UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

FMKI pertanyakan sikap pemerintah terkait tempat ibadah

28/04/2013

FMKI pertanyakan sikap pemerintah terkait tempat ibadah thumbnail

Nia Syarifuddin, Handoyo Budhisejati (moderator), Zuhairi Misrawi

 

Forum Masyarakat Katolik Indonesia  Keuskupan Agung Jakarta (FMKI KAJ) mempertanyakan sikap pemerintah terkait tempat ibadah khususnya gereja-gereja yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan juga disegel.

Gereja-gereja terkait masalah IMB tersebut termasuk Paroki Damai Kristus Tambora, Jakarta Barat, Paroki St. Joannes Baptista Parung, Bogor, Gereja HKBP Filadelfia Bekasi, Gereja HKBP Setu Bekasi, seperti dilarang, disegel paksa oleh pemerintah setempat dan didemo warga Muslim.

Padahal gereja-gereja tersebut sudah memenuhi persyaratan berdasarkan Peraturan Bersama (Perber) Dua Menteri Tahun 2006 tentang Pembangunan Tempat Ibadah.

Didorong oleh keprihatinan tersebut  FMKI KAJ mengundang paroki dan Gereja tersebut untuk berbagi permasalahan yang mereka hadapi dalam acara Dialog Kebangsaan bertajuk “Menggugat peran negara dalam kebebasan beribadah”, di Jakarta Barat, pada 27 April, yang dihadiri oleh sekitar 200 peserta.

Rudy Pratigno, wakil dari Paroki Damai Kristus mengisahkan dalam forum itu bahwa pihaknya sudah 40 tahun mengurus izin untuk membangun gereja, namun hingga kini pihaknya belum mendapatkan IMB.

Paroki, yang dibentuk sejak tahun 1977 itu, yang kini umatnya berjumlah sekitar 3.500 orang, ia mengatakan selama ini paroki itu menggunakan gedung serbaguna Yayasan Sekolah Bunda Hati Kudus, yang didirikan tahun 1966 untuk kegiatan peribadatan. Kini atap gedung itu mulai rusak dan bocor.  

Ia mengatakan dalam beberapa tahun terkahir kelompok Muslim datang demo ke sekolah itu, dan terakhir pada 14 April 2013 sejumlah warga Muslim datang protes dan memasang spanduk di pagar sekolah untuk mengumpulkan tandatangan dari warga lokal untuk menolak pembangunan gereja tersebut.

Namun, tambah Rudy, pihaknya memuji sikap Polres setempat yang sangat berkomitmen dengan tugas mereka dalam menjaga keamanan sehingga tidak menimbulkan masalah yang serius, dan pihaknya juga menyambut baik rencana Gubernur Joko Widodo bahwa beliau akan bersedia  menyelesaikan kasus ini.

Nia Syarifuddin, salah satu panelis, mengatakan orang Katolik jangan merasa minoritas di negara ini karena semua sama sebagai satu bangsa. “Kita berhak untuk menjalankan ibadat.”

Persoalannya pada Perber Dua Menteri tersebut.  Menurutnya, sebenarnya Perber itu tidak perlu ada karena menimbulkan masalah hubungan antaragama dan Perber itu inkonstitusional.    

Sementara itu Zuhairi Misrawi, seorang intelektual muda NU, panelis lain, mengatakan, “Masalah yang dihadapi Kristen dan Katolik juga menjadi kegelisahan NU.”

Untuk itu ia mengajak para pastor dan pendeta jangan pesimis dengan masalah yang dihadapi kalau  kalian pismis apalagi umat akan lebih pesmis lagi.

Ia mengacu pada survei Kompas bahwa 98,9 persen dari 240 juta penduduk Indonesia setuju toleran, hanya 1,1 yang intoleran.  Dari 1,1 persen, 66 persen menentang Kristen dan Katolik, 24 persen menentang Ahmadiyah.

Mengapa kelompok intoleran bisa berkembang, katanya, hal ini karena perkembangan teknologi, khususnya media sosial seperti Facebook dan blog. Melalui media sosial tersebut mereka bias menemukan berbagai hal yang membawa orang untuk bersikap intoleransi.

Ia mengatakan kini ada sekitar 50 kelompok radikal di Jawa Barat dan ada sejumlah kelompok yang anggotanya tidak lebih dari 10 orang. Pekerjaan mereka adalah mengganggu gereja karena mereka tidak memiliki pekerjaan.

Ia juga mengkritik Presiden SBY yang lebih peduli dengan kasus Rohinya, Myanmar, ketimbang kasus di negaranya sendiri seperti di bekasi dimana 26 anggota Ahmadiyah masih terkurung di masjid mereka yang di segel.

Salah satu untuk mengatasi masalah ini, ia juga mengajak umat Kristen dan Katolik perlu melakukan dialog di level RT/RW terutama masalah pendidikan dan sosial.

Di akhir acara itu, FMKI mengeluarkan pernyataan sikap yang mengajak semua elemen masyarakat dan pemerintah untuk senantiasa menjunjung tinggi kebebasan beragama dan beribadah, yang dibacakan oleh Veronika Wiwiek Sulistyo, ketua FMKI KAJ dalam forum itu.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Paus: Umat Katolik tidak perlu berkembang biak 'seperti kelinci'
  2. Menjadi minoritas yang bermakna
  3. Menag: Indonesia mayoritas Islam, tapi bukan negara Islam
  4. Tiongkok kirim pesan menyusul Paus menetapkan pertemuan dengan Dalai Lama
  5. Paus mengakui korupsi dalam Gereja
  6. Walikota Bogor segera membalas surat Dewan Gereja Dunia terkait GKI Yasmin
  7. Paus mengatakan ia ingin mengunjungi Tiongkok
  8. Paus ralat kembali komentar 'kelinci', memuji keluarga besar
  9. Terkait GKI Yasmin, Dewan Gereja Dunia surati walikota Bogor
  10. Euforia terhadap Paus Fransiskus cepat memudar di zona topan
  1. Menteri Anies kunjungi gereja di Ambon, pertama kali berdiri di mimbar gereja
  2. Tiongkok akan melanjutkan pentahbisan uskup ilegal
  3. Tunawisma ditarik dari jalan-jalan, disembunyikan di penginapan mewah selama kunjungan Paus
  4. Sebuah provinsi di Tiongkok luncurkan kampanye melawan praktek takhayul
  5. Jaringan Islam Liberal: Charlie Hebdo tidak anti-Islam
  6. Mantan staf Karitas dan PBB di Jepang memilih jadi biarawati
  7. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  8. Pekan Persatuan Umat Kristiani diadakan di Hong Kong
  9. Pembelaan Barat terhadap ‘Charlie Hebdo’ jadi kekhawatiran Muslim moderat Asia
  10. Tiongkok kirim pesan menyusul Paus menetapkan pertemuan dengan Dalai Lama
  1. Boleh saja melarang jika di tempat publik, tetapi jaminlah kalau perayaan diadak...
    Said on 2015-01-14 07:48:00
  2. Saya selalu beranggapan bahwa kecelakaan tidak perlu terjadi... Bahwasanya terja...
    Said on 2015-01-14 07:44:00
  3. Alangkah indahnya nanti kalau ada pemimpin baik.. semoga terus demikian....
    Said on 2015-01-14 07:30:00
  4. Aceh lain sifatnya dari Indonesia pada umumnya.. Kita prihatin nasib perempuan t...
    Said on 2015-01-14 07:17:00
  5. Mudah2an semacam ensiklik juga ditujukan untuk Indonesia, walaupun kaum Kristen-...
    Said on 2015-01-14 07:06:00
  6. Perjalanannya masih panjang di Aceh.....
    Said on 2015-01-09 05:46:00
  7. Baik sekali kalau dalam TNI tidak membedakan perayaan Nasrani - yang hadir semua...
    Said on 2015-01-09 05:44:00
  8. Like...
    Said Yohanes Seandy Sunjoko on 2014-12-21 10:11:00
  9. Mestinya yang mengajar, ya mengajar yang baik. Janganlah di khotbah pada waktu ...
    Said on 2014-12-18 07:06:00
  10. iya, iya, baiklah... tenaga dalam saja, jangan senjata. ..Banser kan artinya ba...
    Said on 2014-12-18 07:03:00
UCAN India Books Online