UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Gereja Katolik membantu para pengungsi akibat konflik bersenjata

10/04/2013

Gereja Katolik membantu para pengungsi akibat konflik bersenjata thumbnail

 

Gereja Katolik Myanmar kemarin mulai menyalurkan makanan kepada warga desa yang mengungsi akibat konflik di antara pasukan pemerintah dan para pemberontak Shan State Army Utara (SSA-N).

Sekitar 1.000 orang telah meninggalkan desa mereka dekat Tangyan di barat laut Myanmar, demikian lapor kelompok hak asasi lokal.

“Asosiasi kesejahteraan sosial lokal dan partai politik membantu makanan, barang-barang non-pangan dan obat-obatan kepada para pengungsi, tapi kami masih membutuhkan bantuan untuk jangka panjang,” kata Sai Hkam Leik, anggota komite bantuan di Tangyan.

“Sejauh ini, warga yang mengungsi tidak berani kembali ke desa mereka, karena mereka takut terjadi lagi konflik di antara pasukan pemerintah dan pemberontak Shan,” kata Sai HKM Leik.

Keuskupan Lashio telah menyumbangkan 2 juta kyat (US $ 2.300) dan satu juta Kyat dari Karuna Nasional, demikian Nyo Min Than, seorang koordinator Lashio Karuna.

“Kami akan mengambil beras, minyak dan garam, dan sekaligus melakukan penilaian secara rinci terhadap pengungsi di sana,” kata Nyo Min Than kemarin.

Belum ada bantuan lain telah mencapai daerah itu,  meskipun World Food Programme (WFP) telah melakukan penilaian, kata Nyo Min Than.

Lebih dari 700 orang dari suku Shan, suku Lahu dan suku Palaung telah menemukan tempat berlindung sementara di sebuah biara Buddha dan di rumah-rumah warga, dan 300 lain  bersembunyi di hutan terdekat, demikian Yayasan Hak Asasi Manusia Shan.

“Kekejaman tentara Burma dalam operasi militer baru melawan SSA-N telah mengakibatkan lebih dari 1.000 warga desa dari 16 desa di Tangyan melarikan diri dari rumah-rumah mereka selama dua minggu terakhir,” lapor kelompok itu pada 5 April .

Sejak Februari, ribuan tentara Myanmar telah dikerahkan untuk menekan SSA-N untuk menarik diri dari wilayah sepanjang Sungai Salween, dekat Tangyan.

Yayasan ini mengklaim telah terjadi bentrokan bersenjata dan tentara Myanmar telah meletakkan ranjau darat dan melakukan pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga sipil setempat.

SSA-N telah menandatangani perjanjian gencatan senjata dengan pemerintah pada Januari 2012, yang dilaporkan sedang dilanggar oleh operasi militer saat ini.

Sumber: Church rushes to aid displaced in Shan State

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Romo Budi gelar konser amal untuk pembangunan pusat pastoral
  2. Keluarga dan diplomat ajukan PK terakhir untuk menyelamatkan terpidana mati kasus narkoba
  3. Renungan Hari Minggu Paskah IV bersama Pastor Bill Grimm
  4. NIIS dan Janji Surga
  5. Umat Kristiani India mengungkapkan keterkejutan terkait serangan gereja
  6. Paus desak dunia bertindak menyusul tragedi Mediterania
  7. Keadilan sulit dipahami terkait pembunuhan para aktivis lingkungan
  8. Politisi Hong Kong berkomentar 'rasis' terhadap PRT
  9. Otoritas Malaysia desak pemimpin Gereja memasang kembali salib
  10. Para uskup Filipina minta KWI membantu Mary Jane
  1. Keluarga dan diplomat ajukan PK terakhir untuk menyelamatkan terpidana mati kasus narkoba
  2. NIIS dan Janji Surga
  3. Gereja Armenia memberikan gelar orang kudus korban genosida
  4. Renungan Hari Minggu Paskah IV bersama Pastor Bill Grimm
  5. RUU kontroversial Myanmar akan berdampak buruk bagi perempuan dan minoritas
  6. Presiden Jokowi tutup KAA, kecam terorisme atas nama agama
  7. Sikap PMKRI tak hadiri undangan Watimpres dapat sanjungan
  8. Asia-Afrika nyatakan perang terhadap narkoba
  9. Jaksa agung diminta sidik pelanggaran HAM berat
  10. Menag masih persoalkan batasan agama RUU PUB
  1. Terlalu banyak TKI yang nasibnya dihukum mati. Apa gerangan yang mereka lakukan...
    Said on 2015-04-16 20:46:00
  2. Sepertinya orang "Rimba" Jambi tidak mempunyai nama lain? Tidak masuk sensus? T...
    Said on 2015-04-14 09:11:00
  3. Nasib mereka bergantung di benang sutra.. karena getolnya para jaksa penuntut......
    Said on 2015-04-11 09:21:00
  4. Menteri dalam kasus ini harus gebrak meja! Beliau terlalu manis.....
    Said on 2015-04-11 09:13:00
  5. Semoga bagi para pengungsi merasa terhibur dan perhatian dari Paus Fransiskus me...
    Said on 2015-04-09 06:01:00
  6. Kalau sampai pada vonis hukuman mati, diam saja ya, tidak perlu menentangnya....
    Said on 2015-04-03 08:59:00
  7. Apakah waktunya setiap perempuan membawa rotweiler kalau bepergian??...
    Said on 2015-04-03 08:55:00
  8. Terima kasih untuk bantuannya... semoga aman saja....
    Said on 2015-04-03 08:50:00
  9. Domba tidak bisa mengerti apa maunya serigala... Siapa menulis buku sejahat itu ...
    Said on 2015-04-03 08:43:00
  10. Yang tidak tertarik juga tidak akan membacanya.....
    Said on 2015-04-02 15:28:00
UCAN India Books Online