yang juga merupakan Pastor Paroki Santo Stefanus Sempan, Pastor Willem Warat Bungan OFM.

Menurut Pastor Willem, umat Katolik di Timika masih banyak yang hidup dalam alam kegelapan terbukti dengan masih terus terjadinya aksi kekerasan, pembunuhan, dan lainnya.

“Kita umat di Sempan menciptakan Golgota baru. Oknum-oknum suku Kei telah mencoreng muka, nama baik dan jasa-jasa para perintis yang membuka daerah Mimika-Agimuga,” kecam Pastor Willem.

Tokoh umat Katolik Sempan John Rettob mengatakan rangkaian perayaan Paskah 2013 di Sempan dan Timika umumnya telah dirusak oleh sekelompok orang Kei melalui aksi kekerasan, pembantaian, pembunuhan dan pembakaran rumah warga.

Lebih ironis lagi, kata John Rettob, kejadian itu hanya beberapa meter di luar gedung Gereja Katolik Santo Stefanus Sempan.

“Ini perbuatan sangat memalukan. Katanya mereka orang Katolik, tetapi perbuatan mereka biadab. Kita sendiri yang menodai perayaan Paskah,” kecam John Rettob.

Sebagai orang Kei kelahiran Kamoro, John Rettob mengaku sangat malu karena para orang tua yang dulunya datang dari Kei ke Mimika untuk membawa Injil tetapi saat ini generasi muda Kei datang membawa malapetaka, bencana dan kekacauan di Timika.

John sepakat dengan Ketua Ikatan Keluarga Kei di Mimika Piet Rafra agar melakukan pendataan kembali warga Kei yang tidak memiliki pekerjaan tetap agar segera dipulangkan ke kampung asal mereka di Maluku Tenggara.

Meski kondisi keamanan di Timika sudah membaik, namun sejumlah aparat kepolisian dari Brimob Detasemen B Polda Papua masih terus disiagakan di kawasan Jalan Busiri Sempan dengan senjata lengkap untuk mengantisipasi terulangnya kembali bentrok sesama warga suku Kei.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Paus Fransiskus: Aborsi, euthanasia adalah dosa
  2. Wapres: Masih banyak pemimpin yang "jual murah" surga
  3. Indonesian Youth Day 2016, KWI berencana undang Paus Fransiskus
  4. Keluarga Kristen Laos diusir setelah menolak meninggalkan iman mereka
  5. Mgr Soegijapranata dan Romo Mangun jadi tokoh kesetaraan Indonesia dalam acara Bandung Lautan Damai
  6. Tiongkok bebaskan Uskup Yujiang setelah enam bulan ditahan
  7. Paus Fransiskus: Anak-anak berhak memiliki ibu dan ayah
  8. Jutaan orang diharapkan akan menghormati relikwi Santo Fransiskus Xaverius
  9. Pelanggaran kebebasan beragama diperparah kebijakan pemerintah
  10. Konferensi Vatikan mencari bahasa baru terkait perkawinan
  1. Wapres: Masih banyak pemimpin yang “jual murah” surga
  2. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  3. Paus Fransiskus adakan undian barang hadiah untuk menggalang dana bagi tunawisma
  4. Forum Keagamaan: Perubahan iklim adalah sebuah masalah moral
  5. Amnesty Internasional kritik UU Penodaan Agama di Indonesia
  6. Belajar Toleran seperti Warga Desa Boro
  7. Unika Atma Jaya sponsori penanaman 55.000 mangrove dengan melibatkan 1.500 relawan
  8. Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan SIGNIS Asia
  9. Jutaan orang diharapkan akan menghormati relikwi Santo Fransiskus Xaverius
  10. Intoleransi masih dibiarkan
  1. Terima kasih banyak Pater..atas kritikan dan sarannya.. Tuhan memberkati....
    Said on 2014-11-10 19:35:00
  2. Artikel berjudul "Paus membuat peraturan terkait pemberhentian dan pengunduran d...
    Said J. Mangkey msc on 2014-11-10 11:59:00
  3. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  4. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  5. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
  6. Bukan saja tidak mendiskriminasi keberadaan agama (yang ada sekarang) tetapi jug...
    Said on 2014-10-07 08:28:00
  7. Yang berbelaskasih menghadapi ahli hukum gereja.. mengingatkan pada Yesus yang m...
    Said on 2014-10-07 08:08:00
  8. Masuk penjara seperti Santo Paulus, demi keadilan dan kerajaan Allah.. syukur bu...
    Said on 2014-10-07 07:52:00
  9. Sangat disayangkan, tidak dimuat apa masalah pokoknya, apa saja yang dituduhkan...
    Said Brian Susanto on 2014-10-07 07:13:00
  10. Konflik sepihak itu (kan tidak ada yang membalas kalau dari kalangan Kristen), s...
    Said on 2014-10-01 14:52:00
UCAN India Books Online