UCAN Indonesia Catholic Church News
SEASON

Bruder Yesuit berbagi kesan menyusul kunjungan ke penjara di Dili

30/04/2013

Bruder Yesuit berbagi kesan menyusul kunjungan ke penjara di Dili thumbnail

Bruder Tha (kiri) membagikan rosario yang dikirim dari Korea untuk para napi

 

Bruder Noel Oliver SJ berbagi pengalamannya setelah ia mengunjungi sebuah Lapas di Dili, Timor Leste yang menjadi kesan tersendiri bagi dia.

“Saya tidak bisa melupakan kunjungan pertama saya ke penjara di Dili pada 11 November tahun lalu. Saya membayangkan pergi ke tempat dengan penjaga bersenjata. Saya membayangkan melihat nara pidana (napi) dengan busana mereka dan berdiri dalam antrian dan dipimpin oleh personel bersenjata berat,” kata bruder itu.

“Para sipir menyambut kami dengan senyum. Kami masuk ke dalam dan melihat gedung tidak bertingkat terbagi ke dalam sel-sel. Kami melihat ruang terbuka dan blok-blok dengan satu lantai. Di blok ini terletak sebuah kapel  dengan bangku dan kursi yang bisa menampung lebih dari 150 napi.”

Ia mengatakan para tahanan sudah berada di kapel ketika mereka tiba. Empat biarawati duduk di dalam kapel itu. Salah satunya duduk di depan bersama seorang relawan wanita (bersama gitarnya) dan para napi membawakan paduan suara.

Para napi, lanjutnya, harus antrian menunggu untuk pengakuan dosa. Pastor Quyen duduk di kamar mendengarkan pengakuan mereka.

Pada Misa itu, katanya, semua lektor dan pelayan altar adalah para napi. “Saya harus mengatakan bahwa saya belum mendengar lagu tersebut di gereja-gereja kami di India. Mereka menyanyikan dengan indah dan penuh perasaan, saya tidak bisa percaya bahwa saya menghadiri Misa di penjara”.

Ketika saya mengunjungi penjara itu pada Maret, Pastor Quyen dan Iwere mendampingi empat gadis, adalah bekas murid Colegio de Sao Jose. Para gadis itu duduk di depan bersama dua biarawati yang mengunjungi penjara itu secara rutin. Mereka bergabung dengan paduan suara terdiri dari para napi, yang menambahkan keindahan lagu-lagu tersebut. “Kami mendapat cerita dari para sipir bahwa para suster datang sekali seminggu untuk mengajar para napi dengan lagu-lagu rohani.”

Setelah Misa, setiap napi keluar dari kapel dan berjabat tangan dengan mereka. Kemudian mereka dibawa ke sebuah ruangan di mana kopi dan makanan ringan telah disediakan, dan mereka bersama dengan para sipir dan dengan beberapa napi berkumpul dalam suasana yang damai.

“Saya bertemu seorang napi pada  November memukul saya dengan gemas. Dia sudah menjalani empat tahun  dari tujuh tahun hukuman, dan hanya menunggu untuk menyelesaikannya sehingga ia bisa kembali berkumpul dengan istri dan anak-anaknya. Ketika saya bertemu dengan dia lagi pada Maret, ia nampak ceria dan mengatakan kepada saya bahwa ia mungkin menjalankan hukuman setahun lagi dari masa hukumannya.”

Bruder itu mengatakan telah mengunjungi penjara itu tiga kali  dan telah meninggalkan banyak kesan.

Ketika ia berbagi pengalaman tersebut dengan komunitasnya, Pastor Violanto mengatakan bahwa sejumlah napi mengatakan mereka yang telah kembali ke rumah benar-benar bertobat setelah menyelesaikan hukuman penjara mereka.

Sumber: Jesuit sees the power of faith in a Dili prison

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Terwujudnya Damai
  2. Pemimpin Gereja kecam penangkapan terhadap warga Papua
  3. Tiada akhir tekanan terhadap warga Rohingya di Myanmar
  4. Akun Weibo uskup Tiongkok diblokir, ruang gerak dibatasi
  5. GP Ansor hadiri upacara pemakaman uskup
  6. Umat Katolik Malaysia diajak untuk membaca Kitab Suci
  7. KAJ luncurkan rosario merah-putih untuk amalkan Pancasila
  8. Pemerintah Timor Leste harus menaikan upah minimum, kata pejabat Gereja
  9. Bruder Fransiskan melayani orang dengan HIV/AIDS
  10. Calon presiden menandatangani perjanjian untuk pemilu jujur dan damai
  1. Berani jujur memang hebat. Itu yang kita tunggu....
    Said Jusuf Suroso on 2016-04-29 20:18:58
  2. Semoga bs cepat jelas...
    Said Tarcisius on 2016-04-28 13:17:08
  3. Mengapa orang mudah jadi pengikut orang yang aneh2? Sepertinya penyakit "latah"...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-25 19:07:23
  4. Meskipun bantuan tidak akan mengembalikan segalanya, tetapi perhatian dan belara...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-23 08:57:47
  5. Semua orang harus waspada... Siapa yang dapat dipercaya...tetapi ini mungkin p...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-21 12:03:46
  6. Allah seperti apa yg mereka sembah sehingga seseorg yg lemah didemo besar besara...
    Said Eduardus on 2016-04-19 15:54:23
  7. Boleh saja menyumbang, dimana banyak orang tidak suka melihat adanya gereja... T...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-19 13:19:59
  8. Ratusan orang bersatu untuk membunuh SATU orang lemah... Dan belum terbukti bers...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-19 11:11:04
  9. Kata Jimmy Akin apologist Katolik (Catholic Answers), berdoa rosario adalah berd...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-19 10:53:25
  10. Membuat manusia semakin kejam. Penonton sepertinya menikmati menyaksikan hukuman...
    Said Jenny Marisa on 2016-04-14 12:21:12
UCAN India Books Online