Mengapa kebanyakan orang dewasa di Cina ingin dibaptis pada Paskah?

25/04/2013

Mengapa kebanyakan orang dewasa di Cina ingin dibaptis pada Paskah? thumbnail

 

Maria (bukan nama sebenarnya) butuh waktu delapan tahun berjuang untuk menerima Sakramen Pembaptisan pada Paskah tahun ini.

“Aku dibesarkan di sebuah kamp militer, mendengarkan lagu-lagu revolusioner dan juga menonton film revolusioner sepanjang masa kecil saya,” katanya.

“Karena saya adalah seorang anggota Komunis dan saya telah diamati secara ‘ketat’ setiap tahun, karena keluarga saya takut bahwa saya akan bergabung dengan Gereja yang dapat mempengaruhi masa depan saya.”

Ayahnya, seorang pensiunan perwira militer, memperingatkan dia ketika dia pertama kali berkenalan dengan Pastor Su Yaxi tahun 2005: “Kami Komunis adalah ateis. Tidak ada Tuhan di dunia. Anda bisa berteman dengan imam itu, tetapi Anda tidak boleh bergabung dengan Gereja.”

Maria akhirnya menerima Sakramen Pembaptisan. Beberapa tahun kemudian, suaminya dengan dibantu Pastor Su menangani situs baru Gereja. Namun, tidak lama setelah itu, tempat kerjanya menawarinya pindah ke kota. Akibat pemindahan ini ia sulit mendapatkan guanxi (teman) yang berpengaruh. Namun, Maria sangat percaya bahwa “ini adalah berkat Yesus kepada kami.”

Tapi, jalan itu bukan akhir dari masalah mereka, bahkan kehidupan semakin memburuk. Tahun 2011 Maria menderita depresi akut yang disebabkan oleh masalah keluarga dan karir. Dia hampir bunuh diri, namun ia teringat kata-kata Pastor Su dan Kitab Suci yang diberikan imam itu.

“Pastor Su menyembuhkan penyakit insomnia saya dengan menggunakan akupunktur,” katanya. “Tapi, dengan kata-katanya ia menyembuhkan hatiku.”

“Dia mengatakan kepada saya bahwa Tuhan memanggil orang-orang dengan cara yang berbeda. Jika Anda memiliki keyakinan agama, Anda dapat memperoleh wawasan tentang segala macam penderitaan dan rasa sakit.”

Sekarang anggota keuskupan Hengshui (Jingxian) di Provinsi Hebei bagian utara itu tidak lagi bergantung pada obat anti-depresi, Maria adalah seorang anggota paduan suara paroki dan menjadi pelayan Injil.

Hebei adalah sebuah provinsi yang mayoritas beragama Katolik. Beberapa imamnya terlihat semakin tertekan akibat kehidupan kota, termasuk Maria, putus asa dengan kehidupan mereka, namun ia menemukan jalan ke gereja di sana.

Angka-angka terbaru dari FICS (Faith Institute of Cultural Studies), yang berbasis di Hebei, tampaknya mendukung kesan tersebut. Paskah ini, Provinsi Hebei menerima  3.647 umat Katolik baru. Keuskupan Xingtai dan Keuskupan Handan, keduanya di Hebei, tercatat sebagai angka baptisan tertinggi dari semua 101 keuskupan dalam survei nasional.

Secara signifikan, dari total 16.748 baptisan yang terjadi di Cina pada Paskah tahun ini, 70 persen adalah orang dewasa, yang menurut pengamatan para imam, hal itu terjadi  karena penduduk kota mencari makna dan kebenaran.

Survei ini adalah ke-6 yang diadakan setiap tahun oleh FICS sejak tahun 2007, tetapi pertama untuk fokus hanya pada pembaptisan pada Sabtu Suci dan Minggu Paskah.

Penyelenggaranya yakin perubahan ini akan menghasilkan refleksi lebih akurat dari gambaran nyata.

“Total baptisan baru tahun ini lebih rendah dari tahun lalu sebanyak  22.104, karena beberapa keuskupan menyediakan statistik mereka dari 1 Januari sampai Paskah,” jelas Suster Li Guoshuang dari FICS.

“Kesulitan terbesar dalam mengumpulkan angka tersebut adalah bahwa orang-orang yang bertanggung jawab atas banyak keuskupan dan paroki tidak mendaftar secara rinci jumlah yang pasti tentang baptisan baru.

“Di beberapa keuskupan, karena struktur hirarki tidak sempurna dan keberadaan komunitas Gereja ‘terbuka’ dan ‘tidak terdaftar’, angka-angka ini tidak lengkap.”

Tahun ini, salah satu keuskupan yang paling padat penduduknya, Shanghai, tidak menyediakan statistik apapun tentang baptisan baru karena “alasan tertentu,” demikian sebuah catatan kaki dalam survei itu.

Alasan lain  adalah terkait penahbisan Uskup Auksilier Mgr Thaddeus Ma Daqin pada Juli lalu dan Uskup Koajutor Mgr Aloysius Jin Luxian menderita sakit kritis sejak Natal.

Sumber: Why are most of China’s Easter baptisms adult?

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  2. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  3. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  4. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  5. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  6. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  7. Gereja dibakar, darurat militer diumumkan di Mindanao
  8. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  9. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  10. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  1. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  2. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  3. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  4. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  5. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  6. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  7. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  8. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  9. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  10. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
UCAN India Books Online