UCAN Indonesia Catholic Church News
Tomorrows church today

Gubernur: Intoleransi sedikit di Jawa Barat

16/04/2013

Gubernur:  Intoleransi sedikit di Jawa Barat thumbnail

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan

 

Ketika Indonesia bergulat dengan peningkatan aksi kekerasan terhadap minoritas-minoritas agama di seluruh tanah air, sejumlah kelompok hak asasi manusia telah menjadikan Jawa Barat sebagai wilayah dengan intoleransi yang signifikan.

Dalam empat bulan terakhir, seorang pendeta Kristen dari Sumedang dipenjara, sebuah bangunan gereja dihancurkan di Bekasi, sebuah masjid Ahmadiyah di Pondok Gede disegel bersama 30 anggota jamaah masih di dalam masjid itu, dan tiga masjid Ahmadiyah ditutup dan dirusak di Cianjur.

Wahid Institute mencatat 102 kasus intoleransi dan pelanggaran terhadap kelompok minoritas agama tahun 2012, termasuk 40 insiden yang terjadi di Jawa Barat.

Terlepas dari insiden itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, yang baru-baru ini terpilih kembali untuk masa jabatan kedua, bersikeras bahwa intoleransi agama bukan merupakan masalah di provinsi tersebut.

“Menurut pendapat saya, Jawa Barat adalah provinsi yang paling toleran,” kata Ahmad kepada The Jakarta Globe, Kamis.

“Semua konflik terjadi sebelum saya menjadi gubernur. Jadi saya akan mencoba dalam periode kedua saya untuk mengakhiri semua konflik yang ada, konflik-konflik yang terjadi sebelum saya menjadi gubernur pada periode lima tahun pertama.”

Ahmad mengatakan bahwa peraturan saat ini untuk mendapat IMB rumah ibadah sudah sesuai Perber 2006 Pasal 28 yang  menetapkan bahwa pemimpin lokal harus membantu memfasilitasi proses untuk mendapatkan izin.

Dia mengatakan bahwa dia berharap isu yang terkait dengan rumah ibadah bisa diselesaikan selama lima tahun ke depan.

“Saya harus mengangkat topi saya kepada teman-teman Katolik saya, mereka sangat tertib dan tidak pernah membuat rumah ibadah tanpa izin,” kata Ahmad.

“Dengan umat Protestan, juga tidak ada masalah, konflik terjadi hanya dengan Gereja Huria Kristen Batak Protestan  [HKBP].”

Dalam serangan terbaru di provinsi itu, tiga masjid Ahmadiyah di tiga kecamatan di Cianjur ditutup dan dirusak oleh anggota Front Pembela Islam (FPI) pada Jumat, dengan alasan masjid itu tidak memiliki IMB yang sah.

Selama wawancara sehari sebelumnya, Ahmad mengatakan serangan terhadap Ahmadiyah telah mereda sejak pemilihan gubernur pada 24 Februari, seraya menambahkan bahwa ia ingin melindungi semua agama, termasuk Islam.

“Kami ingin mentolerir jamaah Ahmadiyah … tetapi ketika mereka mengubah keyakinan Islam fundamental, dengan mengatakan bahwa mereka adalah Muslim, itu adalah masalah besar hari ini. Ada aturan khusus tentang Ahmadiyah. Jika ada seseorang yang mengajar dan menyebarkan ajaran nabi baru setelah Nabi Muhammad, maka itu merupakan tindakan yang salah.”

Ahmad Suaedy, seorang peneliti dari Wahid Institute, sebuah organisasi yang mempromosikan pengembangan Islam moderat di Indonesia, mengatakan bahwa Jawa Barat adalah intoleransi dan kekerasan agama yang paling banyak di Indonesia selama lima tahun terakhir.

“Intoleransi dan kekerasan tersebut tidak hanya terhadap HKBP, tetapi juga terhadap kelompok-kelompok Islam lain seperti Ahmadiyah, dan menentang Islam tradisional, tradisi lokal dan masyarakat adat,” jelas Suaedy.

Ia mengatakan, “Jawa Barat selama lima tahun terakhir telah dipimpin oleh seorang gubernur dari PKS. Ketika [Ahmad] terpilih menjadi gubernur, ia melarang sejumlah kesenian tradisional Jawa Barat, yaitu Jaipongan, karena dianggap bertentangan dengan Islam.”

Gubernur itu mengatakan ia menerapkan peraturan yang melarang Ahmadiyah untuk mengajarkan keyakinan mereka, seraya menambahkan bahwa polisi bertanggung jawab terkait aksi kekerasan terhadap kelompok-kelompok minoritas.

“Ya, kekerasan adalah tindakan kriminal. Kapan pun hal itu terjadi kepada siapa pun kita menyerahkan hal itu kepada pihak berwenang, yakni polisi,” kata Ahmad.

Sementara laporan menyatakan bahwa Ahmad telah menandatangani perjanjian dengan FPI cabang lokal selama kampanye gubernur, namun gubernur itu membantah keras klaim tersebut.

“Tidak ada perjanjian. Ada sejumlah anggota FPI yang mengunjungi saya, tapi saya menyambut mereka sama seperti tamu lain,” katanya.

Bahrul Hayat, Sekjen Kementerian Agama, sebelumnya mengatakan bahwa ia pikir bahwa itu adalah sebuah ide yang baik bagi pemerintah daerah untuk menandatangani perjanjian dengan FPI.

“Saya pikir jika pemerintah daerah menandatangani perjanjian dengan FPI, itu adalah baik, karena pemerintah harus menjaga posisi yang kuat pada peraturan tersebut. Saya melihat ini dengan cara yang positif. Anda tidak harus melihat hal ini dalam cara yang negatif,” katanya.

Sumber: the jakarta globe

Foto: kompas

One Comment on "Gubernur: Intoleransi sedikit di Jawa Barat"

  1. andre on Wed, 17th Apr 2013 9:57 am 

    Akh dasar politisi… dari Partai Kapal Selam pula…ndobos aja




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pembongkaran masjid tanpa IMB melanggar kebebasan beragama
  2. India takut kaum muda terpengaruh ISIS
  3. Penari Sufi dilibatkan untuk mencari dana buat AYD
  4. Tangkal radikalisme, pastor dan pendeta dilibatkan
  5. Diskriminasi terhadap LGBT terus menguat di Indonesia
  6. Uskup desak warga Filipina tidak lupa pelajaran darurat militer
  7. Paus Fransiskus nikmati lagu dari Indonesia
  8. Caritas Keuskupan Bandung bantu korban banjir bandang di Kabupaten Garut
  9. Bupati resmikan Gereja Katolik Santo Yosep Kemantan
  10. Universitas Katolik pertama dibuka di Vietnam
  1. Nampaknya penduduk di Kalimantan lebih toleran......
    Said Jenny Marisa on 2016-09-23 09:07:47
  2. Kekejaman semakin banyak terjadi, apa sebabnya? Mengerikan membaca berita sekar...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-16 16:28:43
  3. Untuk mencegah umat di keuskupan mati karenanya, harus dipasang poster yang jela...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-13 13:45:12
  4. Semua aparat pemerintah daerah dan TNI POLRI di negri ini kehilangan tenaga..?...
    Said Agus giyai on 2016-09-13 11:14:00
  5. Semua aparat pemerintah daerah,TNI POLRI yang bertugas di negri ini, kehilangan ...
    Said Agus giyai on 2016-09-13 11:08:57
  6. Mengapa perempuan dibenci dan diperlakukan dengan kejam... Apakah laki laki itu ...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-12 12:16:03
  7. hebatttt sr Nia saudariku.....
    Said holiq on 2016-09-10 23:47:46
  8. Soal menghukum orang bukan urusan saya, tetapi toh tidak dapat diam saja. Menir...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-09 20:01:47
  9. Profisiat Mgr.... Semoga Tuhan sentiasa menaungi dan melindungi Bapa Uskup dalam...
    Said Permata on 2016-09-04 17:51:22
  10. Bagaimana doa melepaskan kuasa iblis...
    Said pkoing on 2016-09-04 01:06:09
UCAN India Books Online