Masih relevankah evangelisasi dari pintu ke pintu?

30/04/2013

Masih relevankah evangelisasi dari pintu ke pintu? thumbnail

 

Pada Sabtu baru-baru ini di kala hujan rintik-rintik, sekitar 125 umat Katolik memadati ruang konferensi bawah tanah, kebanyakan mereka berusia tua, orang awam dan mewakili paroki-paroki mereka.

Mereka berkumpul di tempat ini untuk belajar bagaimana menyebarkan iman, sebuah konsep fundamental bagi Kekristenan dan umat Katolik modern.

Selama satu jam pertama pertemuan itu, Kenneth Livengood, seorang umat dari Paroki Trinitas di St. Ann, Mo, menjelaskan salah satu cara evangelisasi dari pintu ke pintu, strategi misionaris lebih familiar dari Gereja Mormon atau Saksi Yehuwa.

“Kita sadar bahwa iman adalah masalah pribadi,” kata Livengood kepada peserta. “Itu adalah bohong. Iman dimaksudkan untuk diwujudkan, dan ada banyak cara untuk berbagi.”

Dia mengajar peserta bagaimana membuat pelayanan dari pintu ke pintu, seraya  menyarankan sedekah yang berguna, memberikan tips tentang keselamatan, dan menunjukkan video tentang cara terbaik untuk menanggapi berbagai reaksi terhadap orang-orang yang melakukan evangelisasi dari pintu ke pintu.

“Bagilah ke dalam dua tim,” kata Livengood. “Salah satu yang dapat Anda lakukan adalah satu tim berbicara dan yang lain menjadi pendoa yang diam. Di rumah berikutnya, membalikan peran Anda.”

Evangelisasi merupakan pusat misi Gereja, tetapi bagi umat beriman, secara fisik bisa mendekati tetangga, rekan kerja atau anggota keluarga.

Sebuah brosur yang diproduksi oleh Keuskupan Agung St. Louis berjudul “Witnessing Christ Door-to-Door” memberikan berbagai tips.

Tips itu mencakup:

“Tanyalah setiap orang yang Anda temui jika mereka membutuhkan doa.”
“Cobalah memberikan banyak fakta tentang Gereja yang mungkin menyebabkan kesalahpahaman.”
 “Lakukan sedikit peran sebelum berkunjung.”

Pergi dari pintu ke pintu “bukan praktek Katolik yang sering kita lakukan di masa lalu,” kata Pastor Stephen Bevans, profesor misi dan budaya di Catholic Theological Union di Chicago. “Ada begitu banyak cara yang harus dilakukan.”

Di pasal terakhir dari Injil Matius, yang juga disebut sebagai “Amanat Agung”, Kristus yang bangkit menampakan diri-Nya kepada para murid-Nya dan mengatakan kepada mereka:  “Ajarilah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Ku-perintahkan kepadamu.” (Mat 28, 20)

Umat Katolik sedikit terlibat dengan Amanat Agung itu daripada kaum evangelis, tapi selama beberapa abad terakhir, Gereja Katolik telah mengandalkan evangelisasi melalui teladan, dengan menghilangkan cara mereka mengetuk pintu tetangga.

Beberapa denominasi baru sering melakukan evangelisasi dari pintu ke pintu. Pendeta Cecil Robeck, dari Gereja Sidang Jemaat Allah, melihatnya sebagai  sesuatu yang kontras.

“Di beberapa Gereja yang lebih tua, orang tidak terbiasa berbicara tentang iman dalam pengertian pribadi,” kata Robeck, seorang profesor sejarah Gereja di Fuller Theological Seminary.

“Selama 25 tahun terakhir, Gereja Katolik mengatakan, ‘agenda sosial kita yang kuat yakni melakukan semua pekerjaan dengan baik dan bagus, tetapi kita perlu berbicara tentang iman kita juga,” kata Robeck.

Pada akhir tahun 1980-an, kata Bevans, Paus Yohanes Paulus II mulai mengacu pada “evangelisasi baru” sebagai strategi untuk membawa umat Katolik yang murtad di Eropa untuk kembali ke gereja.

Dalam bukunya “Crossing the Threshold of Hope,” Paus itu menulis bahwa evangelisasi “tidak pernah hilang” dalam Gereja. Dia mengutip Rasul Paulus dari 1 Korintus: “Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil!”

Paus Benediktus XVI meneruskan topik “evangelisasi baru” pendahulunya menjadi sebuah tema sentral kepausannya, bahkan mengadakan sinode dengan menghadirkan para uskup dari seluruh dunia selama sebulan pada musim gugur lalu untuk membahasnya.

Selama pidato kepada sesama kardinal di Roma tahun lalu, Timothy Kardinal Dolan dari New York menyebut penginjilan adalah “tugas suci.”

Banyak pengamat telah menyebutkan cara Paus Fransiskus menekankan sikap ‘rendah hati dalam evangelisasi. Atau, untuk menggunakan frase tersebut dikaitkan dengan namanya, St. Fransiskus dari Assisi: “Beritakan Injil setiap saat. Bila perlu, gunakan kata-kata.”

Bevans mengatakan foto-foto Paus Fransiskus berhenti untuk memberkati orang cacat selama pelantikan kepausannya, atau mencuci kaki perempuan Muslim pada Kamis Putih, adalah evangelisasi yang  dahsyat.

“Di sana Anda melihat wajah Yesus,” kata Bevans. “Itulah evangelisasi.”

Julie Bostick, direktur eksekutif kantor Kerawam dan Kehidupan Keluarga Keuskupan Agung St. Louis, mengatakan keuskupan agung itu akan mengadakan lagi  konferensi pada Juni, dengan fokus pada evangelisasi dalam keluarga, dan konferensi berikut akan diadakan pada musim gugur tentang evangelisasi di tempat kerja.

“Kadang-kadang orang menjadi sedikit gugup berbicara tentang iman mereka, tapi menyebarkan pesan Yesus Kristus adalah misi Gereja,” katanya.

Sumber: Catholics try their hand at old-fashioned evangelism

 

  • http://twitter.com/andypurnama7 andy purnama

    masih relevan,tergantung siapa pembicaranya

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Umat Katolik desak polisi segera menangkap pelaku pemerkosaan biarawati
  2. Menghadapi diskriminasi dalam Gereja, Kristen Dalit mengadu ke PBB
  3. Paus desak uskup agung baru menjadi saksi yang berani
  4. Lahan parkir gereja dibuka untuk warga Muslim mengunjungi bazaar Ramadan
  5. Keluarga Kristen Pakistan dipukul dan diarak setelah dituduh melakukan penghujatan
  6. Pernikahan sesama jenis sulit dilakukan di Indonesia
  7. 15 tahun sahur bareng kaum pinggiran
  8. Terlepas dari keputusan AS, Filipina tidak setuju pernikahan gay
  9. Agama ramah dimulai dari diri sendiri
  10. Radikalisme akan tetap ada selama adanya ketidakadilan
  1. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  2. Pernikahan sesama jenis sulit dilakukan di Indonesia
  3. Keluarga Kristen Pakistan dipukul dan diarak setelah dituduh melakukan penghujatan
  4. Komite untuk HAM berat segera disahkan
  5. Pertemuan para uskup Asia bahas perubahan iklim
  6. 173 warga Uyghur tiba di Turki setelah dibebaskan dari tahanan Thailand
  7. Kemenag latih pengawas Madya Pendidikan Agama Katolik
  8. Bagi jemaat Ahmadiyah, Ramadan berarti kasih meski ada tekanan
  9. Lahan parkir gereja dibuka untuk warga Muslim mengunjungi bazaar Ramadan
  10. Umat Katolik desak polisi segera menangkap pelaku pemerkosaan biarawati
  1. 1) "Sekolah cinta kasih" untuk orang tua sebelum menikah, agar tahu mengasihi an...
    Said on 2015-06-24 06:48:00
  2. Suster2 di biara butuh penjaga keamanan wanita (satpam wanita) yang terlatih men...
    Said on 2015-06-23 04:35:00
  3. Memprihatinkan... masalah bisa dipecahkan hanya kalau banyak minat menjadi imam ...
    Said on 2015-06-19 06:15:00
  4. Ribut selalu soal puasa dan warung. Mungkin karena jengkel bahwa puasa itu diwa...
    Said on 2015-06-19 05:59:00
  5. Kita dukung Paus Fransiscus - titik. Sebagian penentang besar ada di Amerika.. ...
    Said on 2015-06-18 08:01:00
  6. Katanya, Australia memang mengakui menyuap. Paling tidak, jujur....
    Said on 2015-06-12 08:11:00
  7. Sudahlah, jangan terlalu vokal. Kekhawatiran sebaiknya tidak diucapkan.. Memang...
    Said on 2015-06-12 08:08:00
  8. Bpk Menteri Lukman pikiriannya lurus, tulus dan peduli. Masih ada saja orang bi...
    Said on 2015-06-12 07:45:00
  9. Bangga ada siswi dari Makassar terpilih dan diundang sebagai wakil Indonesia.. k...
    Said on 2015-06-12 07:35:00
  10. Takut para migran membawa penyakit? Memang harus di karantina dulu.. Australia ...
    Said on 2015-06-11 17:18:00
UCAN India Books Online