UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Paus Emeritus disambut kembali ke Vatikan

03/05/2013

Paus Emeritus disambut kembali ke Vatikan thumbnail

 

Paus Fransiskus  menyambut pendahulunya, Paus Emeritus Benediktus XVI, di Vatikan pada 2 Mei di luar biara yang direnovasi untuk Paus Emeritus berusia 86 tahun itu dan lima pembantunya.

Paus Fransiskus dan Paus Emeritus Benediktus memasuki kapel biara bersama-sama “untuk berdoa sejenak,” kata Pastor Federico Lombardi SJ, juru bicara Vatikan.

Paus Emeritus Benediktus tinggal di vila musim panas kepausan di Castel Gandolfo sejak pengunduran dirinya secara resmi pada 28 Februari. Paus Fransiskus mengunjungi villa itu setelah 10 hari ia terpilih sebagai Paus. Ia berdoa dan makan siang bersama dengan Paus Emeritus Benediktus.
 
Dalam menanggapi pertanyaan tentang kesehatan Paus Emeritus Benediktus, Pastor Lombardi mengatakan kepada wartawan, “Dia sudah tua, lemah akibat usia, namun dia tidak menderita penyakit apapun.”

Di tahun terakhir masa kepausannya, Paus Emeritus Benediktus terlihat berjalan dengan tongkat.  Setelah Paus Benediktus mengundurkan diri, Pastor Lombardi menegaskan bahwa ia telah memiliki alat pacu jantung sebelum menjadi Paus tahun 2005 dan telah menjalani bedah ringan pada November untuk mengganti baterai.

Sementara itu Vatikan kini adalah rumah bagi paus dan paus emeritus. Paus Fransiskus tinggal di Domus Sanctae Marthae, Wisma Vatikan tepat di sebelah selatan Basilika Santo Petrus, tempat para kardinal tinggal selama Konklaf, sedangkan Biara Ecclesiae Mater, tempat Paus Emeritus Benediktus tinggal berada di sebelah utara Basilika.

Setibanya di Castel Gandolfo beberapa jam setelah pensiun resmi, Paus Emeritus Benediktus mengatakan kepada kerumunan orang yang berkumpul di alun-alun kota itu untuk menyambutnya, “Saya seorang peziarah sederhana yang menjalani tahap terakhir dari ziarah di bumi ini.

“Dengan segenap hati saya, cinta saya, doa-doa saya, refleksi saya, dan segala kekuatan dalam diri saya, saya masih ingin bekerja untuk kebaikan bersama dan kebaikan Gereja dan umat manusia,” katanya, seraya menegaskan kembali rencananya untuk menghabiskan masa pensiunnya dengan doa dan belajar.

Gedung yang dibangun tahun 1994 adalah rumah bagi empat komunitas biarawati berbeda – Clares Miskin, Karmelit, Benediktin dan Visitandines – yang masing-masing menghabiskan waktu lima atau tiga tahun dalam kehidupan yang didedikasikan untuk berdoa bagi Paus dan Gereja.

Sebelum kelompok biarawati itu tinggal, lokasi itu dijadikan taman Vatikan. Beato Yohanes Paulus II telah memperluas menjadi sekitar 4.600 meter persegi, termasuk kapel, ruang makan dan ruang kesehatan.

Sejak para suster Visitandine pindah pada November, gedung itu direnovasi, termasuk perluasan perpustakaan khusus untuk Paus Emeritus Benediktus.

Paus Emeritus itu akan tinggal di Biara Mater Ecclesiae bersama Uskup Agung Georg Ganswein, sekretarisnya, yang juga menjabat Prefek Rumah Tangga Kepausan saat ini, dan empat wanita awam dari Memores Domini, kata Pastor Lombardi. Gedung ini juga memiliki kamar dirancang khusus untuk kunjungan dari kakak Paus Emeritus Benediktus, Mgr Georg Ratzinger.

Helikopter pemerintah Italia membawa Paus Emeritus Benediktus ke Vatikan dari Castel Gandolfo bertemu Tarcisio Kardinal Bertone, sekretaris negara Vatikan, dan Angelo Kardinal Sodano, dekan Kolese Kardinal, serta para pejabat lainnya.

Sambil menunggu di Lapangan Santo Petrus untuk melihat helikopter tiba adalah seorang imam dari Kenya, yang tidak mau menyebutkan namanya. Dia mengatakan kepada Catholic News Service, “Ada baiknya dia (Paus Emeritus Benediktus) datang untuk berdoa bagi Paus baru dan orang lain. Ia mengajarkan kita bagaimana untuk berdoa.”

Jenna Cooper dari Cornwall, NY, AS, yang belajar di Universitas Kepausan Salib Suci di Roma, mengatakan dia datang ke alun-alun itu “karena saya mencintai Paus Emeritus Benediktus. Saya ingin berada di sini untuk memberikan dukungan doa saya. Saya ingin menyaksikan peristiwa bersejarah ini.

“Ini adalah kesaksian yang indah bahwa dia mendedikasikan hidupnya untuk berdoa, itu menunjukkan betapa pentingnya doa bagi kehidupan Gereja,” kata Cooper.

Sumber: Former pope is welcomed back to the Vatican

 

  • http://www.facebook.com/willibrodus.herudwiatmoko Willibrodus Heru Dwiatmoko

    Paus Emeritus Benedictus XVI masih berada di Vatikan dan berdoa bersama di Kapel Biara God Bless Us dan Jesus Blessing to Pope emeritus Benedictus XVI and Pope Fransicus.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulil: Umat Muslim yang percaya kata 'Allah' hanya untuk Islam adalah 'keliru'
  2. Sinode berakhir dengan mempertegas ajaran Gereja
  3. Uskup Peraih Nobel Perdamaian doakan Jokowi-JK dalam Surat Terbuka
  4. Menara Pohon Natal yang dibenci Korut telah dibongkar
  5. Vatikan mengumumkan jadwal perjalanan Paus Fransiskus ke Turki
  6. Para kardinal bahas penderitaan orang Kristen di Timur Tengah
  7. Jokowi-JK bersumpah pegang teguh UUD 1945
  8. PGI Papua: Gereja tak pernah berpihak pada separatis
  9. Presiden Jokowi hadapi setumpuk masalah HAM
  10. Uskup Agung Kuala Lumpur fokus pada kaum muda
  1. Paus Fransiskus menyerukan penghapusan hukuman mati dan penjara seumur hidup
  2. Kendurenan awali Konggres Persaudaraan Sejati Lintas Iman
  3. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  4. Polri adakan program Sekolah Toleransi dan Klinik Pancasila
  5. Cegah terorisme, BNPT datangi kampus-kampus di seluruh Indonesia
  6. 70 ribu anak dihukum di LP umum
  7. Suster Canossian di Singapura merayakan 120 tahun
  8. PGI Papua: Gereja tak pernah berpihak pada separatis
  9. Vatikan mengumumkan jadwal perjalanan Paus Fransiskus ke Turki
  10. Menara Pohon Natal yang dibenci Korut telah dibongkar
  1. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  2. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  3. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
  4. Bukan saja tidak mendiskriminasi keberadaan agama (yang ada sekarang) tetapi jug...
    Said on 2014-10-07 08:28:00
  5. Yang berbelaskasih menghadapi ahli hukum gereja.. mengingatkan pada Yesus yang m...
    Said on 2014-10-07 08:08:00
  6. Masuk penjara seperti Santo Paulus, demi keadilan dan kerajaan Allah.. syukur bu...
    Said on 2014-10-07 07:52:00
  7. Sangat disayangkan, tidak dimuat apa masalah pokoknya, apa saja yang dituduhkan...
    Said Brian Susanto on 2014-10-07 07:13:00
  8. Konflik sepihak itu (kan tidak ada yang membalas kalau dari kalangan Kristen), s...
    Said on 2014-10-01 14:52:00
  9. Kita semua tertipu. Yang dikira dapat dipercayai pemerintahan yang baik ternyat...
    Said on 2014-09-30 10:19:00
  10. @donotchangemyname: baca dokumen2 Gereja yg terkait dgn hal tsb. Prinsip dan huk...
    Said Antonio on 2014-09-27 01:06:00
UCAN India Books Online