Uni Eropa cabut sanksi terhadap Myanmar

24/04/2013

Uni Eropa cabut sanksi terhadap Myanmar thumbnail

 
Menteri luar negeri Eropa setuju mencabut sanksi Uni Eropa terhadap Myanmar pada Senin, meskipun kritikan muncul dari kelompok hak asasi manusia (HAM) akibat adanya bukti pelanggaran berat baru-baru ini terhadap minoritas Muslim Rohingya.

Pejabat Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, mengatakan keputusan untuk melanjutkan semua perdagangan kecuali senjata, akan membantu transisi demokrasi di Myanmar.

“Orang-orang menginginkan demokrasi, perdamaian dan kemakmuran. Mereka layak mendapatkannya. Perjalanan mereka telah dimulai dan kami ingin menjadi bagian dari itu,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Partai oposisi yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi, yang selama bertahun-tahun telah mendesak masyarakat internasional untuk mengadili mantan rezim militer, bersama pemerintah menyambut keputusan Uni Eropa tersebut.

“Apakah pencabutan sanksi Uni Eropa muncul pada saat yang tepat atau tidak, apapun yang penting adalah membawa manfaat bagi negara kita,” kata Nyan Win, seorang pengacara dan juru bicara oposisi utama Liga Nasional untuk Demokrasi.

Namun, pengumuman itu tidak semua menyambutnya.

Burma Campaign UK mengatakan Myanmar telah gagal membebaskan semua tahanan politik, mengakhiri konflik etnis dan memperbaiki situasi minoritas Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, semua prasyarat yang ditetapkan Uni Eropa untuk mencabut sanksi tanpa batas.

Human Rights Watch (HRW) menyebut keputusan 27 menteri luar negeri Uni Eropa itu adalah “prematur.”

“Negara-negara anggota Uni Eropa yang telah mengambil langkah-langkah yang telah mendorong kemajuan saat ini serta kemauan baik pemerintah Burma dan militer untuk menepati janji mereka untuk menjaga reformasi pada jalurnya,” kata Lotte Leicht, direktur HRW Uni Eropa.

Pada Senin, kelompok HAM berbasis di New York merilis sebuah laporan terkait pembersihan etnis Rohingya yang disebut pelanggaran HAM “paling sistematis” di Myanmar sejak awal proses reformasi saat ini.

Laporan ini mengidentifikasi empat kuburan massal di negara bagian Rakhine dimana puluhan jenazah warga Rohingya yang tewas selama kerusuhan sektarian berdarah pada Juni dan Oktober tahun lalu. Lebih dari 200 orang dilaporkan tewas dalam konflik itu.

Seorang juru bicara pemerintah membantah temuan HRW itu. Sebuah komisi penyelidikan kerusuhan yang didukung oleh pemerintah mempresentasikan laporannya sendiri kepada Presiden Thein Sein pada Senin.

Sebuah video yang diperoleh lembaga media internasional dan dirilis pada Senin menunjukkan kelambanan polisi dalam menghadapi serangan Buddha terhadap Muslim di kota Meikhtila, Myanmar tengah bulan lalu, telah menjadi lebih banyak tekanan kepada pemerintah.

Dalam adegan lain, polisi tidak melakukan apa-apa ketika massa Buddhis termasuk para biksu menyerang warga Muslim, menghancurkan properti mereka dan menjarah sebuah masjid.

“Pemerintah Burma belum mendapatkan kepercayaan dari banyak orang, terutama di daerah konflik dan daerah etnis,” kata Leicht.

Meskipun pemerintah telah menandatangani gencatan senjata dengan banyak kelompok pemberontak etnis Myanmar, konflik sporadis di antara tentara dan pemberontak Kachin di Myanmar utara telah meningkat selama proses reformasi politik dan ekonomi yang sedang berlangsung.

Khon Ja dari Jaringan Damai Kachin mengatakan bahwa ini adalah alasan lain mengapa Uni Eropa mencabut sanksi itu adalah prematur.

“Pencabutan sanksi mungkin baik untuk perekonomian,” katanya. “Tapi, keputusan Uni Eropa ini masih dipertanyakan karena para tahanan politik tetap berada di penjara dan pelanggaran HAM lainnya terus terjadi di Kachin dan bagian lain negara itu.”

Sumber: EU removes Myanmar sanctions

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Umat Katolik desak polisi segera menangkap pelaku pemerkosaan biarawati
  2. Keluarga Kristen Pakistan dipukul dan diarak setelah dituduh melakukan penghujatan
  3. Pernikahan sesama jenis sulit dilakukan di Indonesia
  4. Menghadapi diskriminasi dalam Gereja, Kristen Dalit mengadu ke PBB
  5. Lahan parkir gereja dibuka untuk warga Muslim mengunjungi bazaar Ramadan
  6. Paus desak uskup agung baru menjadi saksi yang berani
  7. Bagi jemaat Ahmadiyah, Ramadan berarti kasih meski ada tekanan
  8. Gubernur Sulut dukung pembangunan pusat kaum muda Katolik
  9. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  10. Petani kopi Timor Leste harus berjuang mencari sumber pendapatan lain
  1. Komunitas San’Egidio adakan buka puasa bersama dengan lebih dari 500 warga miskin
  2. Kardinal Tagle menyerukan sumbangan Internasional untuk Kongres Ekaristi
  3. Gereja Katolik Tiongkok sambut baik dengan gereja baru yang disumbangkan pemerintah
  4. Kelompok ekumenis menyerukan dimulainya kembali pembicaraan dengan pemberontak
  5. Petani kopi Timor Leste harus berjuang mencari sumber pendapatan lain
  6. Alasan Kristenisasi, acara kamp Gereja dibubarkan
  7. Komnas HAM: Ada yang ingin rekonsiliasi, ada yang tidak
  8. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  9. Pernikahan sesama jenis sulit dilakukan di Indonesia
  10. Keluarga Kristen Pakistan dipukul dan diarak setelah dituduh melakukan penghujatan
  1. 1) "Sekolah cinta kasih" untuk orang tua sebelum menikah, agar tahu mengasihi an...
    Said on 2015-06-24 06:48:00
  2. Suster2 di biara butuh penjaga keamanan wanita (satpam wanita) yang terlatih men...
    Said on 2015-06-23 04:35:00
  3. Memprihatinkan... masalah bisa dipecahkan hanya kalau banyak minat menjadi imam ...
    Said on 2015-06-19 06:15:00
  4. Ribut selalu soal puasa dan warung. Mungkin karena jengkel bahwa puasa itu diwa...
    Said on 2015-06-19 05:59:00
  5. Kita dukung Paus Fransiscus - titik. Sebagian penentang besar ada di Amerika.. ...
    Said on 2015-06-18 08:01:00
  6. Katanya, Australia memang mengakui menyuap. Paling tidak, jujur....
    Said on 2015-06-12 08:11:00
  7. Sudahlah, jangan terlalu vokal. Kekhawatiran sebaiknya tidak diucapkan.. Memang...
    Said on 2015-06-12 08:08:00
  8. Bpk Menteri Lukman pikiriannya lurus, tulus dan peduli. Masih ada saja orang bi...
    Said on 2015-06-12 07:45:00
  9. Bangga ada siswi dari Makassar terpilih dan diundang sebagai wakil Indonesia.. k...
    Said on 2015-06-12 07:35:00
  10. Takut para migran membawa penyakit? Memang harus di karantina dulu.. Australia ...
    Said on 2015-06-11 17:18:00
UCAN India Books Online