UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Gereja bantu dana pendidikan kepada anak-anak korban kekerasan

05/04/2013

Gereja bantu dana pendidikan kepada anak-anak korban kekerasan thumbnail

 

Ratusan anak kini telah memulai pendidikan formal ketika  kehidupan secara perlahan mulai kembali normal pasca penyerangan di Joseph Colony, Pakistan.

Danish Masih berusia enam tahun kehilangan semua miliknya, termasuk perlengkapan sekolah, ketika api melalap rumahnya pada 9 Maret, setelah Joseph Colony diserang oleh massa Muslim yang marah terkait penghujatan.

Dia mendapat satu set buku yang disumbangkan oleh Gereja dan selama dua minggu, ia membawa buku itu dalam tas ke sekolah darurat di tenda. “Saya hanya bisa belajar pada waktu siang, karena tidak ada listrik di tenda pada malam hari,” kata Danish.

Tapi, sekolah permanen kini telah dibuka, dan pembangunan kembali rumah-rumah yang rusak telah selesai.

Bantuan juga mengalir dari seluruh wilayah itu. Pada Selasa Uskup Rufin Anthony bersama dengan sekelompok imam dari Islamabad-Rawalpindi tiba di wilayah itu yang rumah-rumah mereka baru dicat dan membawa cek tujuh lakh rupee (US $ 7.118) untuk dana pendidikan.

“Ini adalah ungkapan cinta dari umat Katolik miskin dari keuskupan kami,” kata uskup itu.

Gereja telah berjanji untuk mendanai pendidikan anak-anak tersebut hingga kelas 10.

Sementara itu, Karitas Pakistan di Lahore melanjutkan misinya untuk membantu 265 keluarga yang selamat dari serangan, dengan menyalurkan tas sekolah, selimut, peralatan kebersihan dan peralatan memasak kepada mereka.

“Kini kami focus pada proyek jangka panjang bagi masyarakat miskin yang akan mencakup pendidikan para siswa miskin di daerah itu serta membantu mata pencaharian bagi kaum perempuan,” kata Amjad Gulzar, Sekretaris Eksekutif Karitas Pakistan.

“Semua warga di Joseph Colony adalah pekerja kebersihan yang miskin. Orang muda kebanyakan buta huruf. Pendidikan adalah satu-satunya jalan menuju masa depan yang lebih baik,” katanya.

Ayah Danish, Chand Masih, mengatakan dia sangat senang bahwa ketiga anaknya mendapat bantuan dana pendidikan.

“Saya putus sekolah, tapi saya ingin anak-anak saya untuk maju,” katanya.

Tapi, di antara kabar baik ini, ketidakamanan masih menjadi masalah yang belum terpecahkan.

“Saya mengirim anak-anak untuk merayakan Misa Paskah yang diselenggarakan di sekolah mereka, tapi kami tidak pergi keluar untuk berjalan-jalan seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Masih.

“Ini akan membutuhkan waktu sekitar enam bulan lagi agar kami bias mulai hidup normal.”

Sumber: Joseph Colony children to get education fund

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Umat Katolik di Tiongkok adakan Malam Kasih Natal
  2. Demi Gereja di Tiongkok, Paus Fransiskus tolak bertemu Dalai Lama
  3. Mengapa Paus Fransiskus hindari pertemuan dengan Dalai Lama
  4. Jaga gereja, anggota Banser Bondowoso dibekali tenaga dalam
  5. Vatikan: Paus Fransiskus akan angkat kardinal baru pada Februari
  6. Halau radikalisme, Ulil harap umat Muslim tafsirkan Alquran lebih inklusif
  7. Uskup Papua Nugini kecam perburuan terhadap para penyihir untuk dibunuh
  8. Gereja Katolik buka posko bantuan untuk para korban longsor Banjarnegara
  9. PGI: Sebelum hadiri Natal di Papua, Jokowi harus tunjukkan sikap tegas atas tragedi Paniai
  10. Renungan Hari Minggu Adven Keempat bersama Pastor Bill Grimm
  1. Umat Katolik di Tiongkok adakan Malam Kasih Natal
  2. Renungan Hari Minggu Adven Keempat bersama Pastor Bill Grimm
  3. Paus Fransiskus berperan penting dalam pemulihan hubungan AS-Kuba
  4. Polisi siaga terkait ancaman demonstran anti penggunaan antribut Natal
  5. Menag: Jangan jelek-jelekkan agama lain
  6. Analis: Indonesia perlu strategi baru untuk membendung ekstremisme Islam
  7. Kelompok HAM minta keringanan jelang eksekusi lima terpidana mati
  8. Gereja Katolik di Pakistan mengecam serangan di sekolah
  9. Gereja Katolik Korea Selatan berupaya menjadi jembatan demi pemulihan hubungan dengan Utara
  10. Pemberontak komunis Filipina umumkan gencatan senjata selama kunjungan Paus
  1. Ada mafianya tuh makanya BA gak berani cabut segelnya......
    Said kepuh on 2014-12-15 07:49:00
  2. sayangnya... Pak Hasyim tidak bisa menaham segelintir Umatnya yang nakal dan mas...
    Said Maman Sutarman on 2014-12-02 08:23:00
  3. Lagi lagi membenarkan diri? Tidak mewakili Malaysia secara keseluruhan? Pemerint...
    Said on 2014-12-02 08:10:00
  4. "Tidak dibenarkan" bukan DILARANG. Karena tidak dilarang, terjadi penutupan ger...
    Said on 2014-12-02 08:05:00
  5. Kalau boleh saran, berilah pakaian kepada yang telanjang, pakaian pantas untuk m...
    Said on 2014-12-01 07:02:00
  6. Terima kasih banyak Pater..atas kritikan dan sarannya.. Tuhan memberkati....
    Said on 2014-11-10 19:35:00
  7. Artikel berjudul "Paus membuat peraturan terkait pemberhentian dan pengunduran d...
    Said J. Mangkey msc on 2014-11-10 11:59:00
  8. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  9. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  10. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
UCAN India Books Online