Paus Fransiskus, para uskup berdoa atas wafatnya Margaret Thatcher

09/04/2013

Paus Fransiskus, para uskup berdoa atas wafatnya Margaret Thatcher thumbnail

Margaret Thatcher

 

Para uskup Katolik Inggris dan Wales berdoa bagi jiwa Margaret Thatcher, mantan perdana menteri Inggris yang meninggal pada usia 87 tahun setelah mengalami stroke.

Thatcher, yang memimpin Inggris dari tahun 1979 hingga 1990, meninggal dengan “damai” pada pagi tanggal 8 April, demikian  keluarganya.

Segera setelah berita kematiannya diumumkan, Uskup Agung Vincent Nichols dari Westminster, ketua presidium Konferensi Waligereja Inggris dan Wales, mengeluarkan pernyataan pendek untuk menyampaikan ucapan belasungkawa.

“Kami turut berduka cita yang mendalam setelah kami mendengar berita wafatnya Thatcher, yang melayani negara ini selama bertahun-tahun baik sebagai anggota parlemen maupun sebagai perdana menteri,” kata Uskup Agung Nichols, seperti dilansir Catholic News Service.

Para uskup  juga berdoa untuk jiwanya. “Kami berdoa bagi kedamaian kekal jiwanya dan  intensi khusus  untuk keluarganya dan semua orang yang berkabung atas wafatnya,” tambahnya.

Kemudian pada hari itu juga, Vatikan merilis sebuah telegram untuk menyampaikan ucapan belasungkawa. Tarcisio Kardinal Bertone, sekretaris negara Vatikan, mengirim ucapan tersebut atas nama Paus Fransiskus.

Telegram itu mengatakan Paus Frasiskus turut “berduka cita setelah mengetahui wafatnya”  Thatcher dan  memuji wanita itu atas “penghargaannya terhadap nilai-nilai Kristen yang didukung komitmennya untuk pelayanan publik dan mempromosikan kebebasan di kalangan keluarga dari berbagai bangsa.”

Telegram itu mengatakan Paus Fransiskus percaya jiwa Mendiang Thatcher diterima di sisi Allah dan meneguhkan keluarganya dan rakyat  Inggris melalui doanya.

Foto: guardian.co.uk

One Comment on "Paus Fransiskus, para uskup berdoa atas wafatnya Margaret Thatcher"

  1. bernardus wato ole on Wed, 10th Apr 2013 7:49 am 

    Selamat jalan Ibu Margaret Thatcher. Semoga jiwamu diterima di sisi Bapa di Sorga.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online