UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Forum penanggulangan bencana ASEAN dinilai terlalu lamban bekerja

03/05/2013

Forum penanggulangan bencana ASEAN dinilai terlalu lamban bekerja thumbnail

Tanty Surya Thamrin

 

Sejumlah LSM internasional yang tergabung dalam ASEAN Partnership Group (APG), mengkritisi realisasi perjanjian antarnegara ASEAN untuk mengurangi resiko bencana yang dinilai sangat lamban.

Akibatnya, meski sudah dibentuk selama 8 tahun lebih, ASEAN Agreement on Disaster Management and Emergency Response (AADMER)  atau Perjanjian ASEAN Untuk Penanggungalan Bencana dan Respons Darurat belum optimal.

APG – yang bekerja sama dengan ASEAN untuk menyukseskan AADMER -  mengadakan diskusi di Jakarta, Kamis (2/5), yang diikuti antara lain oleh Oxfam, Humanitarian Forum Indonesia, ChildFund International,  Plan International, juga perwakilan dari dari The UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (UN-OCHA).

“Tidak semua pemerintah dari negara ASEAN mau membuka diri dan bekerja sama. Bahkan, ada kesan, beberapa negara sama sekali pasif”,  kata Tanty Surya Thamrin, ketua APG untuk Indonesia.

AADMER yang diratifikasi oleh 10 negara ASEAN tahun 2005 dan mulai bekerja tahun 2009 adalah perjanjian yang mengikat secara hukum. Sebagai kerangka regional, ia menyediakan mekanisme untuk mengurangi hilangnya nyawa dan aset akibat bencana di negara-negara ASEAN. AADMER juga bertujuan untuk memfasilitasi tanggapan terhadap bencana melalui upaya bersama tingkat nasional dan mengintensifkan kerjasama regional dan internasional.

Thamrin mengatakan, sampai saat ini, belum ada komunikasi intensif dan koordinasi yang dibangun di antara negara-negara ASEAN.

“Karena itu, ketika terjadi bencana, AADMER masih memiliki kesulitan untuk memenuhi perannya secara efektif dan bingung menentukan bagaimana merespon dan apa peran yang bisa dilakukan”, katanya.

Hal ini, kata dia menunjukkan sulitnya melakukan koordinasi kemitraan komprehensif bagi seluruh anggota ASEAN.

Titi Moektijasih, analis dari UN-OCHA mengatakan, kelambatan pencapaian tujuan AADMER juga disebabkan oleh tidak proaktifnya ASEAN.

“ASEAN sepertinya lepas tangan. Yang aktif malahan NGO-NGO yang tergabung dalam APG”, katanya.

Sementara itu, Surya Rahman Muhammad dari Humanitarian Forum Indonesia (HFI) melihat bahwa kelambanan perkembangan AADMER bukan berarti solidaritas antarmasyarkat di negara-negara ASEAN rendah ketika menghadapi situasi bencana.

Ia menyebutkan bahwa sejumlah NGO dengan caranya masing-masing langsung turun tangan bila ada bencana.

“Waktu terjadi bencana Bhopa di Filipina, kami langsung ke sana, begitupun waktu meletus masalah Rohinghya di Myanmar. NGO-NGO lebih cepat bekerja, dibanding pemerintah”, katanya.

Ia menilai, kadang pertimbangan politi, menjadi halangan bagi pemerintah untuk segera mengambil tindakan, misalnya dalam kasus Rohinghya, pemerintah di negara-negara ASEAN tidak mau menyalurkan bantuan karena pertimbangan agar tidak terjadi benturan dengan pemerintah Myanmar. Hal ini, kata dia, berbeda dengan NGO yang biasanya bergerak sendiri, tidak melewati urusan birokrasi yang terlampau rumit.

Hanya saja, lanjutnya, realisasi tujuan AADMER dinilai mendesak, mengingat AADMER akan meningkatkan optimalisasi kerja sama negara-negara ASEAN, serta demi mewujudkan komunitas ASEAN pada 2015.

Negara-negara di ASEAN memiliki tingkat resiko bencana yang tinggi. Indonesia misalnya, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada 2011,  terjadi 1.598 bencana dengan korban meninggal 834 orang dan 325.361 orang dilaporkan harus mengungsi.  Pada 2012, terjadi  730 kejadian, dimana sebanyak 487 orang meninggal dan 675.798 orang mengungsi.

 Ryan Dagur, Jakarta

Berita terkait: Asean ‘dragging its feet’ in curbing disaster risk

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. PM Malaysia 'sangat prihatin' dengan kuburan massal diduga imigran gelap
  2. Gereja Katolik terus membantu para korban gempa di Nepal
  3. Ratusan mahasiswa tolak transmigrasi di Kalimantan
  4. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  5. Relikwi St. Yohanes XXIII dan Relikwi St. Yohanes Paulus II berkunjung ke Thailand
  6. Para uskup puji Filipina menyambut pengungsi Rohingya
  7. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  8. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  9. Kelompok HAM Filipina desak PBB menyelidiki 110 kasus penyiksaan
  10. Tokoh agama: hadapi pengungsi Rohingya, utamakan aspek kemanusiaan
  1. Kelompok HAM Filipina desak PBB menyelidiki 110 kasus penyiksaan
  2. Gereja Katolik terus membantu para korban gempa di Nepal
  3. PM Malaysia ‘sangat prihatin’ dengan kuburan massal diduga imigran gelap
  4. Relikwi St. Yohanes XXIII dan Relikwi St. Yohanes Paulus II berkunjung ke Thailand
  5. Daniel Mananta dan Sandra Dewi ikut peresmian kapel yang mereka bangun di Flores
  6. Gereja menentang otoritas Zhejiang terkait kampanye pembongkaran salib
  7. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  8. Orangtua Rohingya di kamp pengungsian cemas terkait berita anak-anak mereka yang hilang
  9. 65 tahun, PGI gelar ibadah syukur
  10. Dari pengungsi menjadi pengacara hak asasi: Mengapa kita harus membantu Rohingya
  1. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  2. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  3. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  4. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  5. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  6. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  7. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
  8. Raul harus cepat saja kembali... beliau sudah lansia......
    Said on 2015-05-12 07:07:00
  9. Datang dari Jakarta tentu harus bawa kado.. Lain kali ke Papua saya harap mereka...
    Said on 2015-05-12 06:58:00
  10. Ada baiknya dalam bulan Mei kita berdoa melalui Ratu Segala Bangsa, untuk perlin...
    Said on 2015-05-12 06:49:00
UCAN India Books Online