UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Parpol dan tokoh bangsa harus waspadai intoleransi beragama

28/04/2013

Parpol dan tokoh bangsa harus waspadai intoleransi beragama thumbnail

Eva Kusuma Sundari

 

Ada harapan besar intoleransi beragama tidak sampai terjadi di ndonesia.Komitmen politik para pemimpin dan tokoh bangsa ditagih untuk menjamin persatuan agar keutuhan bangsa tetap terjaga.

Demikian benang merah dalam diskusi bertajuk “Tinjauan Kritis Membangun Masa Depan Bersama Bagi Keutuhan, Keadilan dan Kemanusiaan”, di Gedung Joeang, Jakarta, Sabtu (27/4) seperti dilansir beritasatu.com.

Diskusi ini diselenggarakan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dalam rangka perayaan HUT ke-51 GAMKI.

Hadir sebagai narasumber Wakil Ketua MPR Melani Leimena Suharli, Anggota DPR Eva Kusuma Sundari dan mantan Sesmenko Polhukam Letjen (Purn) Hotmangaradja Panjaitan.

Melani mengatakan, untuk menjaga keutuhan beragama diperlukan dialog lintas agama. “Memang di beberapa tempat masih harus dilakukan dialog. Saya terharu karena pelaksanaan MTQ di Maluku beberapa waktu lalu panitianya dari lintas agama. Bahkan para pendeta membuka pintu rumah mereka untuk peserta MTQ,” papar Melani.

Menurut Melani, ancaman kerukunan beragama dan nasionalisme yang merosot menjadi pemicu bagi Pimpinan MPR untuk terus mensosialisasikan empat Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. MPR tidak puas hanya sekedar bertugas memperkenalkan perubahan amandemen UUD 45.

“Saya melihat dan merasakan nasionalisme berkurang. Kemarin anak SD datang ke MPR, ada murid yang tidak bisa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ini memprihatinkan sekali. Saya pun mengingatkan guru atas hal ini,” katanya.

Dia juga menyoroti kecintaan menggunakan bahasa Indonesia yang memudar di dunia pendidikan, apalagi sekolah internasional yang lebih mengutamakan bahasa Inggris.

“Padahal persoalannya bagaimana mereka bisa cinta Indonesia kalau mereka lebih peduli bahasa Inggris. Makanya kita giat mengampanyekan gerakan 4 Pilar,” ucapnya.

Politisi Demokrat ini bersyukur Pancasila kembali masuk dalam kurikulum pendidikan. “Presiden Barack Obama saja mengutip Pancasila saat berpidato di Universitas Indonesia beberapa waktu lalu apakah kita mau melupakan nilai-nilai Pancasila,” ujar Melani.

Sementara politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari menyebutkan, saat ini ada trend tekanan kebebasan beragama yang seharusnya diselesaikan dan tidak dibiarkan begitu saja. Sebab, hal itu merupakan persoalan serius.

“Dalam lima tahun terakhir ini di forum internasional ada pembahasan dan harapan kepada Pemerintah Indonesia agar negara hadir dan memastikan kebebasan beragama. Saat ini, intoleransi ancaman sehari-hari. Ada kelompok kecil yang sistematis dan radikal,” ujarnya.

Intoleransi kata dia, terjadi karena kepimpinanan yang lemah. Disisi lain ketegasan hukum belum ada.

Eva menyampaikan pengalaman yang ditemuinya saat mengujungi pameran buku baru-baru ini. Dia menyimpulkan buku-buku radikal mendominasi daripada buku-buku yang mencerdaskan pembaca.

“Kita butuh komitmen politik yang tegas tidak hanya sekedar komitmen moral. Kita butuh para tokoh untuk bicara tegas dan tidak sekadar yang bernada normatif,” ujarnya.

Melihat level demokrasi masih menuju substansi, Eva meminta program empat Pilar berbangsa dan bernegara lebih dimaksimalkan tidak hanya di level eksekutif dan legsilatif tapi juga dalam berbagai struktur negara lainnya. “Partai politik pun diharapkan lebih serius mengimplementasikan,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum GAMKI Michael Wattimena menyampaikan harapan agar negara yang dibangun oleh para founding fathers ini terus berjalan on the right track.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  2. Musdah Mulia: Radikalisme di Indonesia dibiayai APBN
  3. 10 Pelajaran Dari Kesuksesan Singapura Bersama Lee Kuan Yew
  4. Kenangan Jo Seda sang tokoh pendiri Unika Atma Jaya
  5. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  6. Malaysia memperkenalkan RUU Anti-Terorisme terkait pendukung ISIS
  7. Ajaran membunuh di Buku Agama tak ada dalam Alquran, kata Syaffi Maarif
  8. Polisi India menangkap pelaku perkosaan biarawati
  9. Ratusan tunawisma diundang Vatikan untuk makan malam dan tour ke museum
  10. Uskup ingatkan umat terkait penyaliban diri pada Jumat Agung
  1. Kisah tentang penderitaan keluarga Mary Jane di Filipina
  2. Malaysia memperkenalkan RUU Anti-Terorisme terkait pendukung ISIS
  3. Para pengungsi kecam rencana Kamboja terkait pemukiman kembali
  4. Paus Fransiskus akan hadiri Kongres Amerika Serikat
  5. Minggu Palma, Paus mengajak umat bersikap ‘rendah hati’
  6. Umat Katolik merayakan Minggu Palma dengan hikmat dan meriah
  7. Paus Fransiskus menyalami tunawisma saat kunjungan ke Kapel Sistina
  8. Rakyat Salvador pawai mengenang Uskup Agung Romero, ‘Santo Rakyat’
  9. Musdah Mulia: Radikalisme di Indonesia dibiayai APBN
  10. Buku agama yang bolehkan pembunuhan masih beredar
  1. Online atau off-line kan sama haramnya... ?...
    Said on 2015-03-26 05:49:00
  2. Dahulu hukuman kepada anak, menulis dengan tangan beberapa ratus kali suatu kali...
    Said on 2015-03-24 07:53:00
  3. 1.mestinya tulisan ttg ajaran suatu agama perlu ada imprimatur/editing akhir seb...
    Said maryonobernardus on 2015-03-24 07:35:00
  4. Inilah harus diingat oleh pemerintah tentang hukuman mati: 1) menghukum mati seo...
    Said on 2015-03-24 07:15:00
  5. Untuk Indonesia, mengingat banyaknya krimiminalitas, serta tidak sebanyak orang ...
    Said on 2015-03-14 08:05:00
  6. Long live minister Jonan ...
    Said Ye Bambang Tri on 2015-03-14 06:55:00
  7. Menurut saya untuk Indonesia, jika benar semua agama yg sah berada di Indonesia ...
    Said Ambrosius Wahono on 2015-03-13 09:55:00
  8. Menghitung orang mati karena narkoba? Sepuluh atau limapuluh tidak ada beda - m...
    Said on 2015-03-13 07:15:00
  9. Dalam hal ini nampak bukan saja ketegasan, tetapi lebih lebih adalah kesombongan...
    Said on 2015-03-13 07:00:00
  10. Presiden ini tidak akan mampu menyelamatkan TKI dari eksekusi mati! Yang di depa...
    Said on 2015-03-13 06:43:00
UCAN India Books Online