UCAN Indonesia Catholic Church News
SEASON

Tokoh agama di Palopo kritik ketidakpekaan aparat

08/04/2013

Tokoh agama di Palopo kritik ketidakpekaan aparat thumbnail

Suasana pertemuan antara jajaran Polda Sulselbar dengan para tokoh agama, terkait aksi kerusuhan Palopo, Sulawesi Selatan

 

Jajaran Polda Sulselbar mengadakan pertemuan dengan para tokoh agama se-Kota Palopo, Sulawesi Selatan, untuk membahas insiden kerusuhan yang terjadi pada Minggu, 31 Maret 2013  usai pengumuman pilkada setempat.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Warkop Dinasti Palopo itu, para tokoh agama mengkritik lambannya Kepolisian menangani hal tersebut.

Salah seorang tokoh agama, Pendeta Herman Candrahasym, menilai Kepolisian kurang sigap mengantisipasi pecahnya kerusuhan. Padahal, sebelumnya isu akan rusuhnya keadaan sudah menjadi perbincangan di sejumlah tempat keramaian di Kota Palopo.

“Informasi apapun yang didapat di lapangan, pihak Kepolisian harus segera mungkin menindaklanjutinya,” tegas Herman, Sabtu (6/4/2013), seperti dilansir kompas.com.

Begitu pula saat ini, ia mendesak kepada pihak Kepolisian untuk menangkap para pelaku yang terlibat dalam kasus kerusuhan di Kota Palopo.

Ia menambahkan, selain menangkap para pelaku di lapangan ia juga meminta agar segera menangkap aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.

Menanggapi pernyataan para tokoh agama, Direktur Bimas Polda Sulselbar, Kombes Pol Chevy Ahmad Sopari munuturkan jika kedatanganya bersama rombongan ke Palopo guna melakukan pemulihan keamanan seperti yang diharapkan. Kepolisian juga mencoba aktif melakukan pendekatan ke semua elemen masyarakat untuk meredam potensi kerusuhan lanjutan.

Polres Palopo bahkan berhasil menangkap para pelaku yang diduga terlibat dalam pelemparan dan pembakaran sejumlah bangunan di kota itu.

Kerugian materi akibat kerusuhan massal di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Minggu (31/3), diperkirakan mencapai Rp 100 miliar. Karena itu, dibutuhkan anggaran Rp 100 miliar untuk membangun kembali enam gedung perkantoran yang hangus.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Imam yang diculik di Yaman akan segera dibebaskan
  2. Biarawati Katolik yang lolos dari pembantaian di Yaman masih trauma
  3. KWI gelar pekan Komunikasi Sosial Sedunia di Sibolga
  4. Para petani Muslim di Pakistan bantu umat Katolik membangun kembali gereja
  5. Para uskup Mindanao mengeluarkan kriteria untuk memilih calon presiden
  6. Ketidakpastian menghantui warga Filipina yang dipenjara di luar negeri
  7. Terwujudnya Damai
  8. Pemimpin Gereja kecam penangkapan terhadap warga Papua
  9. Tiada akhir tekanan terhadap warga Rohingya di Myanmar
  10. Akun Weibo uskup Tiongkok diblokir, ruang gerak dibatasi
  1. Berani jujur memang hebat. Itu yang kita tunggu....
    Said Jusuf Suroso on 2016-04-29 20:18:58
  2. Semoga bs cepat jelas...
    Said Tarcisius on 2016-04-28 13:17:08
  3. Mengapa orang mudah jadi pengikut orang yang aneh2? Sepertinya penyakit "latah"...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-25 19:07:23
  4. Meskipun bantuan tidak akan mengembalikan segalanya, tetapi perhatian dan belara...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-23 08:57:47
  5. Semua orang harus waspada... Siapa yang dapat dipercaya...tetapi ini mungkin p...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-21 12:03:46
  6. Allah seperti apa yg mereka sembah sehingga seseorg yg lemah didemo besar besara...
    Said Eduardus on 2016-04-19 15:54:23
  7. Boleh saja menyumbang, dimana banyak orang tidak suka melihat adanya gereja... T...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-19 13:19:59
  8. Ratusan orang bersatu untuk membunuh SATU orang lemah... Dan belum terbukti bers...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-19 11:11:04
  9. Kata Jimmy Akin apologist Katolik (Catholic Answers), berdoa rosario adalah berd...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-19 10:53:25
  10. Membuat manusia semakin kejam. Penonton sepertinya menikmati menyaksikan hukuman...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-14 12:21:12
UCAN India Books Online