UCAN Indonesia Catholic Church News
SEASON

Pemerintah Bangladesh: UU Penghujatan baru tidak dibutuhkan

10/04/2013

Pemerintah Bangladesh: UU Penghujatan baru tidak dibutuhkan thumbnail

 

Perdana Menteri Bangladesh telah menolak Undang-Undang (UU) Penghujatan baru meskipun kampanye massal oleh kelompok Islam fundamentalis untuk menerapkan hukuman mati bagi blogger yang menghina Nabi Muhammad.

Sebagai bagian dari upaya  mereka untuk perubahan dalam hukum, kelompok Hefajat-e-Islam pada Senin memaksa penutupan sekolah dan bisnis serta melakukan barikade di jalan raya antar kota dan kereta api di seluruh negeri itu dalam sebuah aksi mogok nasional.

Polisi mengatakan sedikitnya 30 orang luka-luka dalam bentrokan antara aktivis pro-pemerintah dan kelompok Islam fundamentalis, yang belum lama ini marah dengan tokoh oposisi terkemuka terkait kejahatan perang.

Tapi, Sheikh Hasina, yang telah memimpin pemerintahan sekuler di negara mayoritas Muslim itu sejak tahun 2009, mengatakan UU yang ada telah memadai untuk mengadili siapa saja yang dituduh menghina agama.

“Kami tidak memiliki rencana untuk [membuat UU baru]. Kami tidak membutuhkannya,” kata Hasina kemarin.

“Mereka harus tahu bahwa hukum yang ada sudah cukup,” tambahnya, seraya menekankan, “Negara ini adalah demokrasi sekuler”.

Pada Sabtu ratusan ribu Islam radikal menggelar aksi unjuk rasa di ibukota Dhaka menuntut UU Penghujatan, dengan mengatur hukuman mati bagi mereka yang menghina Islam.

Perdebatan antara atheis dan Islam fundamentalis terjadi di media sosial Bangladesh selama bertahun-tahun, tetapi perdebatan itu menimbulkan kasus mematikan pada Februari ketika seorang blogger anti-Islam dibunuh.

Empat penulis online ditangkap pekan lalu atas tuduhan melukai sentimen keagamaan melalui tulisan internet mereka terhadap Islam.

Berdasarkan UU cyber yang ada, siapa pun yang didakwa menghina agama di internet bisa dipenjara hingga 10 tahun.

Hefajat-e-Islam, yang menjelaskan dirinya sebagai organisasi non-politik, telah memberi kesempatan kepada pemerintah hingga akhir bulan untuk memenuhi serangkaian tuntutan atau menghadapi blokade ibukota.

Kelompok ini juga ingin pendidikan Islam harus dibuat wajib di sekolah dasar dan menengah, anggota sekte Ahmadiyah harus dinyatakan bukan Muslim.

Hasina mengatakan pemerintahnya akan “memenuhi semua tuntutan” “jika UU memiliki alasan yang masuk akal”.

Namun, partainya menuduh Hefajat, yang menarik dukungan dari puluhan ribu pesantren negara itu, menjadi pion dari oposisi.

Dengan menggunakan tongkat, ribuan aktivis Hefajat bentrok dengan para aktivis Liga Awami yang berkuasa di kota pelabuhan Chittagong dan kota Mymensingh bagian utara saat mereka melakukan barikade jalan-jalan dan jalan raya antar kota.

Setidaknya 30 orang, termasuk lima polisi luka-luka dalam bentrokan itu, kata kepala polisi setempat, seraya menambahkan mereka menembakkan gas air mata dan tembakan tanpa peluru untuk membubarkan para pengunjuk rasa.

Sekitar 2.000 Islam radikal juga melakukan barikade sebuah rel kereta api di distrik Brahmanbaria timur, menghentikan kereta api antara ibukota Dhaka dan Chittagong selama sekitar empat jam, kata kepala polisi setempat M. Moniruzzaman.

Kelompok-kelompok Islam garis keras telah menuduh pemerintah Hasina mencoba mengintimidasi pihak oposisi melalui serangkaian percobaan terkait kejahatan perang yang diduga dilakukan selama perang kemerdekaan tahun 1971.

Tiga Islamis ortodoks sejauh ini telah dihukum dan dua dari mereka dijatuhi hukuman mati. Sebanyak 96 orang tewas selama protes terkait percobaan itu sejak Januari.

Sumber: Bangladesh says no to new blasphemy law

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Mahasiswa KAJ dituntut lebih aktif membangun masyarakat
  2. Uskup minta tindakan terhadap anti Ibu Teresa
  3. Gereja, aktivis khawatir hukuman mati diterapkan kembali
  4. VPI dan FMKI gelar seminar mencari pemimpin tepat DKI Jakarta
  5. Peretas kritik Gereja Katolik mengabaikan imam yang diculik
  6. Renungan Hari Minggu Biasa XIII/C bersama Pastor Bill Grimm
  7. 60 pengungsi Korea Utara dibaptis di Gereja Katolik Seoul
  8. Keuskupan Agung Semarang prioritaskan penyandang cacat
  9. Siapkan menu sahur, puasa pasangan beda agama
  10. LSM internasional desak PBB selesaikan pelanggaran HAM Papua
  1. Upaya menjalin persahabatan tentu baik dan yang mengacaukannya, salah. Namun, a...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 10:44:28
  2. Romo Magnis mengatakan terus terang, yang mungkin tidak enak didengar....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 08:07:15
  3. Ini baru bisa mengatakan selamat berbuka puasa, karena tidak ada yang mengusik.....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-15 12:22:52
  4. Membuat UU tidak bisa baik karena niatnya sudah tidak adil Legislator bergelar ...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-10 09:15:14
  5. Merawat orang sakit jiwa menakutkan dan sangat tidak mudah. Obat2an tentu tidak...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-09 15:19:50
  6. Apa yang terjadi sudah tercatat dalam sejaran Tiongkok kan? Tidak dapat disembu...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-07 13:03:09
  7. Kagum bagi yang "diam diam, kerja banyak" daripada "ramai ramai demo,tak hasilka...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-06 15:15:38
  8. Melihat gundukan sampah di Bantargebang rasanya mau angkat tangan. Jutaan orang ...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-03 20:20:38
  9. Kagum atas kerelaannya.. sambil juga rasa prihatin.....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-03 10:06:08
  10. Yang memberi Ijin biasanya para politikus busuk yg mencari keuntunga pribadi dan...
    Said Eduardus on 2016-06-02 13:46:02
UCAN India Books Online