Isu agama dan suku tak laku untuk pemilih pemula

06/05/2013

Isu agama dan suku tak laku untuk pemilih pemula thumbnail

 

Hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) menyebutkan dalam memilih calon presiden, pemilih pemula tidak mempertimbangkan faktor-faktor primordial seperti suku, agama ataupun kedaerahan sebagai pertimbangan mereka.

“Mayoritas responden, sekitar 41,3 persen tidak mempermasalahkan suku asal calon presiden,” ujar Umar S Bakry di Hotel Century Park, Jakarta, Minggu (5/5/2013), seperti dilansir tribunnews.com.

Hal ini berbeda dengan pandangan pemilih di Indonesia secara umum yang cenderung lebih memilih calon dari suku Jawa.

Menurut Umar, hal tersebut disebabkan oleh karakteristik pemilih pemula yang rasional dan otonom, sehingga faktor-faktor yang sifatnya primordial tidak dilirik oleh mereka.

“Suku, usia, TNI, sipil, agama, tidak mempengaruhi bagi pemilih pemula. Mungkin bagi pemilih tua masih memikirkan faktor-faktor itu. Misalnya mungkin mereka lebih senang dari TNI karena waktu jaman pak Harto aman,” imbuhnya.

Karakter rasional pemilih pemula dapat terlihat dalam hasil survei tersebut, yang menyebutkan mayoritas responden 46,4 persen lebih mengutamakan faktor kemampuan (capability) capres dalam menyelesaikan masalah.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pernikahan sesama jenis sulit dilakukan di Indonesia
  2. 173 warga Uyghur tiba di Turki setelah dibebaskan dari tahanan Thailand
  3. Mgr Harjosusanto termasuk lima uskup agung Asia yang menerima pallium di Vatikan
  4. Menghadapi diskriminasi dalam Gereja, Kristen Dalit mengadu ke PBB
  5. Paus desak uskup agung baru menjadi saksi yang berani
  6. 15 tahun sahur bareng kaum pinggiran
  7. Umat Katolik desak polisi segera menangkap pelaku pemerkosaan biarawati
  8. Lahan parkir gereja dibuka untuk warga Muslim mengunjungi bazaar Ramadan
  9. Agama ramah dimulai dari diri sendiri
  10. Terlepas dari keputusan AS, Filipina tidak setuju pernikahan gay
  1. Pernikahan sesama jenis sulit dilakukan di Indonesia
  2. Keluarga Kristen Pakistan dipukul dan diarak setelah dituduh melakukan penghujatan
  3. 173 warga Uyghur tiba di Turki setelah dibebaskan dari tahanan Thailand
  4. Bagi jemaat Ahmadiyah, Ramadan berarti kasih meski ada tekanan
  5. Lahan parkir gereja dibuka untuk warga Muslim mengunjungi bazaar Ramadan
  6. Umat Katolik desak polisi segera menangkap pelaku pemerkosaan biarawati
  7. Gubernur Sulut dukung pembangunan pusat kaum muda Katolik
  8. Suara perempuan dalam penyelesaian pelanggaran HAM berat
  9. Warga Tamil hadapi kehidupan suram setelah kembali dari pengungsian akibat perang
  10. Paus desak uskup agung baru menjadi saksi yang berani
  1. 1) "Sekolah cinta kasih" untuk orang tua sebelum menikah, agar tahu mengasihi an...
    Said on 2015-06-24 06:48:00
  2. Suster2 di biara butuh penjaga keamanan wanita (satpam wanita) yang terlatih men...
    Said on 2015-06-23 04:35:00
  3. Memprihatinkan... masalah bisa dipecahkan hanya kalau banyak minat menjadi imam ...
    Said on 2015-06-19 06:15:00
  4. Ribut selalu soal puasa dan warung. Mungkin karena jengkel bahwa puasa itu diwa...
    Said on 2015-06-19 05:59:00
  5. Kita dukung Paus Fransiscus - titik. Sebagian penentang besar ada di Amerika.. ...
    Said on 2015-06-18 08:01:00
  6. Katanya, Australia memang mengakui menyuap. Paling tidak, jujur....
    Said on 2015-06-12 08:11:00
  7. Sudahlah, jangan terlalu vokal. Kekhawatiran sebaiknya tidak diucapkan.. Memang...
    Said on 2015-06-12 08:08:00
  8. Bpk Menteri Lukman pikiriannya lurus, tulus dan peduli. Masih ada saja orang bi...
    Said on 2015-06-12 07:45:00
  9. Bangga ada siswi dari Makassar terpilih dan diundang sebagai wakil Indonesia.. k...
    Said on 2015-06-12 07:35:00
  10. Takut para migran membawa penyakit? Memang harus di karantina dulu.. Australia ...
    Said on 2015-06-11 17:18:00
UCAN India Books Online