UCAN Indonesia Catholic Church News
In Season and Out, Homilies for Year A

Para pendonor gempa di Hong Kong waspadai korupsi di Cina

06/05/2013

Para pendonor gempa di Hong Kong waspadai korupsi di Cina thumbnail

 
Sejak Cina dibuka kembali kepada dunia pada akhir tahun 1970-an, setiap kali terjadi bencana alam, warga Hong Kong – kaya atau miskin – telah bermurah hati menyumbangkan dana dan bantuan lain kepada para korban di sana.

Darah lebih kental daripada air, demikian pepatah Cina. Kita harus membantu bangsa kita di daratan ketika mereka berada dalam kesulitan – itulah pola pikir warga Kong Hong.

Setelah gempa bumi Wenchuan di provinsi Sichuan pada Mei 2008, warga Hong Kong menyumbangkan dana sebesar HK $ 2 miliar, hampir US $ 26 juta pada bulan pertama setelah tragedi itu dan pemerintah juga mengeluarkan dana khusus untuk Beijing.

Setahun setelah gempa 8,0 skala Richter, jumlah total dana yang digalang di Hong Kong mencapai HK $ 13 miliar.

Tetapi, saat ini Hong Kong enggan untuk melakukannya setelah gempa berkekuatan 7,0 skala Richter melanda Ya’an, juga di Sichuan, pada bulan lalu.

Dewan Legislatif Hong Kong tidak menyetujui hibah khusus HK $ 100 juta setelah partai-partai oposisi menentang langkah itu.

Beberapa wartawan berbasis di Hong-Kong yang mencakup Cina mengunggah pada halaman Facebook mereka bahwa mereka tidak akan menyumbangkan satu sen pun.

Ini tidak berarti bahwa mereka tidak merasa simpatik. Sebaliknya, mereka menunjukkan bahwa mereka lebih suka memilih organisasi amal agar mereka bisa percaya dengan dana sumbangan mereka. Mereka tahu bahwa jika sumbangan melalui jalur resmi, banyak yang akan disalahgunakan oleh pejabat yang korup sebelum mencapai para korban.

Wartawan Lui Pingkuen mengatakan dalam sebuah program radio minggu lalu bahwa ketika ia melaporkan tentang gedung yang runtuh akibat gempa Wenchuan, ia diciduk oleh petugas keamanan Cina, bukan dibawa ke pusat penahanan tetapi ke sebuah restoran.

Mereka meminta dia jangan makan – cara klasik Cina untuk bernegosiasi – dan menunjukkan sikap mereka dengan ramah sebagai cara untuk menghentikan laporan-laporan dari wartawan tersebut.

Lui ingat bahwa para pejabat memerintahkan lebih banyak piring daripada mereka yang menyantap, sebuah praktek umum di Cina untuk memberi kesan kepada tamu tapi cara itu tidak tepat di tengah-tengah gempa bumi di mana ribuan telah kehilangan tempat tinggal dan tanpa makanan.

Di akhir santapan itu, Lui menegur para pejabat untuk tidak melepas tanggung jawab atas korban gempa dan para donor, dan kemudian ia menegaskan membayar tagihan itu.

Pemerintah di Sichuan tidak menghukum pengembang properti yang membangun gedung yang begitu mudah runtuh. Salah satu dari mereka bahkan dihargai dengan kontrak untuk membangun sebuah museum baru, kata Lui.

Pemerintah Hong Kong menyumbangkan HK$ 10 miliar untuk rekonstruksi setelah gempa Wenchuan. Namun, terungkap bahwa 80 persen dari rekonstruksi tidak memenuhi persyaratan keselamatan dasar.

Sebuah sekolah menengah yang baru dibangun dengan biaya HK$ 2 juta dari dana hibah dihancurkan setelah hanya satu tahun digunakan demi membuat jalan bagi sebuah pusat perbelanjaan baru, dengan membiarkan para siswa menerima pendidikan mereka di gedung darurat.

Ini adalah sebuah pemborosan lagi uang publik dan sebuah belati di hati orang Hong Kong yang berbuat amal.

Kami telah belajar dari banyak kasus bahwa sumbangan kita hanya akan membuat pejabat daratan kaya.

Mereka tidak akan ragu bahkan menggunakan uang itu untuk menindak para pembangkang politik, korban ketidakadilan, pembela hak asasi manusia atau media, ketika mereka mencoba untuk lakukan seperti dalam kasus Lui.

Aktivis Lingkungan Tan Zuoren masih dipenjara di Ya’an karena membuat investigasi publik terkait bangunan yang buruk sehingga bangunan itu runtuh selama gempa Wenchuan. Dia dijatuhi hukuman lima tahun penjara tahun 2010 karena dituduh melakukan subversi.

Keadaannya mengingatkan kita, jika kita ingin membantu para korban, bantuan ini tidak harus melalui tangan pejabat pemerintah Cina, atau lebih banyak orang mungkin akan menderita.

Ini bukan hanya warga di Hong Kong yang telah menjadi lebih waspada dengan menyumbangkan dana melalui jalur resmi Cina, Cina di daratan, terutama setelah Palang Merah Cina dituduh salah urus dana.

Meskipun kita tahu bahwa beberapa LSM di Cina tidak benar-benar independen dan sebenarnya organisasi pemerintah dalam arti bahwa mereka memiliki hubungan dan dukungan Negara yang kuat, masih ada harapan bahwa mereka mungkin melakukan pekerjaan mereka secara efektif.

Kementerian Urusan Sipil di Beijing pasti tampaknya menjadi sadar akan kritik dari masa lalu. Pada Senin, ia merilis dua dokumen tentang sumbangan untuk korban gempa Ya’an dengan perintah bahwa sumbangan tidak akan dikirim ke departemen atau organisasi yang ditunjuk.

Beijing perlu memulai positif, tanggapan yang komprehensif terhadap kritik terakhir. Ini akan membantu negara menyelesaikan banyak dibutuhkan merubah dari sektor amal dalam jangka panjang.

Bo Fan adalah staf reporter ucanews.com di China berbasis di Hong Kong

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan Hari Minggu Biasa VIII/A bersama Pastor Bill Grimm
  2. Caritas membantu penderita kanker ke daerah terpencil di India
  3. Provinsi SVD Cina mendapat imam baru dari Togo
  4. Paus Fransiskus: Populisme egoistis ‘dorong penolakan migran’
  5. Hukum Islam sedang diperjuangkan di Malaysia
  6. Gereja Katolik Vietnam mengenang uskup ‘rendah hati’
  7. Hari Kaum Muda menyatukan OMK Banglades
  8. Seorang misionaris di antara para ‘keluyuran malam’
  9. Keluarga korban pembunuhan terkait narkoba dibantu atasi trauma
  10. Kardinal Zen khawatir terkait kesepakatan Vatikan dan Tiongkok
  1. Rama yth. Menurut iman saya, semua orang katolik punya kuasa mengusir setan.....
    Said markoes padmonegoro on 2017-02-06 12:43:43
  2. Adakah hubungan baik seperti ini? Mengapa ini bisa? Karena ada bahaya mengancam...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-03 13:57:52
  3. Tidak salah orang mempunyai harapan keselamatan seperti hal sederhana seperti in...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-02 21:30:20
  4. Ikut senang.....
    Said Jenny Marisa on 2017-02-01 14:16:51
  5. Filipina telah memilih sendiri pemimpinnya.. nampaknya mereka suka sifatnya yang...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-30 12:24:36
  6. Pada akhirnya Surabaya menjadi pionir untuk penutupan lokalisasi, Risma memulai,...
    Said Agustinus Utomo on 2017-01-29 02:09:19
  7. tidak bisa dimengerti aturan2 di Cina.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-28 15:40:09
  8. Mas bisa bantu kami ga buat pelayanan pekerjaan Tuhan di kalimantan?...
    Said Daniel Malonda on 2017-01-27 11:58:36
  9. begitu meriah.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-19 12:12:02
  10. Bapak Romo.Mohon Maaf Atas Kelancangan Saya, ''Mohon DOA'' Bagi Keluarga Saya, T...
    Said moseslamere on 2017-01-16 09:51:46
UCAN India Books Online