UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Sekjen PBB memuji Paus Fransiskus

10/04/2013

Sekjen PBB memuji Paus Fransiskus thumbnail

 

Usai bertemu dengan Paus Fransiskus, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon memuji pemimpin umat Katolik sedunia itu, yang menyuarakan bagi mereka yang tak bisa bersuara dan menjadi pembangun jembatan perdamaian.

“Itu adalah sebuah pertemuan yang menyenangkan dan penuh harapan. Paus Fransiskus adalah seorang yang ingin menciptakan perdamaian. Dia bersuara untuk orang yang tak bisa bersuara. Saya berharap melanjutkan percakapan kami … dan ia mengikuti tradisi pendahulunya. Saya sangat senang mengundang Paus Fransiskus untuk mengunjungi PBB”, kata Ban Ki-moon usai pertemuan dengan Bapa Suci di Vatikan pada Selasa pagi (9/4).

Sekjen itu berbicara kepada sejumlah kantor berita, termasuk Radio Vatikan, setelah audiensi dan memberikan kata-kata pujian kepada Paus Fransiskus. “Beliau menjangkau orang-orang dari agama lain dan bahkan orang atheis, seraya menjelaskan dia sebagai jembatan.”

“Saya mengatakan kepada Bapa Suci bahwa pilihan namanya St. Fransiskus dari Asisi adalah gambar yang kuat sesuai maksud dan tujuan. Dia berbicara keras dengan komitmennya terhadap orang miskin. Dia memiliki rasa kerendahan hati yang mendalam, semangat dan kasih sayang untuk memperbaiki kondisi manusia. Saya merasa sangat istimewa bertemu dengan Paus Fransiskus.”

Dalam pertemuan itu, katanya, “kami membahas perlunya memajukan keadilan sosial dan mempercepat pekerjaan sesuai dengan Millennium Development Goals (MDGs)”.

“Saya juga sangat tersentuh oleh komitmen Paus Fransiskus untuk membangun jembatan di antara komunitas-komunitas umat beriman. Saya sangat percaya bahwa dialog antaragama dapat menunjukkan cara untuk apresiasi yang lebih dalam nilai-nilai bersama yang pada gilirannya dapat membangun sikap toleransi dan perdamaian yang inklusif. Ini adalah kekuatan pendorong dari ‘aliansi peradaban’ atas inisiatif PBB dan saya sangat menghargai kesempatan untuk berbicara dengan Paus Fransiskus tentang melanjutkan pekerjaan ini”.

Setelah mengadakan audiensi dengan Paus Fransiskus, Ban Ki-moon kemudian bertemu dengan Sekretaris Negara Vatikan, Tarcisio Kardinal Bertone, dan dengan Uskup Agung Antoine Camilleri, wakil sekretaris untuk Hubungan dengan Negara-negara.

Pertemuan itu merupakan bagian dalam tradisi audiensi yang diadakan oleh para Paus dengan para Sekjen PBB dari masa ke masa, yang ingin mengungkapkan apresiasi bahwa Takhta Suci memiliki peran sentral untuk PBB dalam memeliharaan perdamai dunia, mempromosikan kesejahteraan umum dan membela hak asasi manusia.

Percakapan ramah itu difokuskan pada isu-isu kepentingan bersama, khususnya pada situasi darurat konflik dan kemanusiaan, terutama Suriah, Semenanjung Korea dan Afrika, di mana perdamaian dan stabilitas terancam. Audiensi itu juga membahas masalah perdagangan orang, terutama perempuan, serta pengungsi dan migran.

Belum lama ini Ban Ki-moon memulai masa jabatan kedua sebagai sekjen PBB, menyajikan program-program, termasuk pencegahan konflik, solidaritas internasional dan pembangunan ekonomi yang adil dan berkelanjutan.

Paus Fransiskus juga mengingat kontribusi Gereja Katolik membela martabat manusia dan mempromosikan Culture of Encounter yang memberikan kontribusi untuk tujuan institusional tertinggi dari organisasi itu.

Sumber: Vatican Radio

Foto: un.org

  • bernardus wato ole

    Sebuah langkah strategis, dua pimpinan organisasi dunia tertua menyatukan visi untuk membangun dunia yang damai dan saling menghormati hak asasi manusia.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. ASEAN dan koalisi masyarakat sipil luncurkan inisiatif sekolah aman
  2. Wapres: Masih banyak pemimpin yang "jual murah" surga
  3. Tiongkok bebaskan Uskup Yujiang setelah enam bulan ditahan
  4. Mgr Soegijapranata dan Romo Mangun jadi tokoh kesetaraan Indonesia dalam acara Bandung Lautan Damai
  5. Jutaan orang diharapkan akan menghormati relikwi Santo Fransiskus Xaverius
  6. Konferensi Vatikan mencari bahasa baru terkait perkawinan
  7. Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan SIGNIS Asia
  8. Amnesty Internasional kritik UU Penodaan Agama di Indonesia
  9. Belajar Toleran seperti Warga Desa Boro
  10. Keluarga pasangan Kristen yang dibunuh di Pakistan takut akan keselamatan
  1. Kardinal Zen: Tiongkok tidak memahami ‘niat baik’ Paus Fransiskus
  2. Paus Fransiskus: Tuhan Maha Pemaaf, alam tidak
  3. KWI dukung gugatan nikah beda agama
  4. Model pendidikan seminari dan pesantren cocok diterapkan di perbatasan
  5. ASEAN dan koalisi masyarakat sipil luncurkan inisiatif sekolah aman
  6. PBB tekan Myanmar terkait hak-hak kewarganegaraan Rohingya
  7. Tokoh agama dan seniman kampanye Jakarta damai
  8. Gereja Katolik menandai 500 tahun di Myanmar
  9. Pemimpin Kristen dan Muslim desak revisi UU Penghujatan
  10. Keluarga berperan cegah kekerasan pada anak
  1. Terima kasih banyak Pater..atas kritikan dan sarannya.. Tuhan memberkati....
    Said on 2014-11-10 19:35:00
  2. Artikel berjudul "Paus membuat peraturan terkait pemberhentian dan pengunduran d...
    Said J. Mangkey msc on 2014-11-10 11:59:00
  3. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  4. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  5. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
  6. Bukan saja tidak mendiskriminasi keberadaan agama (yang ada sekarang) tetapi jug...
    Said on 2014-10-07 08:28:00
  7. Yang berbelaskasih menghadapi ahli hukum gereja.. mengingatkan pada Yesus yang m...
    Said on 2014-10-07 08:08:00
  8. Masuk penjara seperti Santo Paulus, demi keadilan dan kerajaan Allah.. syukur bu...
    Said on 2014-10-07 07:52:00
  9. Sangat disayangkan, tidak dimuat apa masalah pokoknya, apa saja yang dituduhkan...
    Said Brian Susanto on 2014-10-07 07:13:00
  10. Konflik sepihak itu (kan tidak ada yang membalas kalau dari kalangan Kristen), s...
    Said on 2014-10-01 14:52:00
UCAN India Books Online