UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Pemimpin yang menjaga toleransi

18/04/2013

Pemimpin yang menjaga toleransi thumbnail

 

Indonesia memiliki banyak nilai toleransi yang berasal dari keragaman budaya. Bahkan, keragaman itu dinilai bisa menjadi contoh bagi negara lain. Oleh karena itu, dibutuhkan seorang pemimpin yang berani untuk dapat mengatasi isu-isu minoritas.

“Ketika minoritas diserang, ini akan menjadi tanggung jawab pemerintah. Sama seperti ketika rumah saya diserang dan saya harus melapor pada polisi, karena ini merupakan hak saya. Karena itu dibutuhkan pemimpin yang berani untuk menyelesaikan masalah seperti ini,” kata Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Sig Traavik di kantor Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), Jakarta, Selasa (16/4), seperti dilansir shnews.com.

Menurutnya, hal itu dapat dilihat dari jasa Nelson Mandela di Afrika Selatan dalam kasus Apartheid. Selain sebuah keberanian, pemimpin di sebuah negara juga harus bijaksana dalam menentukan pilihan.

Di Indonesia, dia menambahkan, sangat banyak nilai toleransi yang bisa disaksikan secara langsung. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya etnis, budaya, dan perbedaan agama. Semua itu bisa hidup dengan damai, bahkan Indonesia juga punya tradisi saling pengertian dan saling membantu.

Traavik pun mengatakan, membina toleransi bukanlah hal yang menyenangkan, bahkan dapat dikatakan sangat membosankan. Apalagi, media lebih berminat membuat artikel mengenai konflik dibandingkan toleransi.

Konflik dipandang media lebih menarik untuk diekspos. “Norwegia selalu dipandang oleh negara lain sebagai negara yang sangat menjunjung tinggi HAM. Namun, perjalanan Norwegia dalam membina toleransi beragama dan menjunjung tinggi HAM, membutuhkan proses yang panjang juga,” ujarnya.

Salah satu pengalaman yang bisa dibagi Norwegia kepada Indonesia adalah pemberdayaan perempuan di sektor ekonomi. Traavik mengakui, perempuan telah menjadikan Norwegia menjadi negara yang kaya. Menurutnya, perempuan di Norwegia memiliki pendidikan dan pekerjaan yang baik. Negara itu juga memiliki taman kanak-kanak dan sekolah yang bagus.

Oleh karena itu, sejak kecil, anak-anak Norwegia sudah dididik mengenai nilai kemanusiaan yang baik. “Orang tua mereka juga tidak perlu khawatir ketika menyekolahkan anaknya di pagi hari, lalu mereka bekerja di siang hari dan menjemput anaknya di sore hari,” ucapnya.

Dia menambahkan, Norwegia juga tidak pernah ada kuota jumlah pejabat perempuan. Norwegia memandang perempuan memiliki keunggulan tersendiri dan mereka cukup berpengaruh pada ekonomi.

Terkait masalah penegakan hukum dan HAM, ia mengatakan bahwa polisi di sana tidak menggunakan kekerasan dalam bertugas menangani demonstrasi. Hal itu semata-mata merupakan upaya pemerintah dalam menyikapi dan menjunjung nilai-nilai demokrasi yang berkembang di sana.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pimpin ibadah di depan Istana, pendeta baca puisi untuk Jokowi
  2. Paus Fransiskus: Berperilaku buruk adalah manusiawi, tetapi bukan Kristen
  3. Forum UNAOC Bali tegaskan persatuan dalam keberagaman
  4. Komunitas Kristen tuduh kelompok Hindu melakukan konversi paksa
  5. Pembongkaran gereja di Cina terus berlanjut
  6. Menag berharap wartawan nasrani ikut sosialisasi moderasi agama
  7. Orang Asia masih mengenang dampak kunjungan Paus Fransiskus
  8. Serikat Guru: Kurikulum 2013 itu celaka 13
  9. Dalam 6 bulan, 2.677 istri di Malang gugat cerai suami
  10. Setelah SBY dinilai gagal pelihara kebebasan beragama, kini harapan ada pada Jokowi
  1. Tiga uskup auksilier Hong Kong ditahbiskan kemarin
  2. Forum UNAOC Bali tegaskan persatuan dalam keberagaman
  3. Menag berharap wartawan nasrani ikut sosialisasi moderasi agama
  4. Komunitas Kristen tuduh kelompok Hindu melakukan konversi paksa
  5. Pimpin ibadah di depan Istana, pendeta baca puisi untuk Jokowi
  6. Argumen “Pro Life” dan “Pro Choice”
  7. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  8. Paus Fransiskus: Berperilaku buruk adalah manusiawi, tetapi bukan Kristen
  9. Orang Kristen mulai bergabung melawan ISIS
  10. Sekjen PBB puji Bhineka Tunggal Ika
  1. Tiada orang dari golongan apapun yang dilupakannya...Motto untuk Asian Youth Day...
    Said on 2014-07-27 11:04:00
  2. Sebelum pengikut muhammad menyebut "allah", kristen arab sudah menggunakan kata ...
    Said umat on 2014-07-26 06:05:00
  3. sembuhkan!...
    Said tuhan on 2014-07-25 02:51:00
  4. Semestinya bisa dihindarkan. Mengapa suster membiarkan anak itu tinggal sendiri...
    Said on 2014-07-22 07:06:00
  5. Penderitaan mereka mengapa tak kunjung berakhir.. Sudah sampai urgensi, sebaikny...
    Said on 2014-07-22 07:01:00
  6. Jelas kalau Jokowi mempunyai pandangan dan niat yang sama (dengan bapak Uskup). ...
    Said on 2014-07-22 06:54:00
  7. Semakin banyak larangan... mau mempersempit hidup orang yang hanya mau berdoa. ...
    Said on 2014-07-20 08:25:00
  8. Selamat menjalankan tugas baru Mgr...
    Said Adonia Sihotang on 2014-07-19 23:27:00
  9. Sudah terlalu sering terdengar protes atas pernyataan yang menyudutkan islam seb...
    Said pluralis on 2014-07-18 04:28:00
  10. Paus Emeritus Benediktus baru tahun lalu diganti oleh Paus Fransiskus. Beliau t...
    Said on 2014-07-16 08:11:00
UCAN India Books Online