UCAN Indonesia Catholic Church News
LA CIVILTÀ CATTOLICA

Paus Fransiskus didesak angkat lebih banyak wanita berperan dalam Gereja

24/04/2013

Paus Fransiskus didesak angkat lebih banyak wanita berperan dalam Gereja thumbnail

 

Oscar Andres Rodriguez Kardinal Maradiaga dari Honduras mengatakan ia mendukung lebih banyak wanita berperan dalam Gereja setelah Paus Fransiskus mengangkatnya bulan ini untuk memimpin tim dewan penasehatnya yang terdiri dari delapan kardinal dari seluruh dunia untuk melakukan reformasi Kuria Romawi.

Komentar kardinal itu dipublikasikan oleh The Sunday Times, dan didukung oleh Juru Bicara Vatikan Pastor Federico Lombardi SJ belum lama ini.

“Ini adalah sesuatu yang kodrati – menempatkan lebih banyak perempuan sesuai perannya jika mereka memenuhi syarat,” katanya.

Dalam upaya untuk mengatasi isu-isu perempuan, surat kabar harian Vatikan L’Osservatore Romano telah meluncurkan sebuah suplemen perempuan.

Dalam audiensi umumnya pada 3 April, Paus mengatakan perempuan adalah saksi pertama Kebangkitan Kristus, seraya menambahkan, “Para rasul belum percaya sepenuhnya dengan Kebangkitan Kristus, ketimbang wanita!”

“Ini adalah pesan tentang pentingnya peran perempuan dalam Gereja,” kata Carlo Marroni, seorang pakar Vatikan di harian Italia Il Sole 24 Ore dengan mengatakan, “pertanyaannya masih akan ditangani secara hati-hati karena hal itu menyentuh pada masalah penahbisan bagi wanita.”

Sejumlah wanita telah mengambil peran kunci di Vatikan, termasuk Suster Nicla Spezzati, wakil sekretaris Kongregasi Tarekat Hidup Bakti dan Hidup Kerasulan, Flaminia Giovanelli, wakil sekretaris Dewan Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian.

Basilika St. Petrus dikelola oleh seorang wanita, Maria Cristina Carlo-Stella, yang adalah kepala Fabbrica di San Pietro, kantor Vatikan yang bertanggung jawab atas Basilika itu.

“Tapi, itu masih sangat sedikit,” kata Marco Politi, pengamat Vatikan di harian Italia Il Fatto Quotidiano. “Coba lihat di Jerman dan Amerika Serikat, di mana perempuan memiliki banyak posisi penting di keuskupan-keuskupan.”

Pekan lalu Paus Fransiskus tidak setuju  dengan visi kelompok Pemimpin Kongregasi Religius  Wanita Amerika Serikat (AS) dan ia lebih mendukung pernyataan Vatikan bahwa kelompok biarawati itu salah mempromosikan “feminisme radikal” dan menyimpang dari garis Vatikan terkait pernikahan sejenis dan aborsi.

Dewan itu bertujuan untuk mengatur perubahan di Vatikan, yang anggotanya termasuk Sean Patrick Kardinal O’Malley, Uskup Agung Boston dan George Kardinal Pell, Uskup Agung Sydney.

Kardinal Maradiaga, kepala kelompok itu, yang bisa berbicara dalam enam bahasa, pemain saksofon dan dilatih sebagai pilot, mengatakan ia akan meneliti Bank Vatikan.

Paus Fransiskus membentuk gugus tugas setelah keluhan bahwa Vatikan tidak responsif terhadap kebutuhan dan permintaan para kardinal di luar Italia dan Eropa.

Francisco Javier Kardinal Errazuriz Ossa, uskup agung emeritus Santiago, Chili, dan salah satu anggota kelompok itu, mengatakan Vatikan kelebihan penduduk dengan kebanyakan orang Eropa.

“Empat puluh uskup Eropa yang bekerja untuk Bapa Suci dan pemerintahan Takhta Suci tergolong sudah terlalu banyak,” katanya.

Sumber: Pope Francis urged to appoint more women and fewer

 

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Kebencian berakar pada dosa kemalasan
  2. Pengadilan Filipina lamban memutuskan nasib Mary Jane
  3. Aborsi bayi perempuan terus menghantui Nepal
  4. Wartawan Vatikan protes mahalnya tiket untuk terbang bersama Paus
  5. Seorang imam di Cina diadili tanpa ada putusan
  6. Umat Katolik ikut protes menentang rudal Korea Selatan
  7. Imam ini menuduh pemerintah mengincar aktivis Filipina
  8. Kecurigaan atas terpilihnya Carrie Lam jadi pemimpin Hong Kong
  9. Suster yang dibunuh di India ini akan segera dibeatifikasi
  10. Paus minta calon penerima Krisma agar tidak lakukan ‘bully’
  1. Hem, SALAM... Saya sependapat jika setiap pribadi sadar bahwa dirinya adalah ge...
    Said Egas on 2017-03-29 13:25:19
  2. Saya setuju dengan pendapat Pak Boni di atas. Keselamatan itu bukan nanti akhir ...
    Said Edelbertus Jara on 2017-03-29 11:58:49
  3. Halo.... para pakar. Jangan lupa siapa itu Gereja? kita di jaman Pasca Konsili V...
    Said Jose Baptiste on 2017-03-29 07:03:27
  4. bagaimana cara pengajuan bantuan pembangunan gereja?...
    Said TABEBALAZI on 2017-03-28 19:16:51
  5. tidak nyaman untuk Hongkong......
    Said Jenny Marisa on 2017-03-28 16:18:04
  6. Salut utk postingan ini, rupanya kerajaan Allah sangat dekat dihati jika org org...
    Said Oklan liunokas on 2017-03-28 12:52:25
  7. Bagaimana mau memperhatikan kesejahteraan umatnya, di bebera desa, umatnya dimin...
    Said Boni on 2017-03-28 06:58:45
  8. Sangat bagus untuk kami renung...
    Said Paulus Parmos on 2017-03-27 20:24:30
  9. Ini menjadi tganggung jawab semua pihak. Para tokoh di mana saja ikut bertanggun...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-03-27 15:26:32
  10. kesejahteraan fisik, material, harus diperhatikan oleh permerintah. Upaya gereja...
    Said Jenny Marisa on 2017-03-27 10:50:35
UCAN India Books Online