UCAN Indonesia Catholic Church News
SEASON

Ditangkap, diancam akan dibunuh, tidak menghentikan perjuangan seorang pastor

04/04/2013

Ditangkap, diancam akan dibunuh, tidak menghentikan perjuangan seorang pastor thumbnail

 

Dalam empat dekade terakhir, misionaris Italia Pastor Peter Geremia telah dituduh sebagai komunis dan seorang pemimpin pemberontak. Ia telah ditangkap, dipaksa bersembunyi dan diancam akan dibunuh.

Dia berpihak kepada warga kumuh menentang pembongkaran lapak mereka, bekerja dengan orang-orang pribumi melawan pertambangan skala besar di pegunungan, dan membantu petani yang lapar selama musim kering.

Minggu lalu menandai 50 tahun imamatnya, sebagian besar hidup Pastor Geremia dihabiskan di Pulau Mindanao, Filipina selatan. Selama tahun-tahun awal di negeri ini, ia terus bertanya pada diri sendiri: “Dimana Allah?” katanya.

“Pengalaman saya di Filipina telah sangat dramatis.”

Dia tiba di Manila tahun 1972 pada puncak kediktatoran Marcos, sepuluh tahun setelah ia ditahbiskan menjadi imam di Amerika Serikat.

Tahun 1977, ia dipaksa keluar dari parokinya menyusul wawancara khusus BBC di daerah kumuh. Polisi mencurigai bahwa dokumenter tersebut tidak akan menguntungkan bagi rezim militer, dan Pastor Geremia ditangkap.

“Minat khusus saya adalah mengumpulkan masyarakat adat,” katanya.

Pembunuhan tahun 1985 terhadap sesama misionaris Italia Pastor Tulio Favali adalah titik balik dalam kehidupan Pastor Geremia.

“Favali tewas di tempat saya,” katanya. “Secara jelas rencana itu untuk menghilangkan diriku bukan Favali. Saya merasa bertanggung jawab.”

Pada 11 April 1985, Pastor Geremia berada di pegunungan untuk mengadakan Misa, sementara Pastor Favali tinggal di biara mempersiapkan makan malam. Setelah mendapat informasi bahwa sebuah kelompok bersenjata menodong umat dan mencari Pastor Geremia, Pastor Favali pergi untuk mencoba mengatasi situasi.

Dia ditembak. Para pemimpin yang terlibat ditangkap dan disidangkan di pengadilan, dan mereka mengakui bahwa target mereka adalah Pastor Geremia.

Ratusan pekerja awam Gereja telah tewas di Mindanao selama 20 tahun darurat militer.

“Saya masih bertahan sementara yang lain tidak. Jadi saya merasa saya harus melanjutkan apa yang kami mulai berjuang bersama-sama,” kata Pastor Geremia.

Selain ancaman terhadap hidupnya, misionaris Italia itu juga dituduh terlibat dalam serangan di sebuah gudang beras pemerintah tahun 1992.

Selama kekeringan, masyarakat sekarat karena kelaparan sementara di gudang Otoritas Nasional diisi dengan beras, kata Pastor Geremia. Orang-orang meminta membagikan beras tersebut sebagai pinjaman, yang akan dibayar kembali pada panen berikutnya.

Permintaan itu disetujui, namun beras tidak dikeluarkan. Sebaliknya, beras itu dijual di pasar gelap. Warga merusak pagar gudang, berdoa, menyanyikan lagu kebangsaan, membuka pintu gerbang itu, dan mulai menjarah beras tersebut.

Pastor Geremia ditangkap dan dituduh “mendukung” aksi tersebut. Dia tinggal di penjara selama 28 hari sampai umat membayar jaminannya.

Tapi, Pastor Geremia mengatakan ia menjadi inspirasi dan kekuatan dari  warga “miskin,  tertindas, terpinggirkan, dan dieksploitasi.”

“Saya diberikan karisma saya selalu memiliki perasaan bahwa saya tidak puas dengan situasi. Saya memiliki semangat untuk melakukan perubahan. Dan ini telah menjadi semangat saya, dan saya percaya membangun Kerajaan Tuhan, membangun masyarakat baru,” katanya.

Saat ia menandai 50 tahun imamat dan merenungkan misinya selama Pekan Suci, Pastor Geremia mengatakan bagian tersulit menjadi seorang misionaris adalah memahami rencana keselamatan Allah dan berbagi harapan dengan orang-orang.

“Tuhan punya rencana sendiri tentang keselamatan. Namun, orang tidak memahami dengan baik. Dan kami sebagai misionaris seharusnya membuat orang lain mengerti, tapi kami tidak selalu mengerti baik,” katanya.

Selama tahun-tahun awal kehidupan sebagai misionaris di Mindanao orang memiliki harapan yang tinggi dan sangat antusias tentang perubahan sosial, katanya. Tapi, ketika tindakan represif negara menjadi lebih ganas, banyak orang kehilangan kepercayaan.

“Bagi kita yang hidup, secara spiritual, perjuangan itu telah menjadi seperti sengsara Kristus,” katanya.

Sumber: Arrested and threatened with death, Fr Peter Geremia has seen it all

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. KAJ luncurkan rosario merah-putih untuk amalkan Pancasila
  2. Pemerintah Timor Leste harus menaikan upah minimum, kata pejabat Gereja
  3. Bruder Fransiskan melayani orang dengan HIV/AIDS
  4. Calon presiden menandatangani perjanjian untuk pemilu jujur dan damai
  5. ISKA: Radikalisme dan terorisme musuh “baru” umat manusia
  6. Membangun kembali kehidupan di pulau Filipina bagian selatan
  7. Paus: Etika harus membimbing penelitian medis melindungi martabat manusia
  8. Seorang uskup diculik dan dipukul
  9. Pemimpin lintas agama berjanji memerangi ekstremisme demi kerukunan
  10. Paus menerima sejumlah pastor paroki dari Tiongkok
  1. Berani jujur memang hebat. Itu yang kita tunggu....
    Said Jusuf Suroso on 2016-04-29 20:18:58
  2. Semoga bs cepat jelas...
    Said Tarcisius on 2016-04-28 13:17:08
  3. Mengapa orang mudah jadi pengikut orang yang aneh2? Sepertinya penyakit "latah"...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-25 19:07:23
  4. Meskipun bantuan tidak akan mengembalikan segalanya, tetapi perhatian dan belara...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-23 08:57:47
  5. Semua orang harus waspada... Siapa yang dapat dipercaya...tetapi ini mungkin p...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-21 12:03:46
  6. Allah seperti apa yg mereka sembah sehingga seseorg yg lemah didemo besar besara...
    Said Eduardus on 2016-04-19 15:54:23
  7. Boleh saja menyumbang, dimana banyak orang tidak suka melihat adanya gereja... T...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-19 13:19:59
  8. Ratusan orang bersatu untuk membunuh SATU orang lemah... Dan belum terbukti bers...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-19 11:11:04
  9. Kata Jimmy Akin apologist Katolik (Catholic Answers), berdoa rosario adalah berd...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-19 10:53:25
  10. Membuat manusia semakin kejam. Penonton sepertinya menikmati menyaksikan hukuman...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-14 12:21:12
UCAN India Books Online