UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Gereja dipuji karena memperhatikan kaum buruh

Mei 1, 2013

Gereja dipuji karena memperhatikan kaum buruh

 

Kelompok buruh Kilusang Mayo Uno (KMU), atau Gerakan 1 Mei, memuji  Luis Antonio Kardinal Tagle telah “menunjukkan rasa simpati terhadap nasib kaum buruh di Filipina” dan ia mendukung seruan mereka.

Uskup Agung Manila itu mengumumkan pada hari Minggu bahwa ia akan mengadakan Misa bagi kaum buruh di distrik Quiapo pada 1 Mei.

Sementara itu Uskup Broderick Pabillo, kepala Sekretariat Aksi Sosial Konferensi Waligereja Filipina, mendesak pemerintah untuk meningkatkan upah minimum sehingga warga bisa merasakan klaim pemerintah tentang pertumbuhan ekonomi.

“Ini benar-benar sebuah masalah bahwa pemerintah harus menghadapi Hari Buruh ini jika mereka benar-benar menginginkan pertumbuhan bahkan untuk semua orang dan bukan hanya untuk beberapa kalangan,” kata Kardinal Tagle dalam konferensi pers kemarin.

Kelompok-kelompok buruh, akan menggelar aksi protes besar hari ini, telah berusaha meminta kenaikan upah hingga US$ 3 per hari.

Pabillo mengatakan upah minimum harian sebesar US$ 11 di Metro Manila kurang dari setengah dari sekitar US$ 24 untuk biaya hidup sehari-hari.

Kardinal Tagle sebelumnya menjelaskan ajaran sosial Gereja tentang buruh dan mengungkapkan perasaan Gereja terhadap kaum buruh.

Ia mengatakan kaum buruh adalah “bagian yang paling penting dari produksi” dan sementara pertumbuhan ekonomi seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengeksploitasi mereka.

Pemimpin Buruh Elmer Labog mengatakan simpati dan dukungan Kardinal Tagle “memberi buruh kekuatan dalam mendorong kenaikan upah yang cukup, pekerjaan tetap dan menghormati hak-hak buruh.”

“Ini menjadi inspirasi bagi kami kaum buruh untuk mengetahui bahwa di saat seperti ini, ketika kapitalis dan kolusi pemerintah dalam pemanfaatan dan menindas buruh, seorang pemimpin Gereja berada di pihak kami,” kata Labog.

Ia mengatakan kaum buruh dan kaum miskin membutuhkan semua dukungan yang mereka dapatkan.

“Semoga Misa buruh membawa persatuan yang lebih erat antara kaum buruh dan Gereja Katolik. Kita dapat bekerja sama dalam banyak masalah. Kami akan selalu mendukung Gereja dalam mempromosikan keadilan dan kesetaraan bukan hanya bagi kaum buruh, tetapi juga untuk seluruh rakyat Filipina,” kata Labog.

Sementara itu, Organisasi Buruh Internasional (ILO) meminta pemerintah Filipina dan perusahaan swasta untuk menaikan “upah” bagi kelas menengah untuk menambah pengeluaran yang akan menopang pertumbuhan ekonomi dan mengatasi kemiskinan.

“Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi pertumbuhan yang stabil namun tantangannya adalah untuk memiliki pertumbuhan yang diterjemahkan ke dalam pekerjaan yang layak,” kata Lawrence Jeff Johnson, direktur ILO dalam sebuah wawancara.

“Apa yang kita butuhkan adalah untuk mengembangkan kelas menengah yang kuat yang digaji secara memadai,” katanya.

Angka dari Departemen Tenaga Kerja dan Pemberdayaan menunjukkan bahwa tahun 2012, sekitar 14,9 juta di luar dari 37,6 juta orang bekerja di sektor pekerjaan yang rentan atau “pekerja terpaksa menerima atau menjalankan pekerjaan apa pun yang tersedia untuk mempertahankan hidup.”

Sumber:  Workers hail Cardinal Tagle’s Labor Day Mass

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi