UCAN Indonesia Catholic Church News

Pemerintah beri penghargaan kepada 21 perempuan inspiratif

30/04/2013

Pemerintah beri penghargaan kepada 21 perempuan inspiratif thumbnail

 

Pemerintah melalui PT Telekomunikasi Indonesia (PT Telkom), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan penghargaan kepada 21 perempuan dari seluruh Indonesia yang dinilai berprestasi dan berjasa bagi masyarakat umum.

Penghargaan ini yang diberikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar dan Direktur PT Telkom Arief Yahya di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (29/4) diadakan dalam rangka mengenang semangat Raden Ajeng Kartini (1879 –1904), pelopor perjuangan emansipasi hak-hak perempuan Indonesia.

Dua puluh satu perempuan penerima penganugerahan ini yang diseleksi dari 100 lebih kandidat dinilai  berjasa dalam bidang seni budaya, kegiatan sosial, pendidikan, kewirausahaan, lingkungan hidup, profesional dan teknologi.

Beberapa di antaranya adalah Sophia Hage, pemenang kategori sosial yang merintis gerakan “Selamatkan Ibu”  sejak 2010. Ia mengajak masyarakat untuk ikut serta menyuarakan, menyebarluaskan pengetahuan dan informasi serta mengambil bagian dalam menekan angka kematian ibu.

 Untuk menyebarkan ide-idenya, ia memanfaatkan media social Twitter berakun @selamatkan ibu, dengan jumlah pengikut 53,8 ribu orang. Selain itu, ia juga rutin melakukan program edukasi ke masyarakat melalui penyuluhan, seminar ataupun workshop yang bertujuan mengedukasi masyarakat tentang kesehatan ibu hamil.

Selain itu,  salah satu penerima penghargaan untuk kategori pendidikan adalah Ade Pujiati yang mendirikan sekolah gratis di teras rumahnya, bernama SMP Gratis Ibu Pertiwi. Murid-muridnya menggunakan seragam, belajar pengetahuan umum, seni, berbagai keterampilan, mengikuti ujian nasional dan mendapat ijazah bagi yang lulus.

Menurut Ade, tempat belajar ini dibuat awalnya karena kesal terhadap ulah sekolah yang mengharuskan anak asuhnya membayar berbagai pungutan. “Pemerintah berbohong. Di iklan TV katanya sekolah gratis dan segala yang muluk-muluk. Tapi kenyataannya tidak. Anak asuh saya yang belajar di sekolah negeri, nggak ada yang gratis,” katanya kesal.

Betti Setiastuti Alisjahbana, penerima penghargaan dari kategori profesional yang merupakan  perempuan pertama yang menduduki jabatan Presiden Direktur IBM di kawasan Asia Pasifik (1999-2008) mengatakan, penghargaan ini menunjukkan bagaimana apresiasi Indonesia terhadap kaum perempuan, yang dalam banyak hal masih dianggap sebagai kelas dua.

“Penghargaan ini harus menjadi motivasi bagi semua perempuan di Indonesia, untuk berprestasi, tidak saja di ranah nasional, tetapi juga di dunia internasional”, katanya.

Alishahbana yang kini menjadi pemimpin PT Quantum Business International, yang bergerak di Industri Kreatif mengatakan, kunci keberhasilannya adalah kejujuran, integritas dan motivasi yang tinggi.

“Itu adalah modal yang harus dipegang oleh semua perempuan”.

Menteri  Linda berharap penghargaan ini memacu banyak perempuan untuk mendedikasikan dirinya bagi masyarakat.

“Sesuai dengan spirit Kartini,perempuan di Indonesia harus percaya diri untuk mampu bersaing dan menunjukan prestasi”, katanya.

Namun demikian, kata dia, masih ada hal-hal yang menjadi kendala antara lain adalah perempuan masih kurang berani tampil dan menyatakan pendapatnya, aspirasinya, dan kepeduliannya serta masih canggung dan ragu untuk memimpin.

“Iklim sosial budaya belum sepenuhnya mendukung upaya meningkatkan harkat dan martabat perempuan, sehingga masih terdapat cara pandang masyarakat yang membedakan perempuan dengan laki-laki”, katanya.

Di tengah era sekarang, yang dinilai sebagai era digital, ia mengajak perempuan berani memaksimalkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi agar tidak ketinggalan zaman.

“Ayo perempuan Indonesia, terutama para ibu, kita harus berani memasuki era digital ini. Kita harus paham dengan teknologi ini agar bisa mencegah anak-anak menjadi korban dari konten pornografi atau traficking, dan kejahatan lainnya,” ujarnya.

Berita terkait: Indonesia honors women for social media advocacy

 

  • Anonymous

    Penghargaan terhadap perempuan berprestasi adalah sesuatu yang baik dan mulia. Namun memilihnya dari antara yang sudah terkenal, yang sudah merasa lumrah mendapat penghargaan adalah sesuatu yang klise dan kurang bermakna. Kementerian Pemberdayaan Perempuan mestinya, melalui jaringannya yang sampai ke daerah-daerah sanggup menemukan perempuan-perempuan berjasa dan berprestasi yang mungkin belum pernah dihargai jasa dan prestasinya. Dan itu ada banyaaaaak….skali…

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Para uskup Filipina menentang pernikahan sesama jenis
  2. Paus desak pengunjung di Vatikan mengenal Yesus dengan membaca Injil
  3. Tokoh agama: Pancasila Rumah Kita, perbedaan adalah rahmat
  4. Komsos KWI: Cyber Mission, panggilan terkini orang Katolik
  5. Jika Gairah Hidup Anda Redup, Nyalakan dengan Ini
  6. Data baru menunjukkan tuduhan kristenisasi tidak terbukti
  7. Umat Katolik diajak gunakan media digital sebagai sarana pewartaan
  8. Kehadiran minoritas harus memberi arti bagi mayoritas
  9. Prioritas, pewartaan, sentuhan kasih mencerminkan latar belakang Paus Fransiskus
  10. Dinilai menghina pemerintah dan perusahaan, Film Rana Plaza dilarang
  1. Komkat Regio Nusra adakan pelatihan bagi para fasilitator katekese
  2. Festival panen digelar di berbagai paroki, solider dengan warga miskin
  3. Kardinal Hong Kong: Ia tidak diundang ke Sinode tentang Keluarga
  4. Romo Magnis: Pemeluk agama tak sama dengan pendukung bola
  5. Para uskup Filipina menentang pernikahan sesama jenis
  6. Warga masih trauma dan derita fisik akibat perang saudara selama 26 tahun
  7. Kaus perkosaan di India jauh lebih tinggi dari data yang dilaporkan
  8. Para uskup AS belajar isu migran di Malaysia
  9. TV María akan menampilkan acara untuk anak-anak, orang muda
  10. Uskup Timika kecam penembakan aparat TNI terhadap umatnya
  1. Tentu saja kesibukan sebatas Liturgi - Altar, perlu diimbangi dengan ketegasan p...
    Said sani@ on 2015-08-21 11:51:00
  2. Silahkan baca di teks ini selengkapnya...terima kasih.. http://www.mirifica.net...
    Said on 2015-08-19 14:30:00
  3. “Dalam perjalanan ke depan, Gereja Katolik memandang bahwa pemerintah dan para p...
    Said kristiadjirahardjo on 2015-08-17 10:55:00
  4. Undangan kepada Bapa Suci dr Menag unt berkunjung ke Indonesia,tentu sangat meng...
    Said tarcisius fenfat on 2015-08-15 10:51:00
  5. Menuju keteraturan......
    Said on 2015-08-14 16:46:00
  6. Baik sekali kalau Bpk Menteri kunjung ke Vatikan.....
    Said on 2015-08-14 16:45:00
  7. Salut kepada menteri agama t ksi atas upayanya utk mengundang bp paus franciskus...
    Said Eduardus on 2015-08-13 13:29:00
  8. Roma 10:9: Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan...
    Said mietiaw69 on 2015-07-29 14:34:00
  9. Pemerintah terus mengundang investor - dan tentu akan memberi izin untuk itu. S...
    Said on 2015-07-29 07:50:00
  10. Negara Cina tidak mau menjadi warga bumi yang mudah bergaul..sepanjang masa. Ama...
    Said on 2015-07-25 08:12:00
UCAN India Books Online