UCAN Indonesia Catholic Church News
Tomorrows church today

Hari Buruh: 420 buruh migran terancam hukuman mati

01/05/2013

Hari Buruh: 420 buruh migran terancam hukuman mati thumbnail

 

LSM Peduli Pekerja Migran, Migrant Care, mencatat  tahun 2013 ini sedikitnya ada 420 buruh migran yang masih terancam hukuman mati di luar negeri.

Angka tersebut dengan rincian, Malaysia 351 orang, China 22 orang, Singapura satu orang, Manila satu orang, dan Saudi Arabia 45 orang. Dari angka tersebut, 99 orang yang telah divonis hukuman mati.
 
“99 diantaranya sudah divonis hukuman mati dan 2 orang sudah dieksekusi mati di Arab Saudi,” ungkap Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, Rabu (1/5/2013).

Menurut Anis, Satgas Anti Hukuman Mati yang tidak diperpanjang masa kerjanya meninggalkan pekerjaan rumah yang cukup serius. Antara lain 5 PRT Migran yang tinggal menunggu eksekusi di Arab Saudi, yaitu Satinah, Siti Zaenab, Tuti Tursilawati, Aminah dan Darmawati.

“Kami menuntut pemerintah membela secara maksimal dan mengupayakan pembebasan mereka,” ujar Anis.

“Kasus ancaman hukuman mati tidak bisa diselesaikan hanya dengan pidato dan pembentukan lembaga adhoc, tetapi memerlukan langkah konkret dengan menghadirkan langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan melakukan diplomasi politik tingkat tinggi,” tambahnya.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI, jumlah warga Indonesia yang bekerja di luar negeri mencapai 3.998.592 orang. Tiga negara utama tujuan para TKI adalah Arab Saudi (1.427.928 orang), Malaysia (1.049.325 orang), dan Taiwan (381.588 orang).

One Comment on "Hari Buruh: 420 buruh migran terancam hukuman mati"

  1. Yulius Siantar Man on Thu, 2nd May 2013 9:34 pm 

    Pemerintah hanya tahu berkeringat di saat kampanye, begitu naik jabatan dia tak perduli pada rakyatnya. Sungguh memilukan jadi bangsa Indonesia…




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pimpinan Gereja bertekad memerangi radikalisme dan terorisme
  2. Gereja Katolik ‘resmi’ di Tiongkok dalam krisis otentisitas
  3. Pencari suaka Kristen Pakistan di Sri Lanka takut dideportasi
  4. Pemimpin Ordo Religius: Sikap diam warga terkait pembunuhan sangat berbahaya
  5. Unika Atma Jaya – IIF gelar konferensi pemberdayaan manusia Indonesia
  6. Gizi untuk keluarga-keluarga termiskin
  7. Vatikan memberikan penghargaan kepada dua warga Banglades
  8. Nepal dan impian pelayanan kesehatan
  9. Kamp paroki membantu meningkatkan iman anak
  10. Kardinal Myanmar: Semua pihak memiliki kewajiban moral membangun perdamaian
  1. Jarang kita dengar berita kebaikan dari suatu pemerintah.. ini salah satunya. L...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-22 11:22:02
  2. Orang mau menyumbang organ badan atau mata dsb. pantasnya tidak diminta, tidak d...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-16 14:53:44
  3. Tidak perlu dibaca - kalau dari keuskupan pasti hal hal yang baik......
    Said Jenny Marisa on 2016-08-15 13:23:14
  4. Memang ada orang yang terpanggil untuk "pembersihan" kebobrokan... Pikir2 lagi, ...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-14 19:25:14
  5. Jadi bukan terrorist.. itu lebih gawat....
    Said Jenny Marisa on 2016-08-10 10:41:31
  6. Tidak dapat mengubah pembantaian, ya tinggal mendoakan saja untuk arwah korban.....
    Said Jenny Marisa on 2016-08-09 10:06:22
  7. Belajar dari gereja di Barat adalah sangat baik bagi orang Katolik Cina yang kir...
    Said Jenny Marisa on 2016-08-04 09:22:18
  8. Benar kata imam Abdelatif Hmitou, karena jelas didengar dan mudah dimenterti sia...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-30 13:31:58
  9. Lebih sedikit hukuman mati lebih baik,...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-29 10:33:31
  10. Susah untuk diungkapkan. Ini nampaknya noda satu satunya(?)di pemerintahan Jokow...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-28 21:28:59
UCAN India Books Online