UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Paus Fransiskus kecam kebijakan ekonomi hanya demi keuntungan

06/05/2013

Paus Fransiskus kecam kebijakan ekonomi hanya demi keuntungan thumbnail

 

Dalam dua hari berturut-turut pekan lalu, Paus Fransiskus semakin vokal terkait masalah ekonomi.

Pada Rabu, Paus Fransiskus membuat referensi dalam homilinya terkait gedung yang runtuh di Bangladesh yang menewaskan lebih dari 400 orang dan mengecam keras eksploitasi pekerja dan “perbudakan.”

“Tidak membayar (upah), tidak menyediakan lapangan pekerjaan, memfokuskan secara eksklusif pada buku kas, laporan keuangan, hanya mengejar keuntungan pribadi, itu semua bertentangan dengan Tuhan!” kata Paus Fransiskus dalam homilinya.

Pada Kamis, Paus Fransiskus melanjutkan lagi pesan ekonominya melalui Twitter. “Pikiran saya tertuju kepada mereka yang sedang menganggur, sebagai akibat dari pola pikir yang mengutamakan keuntungan dengan cara apapun.”

Pesan itu menyedot hampir 2,5 juta pengikut di akun Twitter-nya, dan juga cepat direspons oleh lebih dari 5.000 orang pada saat mempublikasikan.

Komentar Paus Fransiskus nampak sesuai dengan penggantinya, Paus Benediktus XVI.

Dalam pidatonya kepada forum Food and Agriculture Organization, sayap PBB yang berbasis di Roma, Paus Benediktus mengecam para spekulan pasar yang memiliki “tujuan utama meraih keuntungan.”

“Bagaimana kita bisa mengabaikan fakta bahwa pangan telah menjadi objek spekulasi pergerakan pasar keuangan, kurang pengaturan yang jelas dan prinsip-prinsip moral. Hal itu tampaknya menjadi tujuan tunggal yakni meraih keuntungan,” katanya kepada audiensi.

“Para spekulan membuatnya menjadi tujuannya untuk memaksimalkan keuntungan; bagin mereka, bisnis hanyalah alat untuk mencapai tujuan, dan tujuan tersebut adalah keuntungan.”

Selain itu, dalam sebuah surat tahun 2009 kepada Senat Amerika Serikat, Konferensi Waligereja Amerika Serikat, badan legislatif, Paus itu menyerukan untuk “memenuhi kebutuhan keluarga-keluarga miskin dan paling rentan di negara-negara bagian itu dan di seluruh dunia pertama dalam menetapkan prioritas dalam resolusi anggaran federal.”

“Kami bukan pembuat kebijakan, tetapi para pastor dan guru,” tulis surat itu.

“Iman dan prinsip-prinsip moral kita mengajak kita untuk mengatur keputusan ekonomi. Apakah hal itu meningkatkan atau merusak kehidupan mereka yang paling membutuhkan karena terlalu sering mereka yang lemah dan rentan tidak didengar dalam pembahasan anggaran.”

Hal ini juga digemakan dalam beberapa ajaran sosial Gereja dan ensiklik-ensiklik paus.

Dalam Ensiklik Centesimus Annus tahun 1991 kepada semua Gereja Katolik, Paus Yohanes Paulus II menulis, “Negara tidak bisa membatasi diri untuk ‘mendukung satu bagian dari warga negara,’ yaitu kaya dan makmur, juga jangan ‘mengabaikan yang lain,’ yang jelas mewakili mayoritas masyarakat. Jika tidak, akan ada pelanggaran hukum keadilan yang menyatakan bahwa setiap orang harus mendapatkan haknya.”

Sumber: Once again, Pope Francis lambasts the pursuit of profit

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan Hari Minggu Adven Keempat bersama Pastor Bill Grimm
  2. Demi Gereja di Tiongkok, Paus Fransiskus tolak bertemu Dalai Lama
  3. Mengapa Paus Fransiskus hindari pertemuan dengan Dalai Lama
  4. Jaga gereja, anggota Banser Bondowoso dibekali tenaga dalam
  5. Gereja Katolik buka posko bantuan untuk para korban longsor Banjarnegara
  6. Vatikan: Paus Fransiskus akan angkat kardinal baru pada Februari
  7. Halau radikalisme, Ulil harap umat Muslim tafsirkan Alquran lebih inklusif
  8. Uskup Papua Nugini kecam perburuan terhadap para penyihir untuk dibunuh
  9. Jemaat GKI Yasmin tolak ibadah Natal di tempat lain
  10. PGI: Sebelum hadiri Natal di Papua, Jokowi harus tunjukkan sikap tegas atas tragedi Paniai
  1. Umat Katolik di Tiongkok adakan Malam Kasih Natal
  2. Renungan Hari Minggu Adven Keempat bersama Pastor Bill Grimm
  3. Paus Fransiskus berperan penting dalam pemulihan hubungan AS-Kuba
  4. Polisi siaga terkait ancaman demonstran anti penggunaan antribut Natal
  5. Menag: Jangan jelek-jelekkan agama lain
  6. Analis: Indonesia perlu strategi baru untuk membendung ekstremisme Islam
  7. Kelompok HAM minta keringanan jelang eksekusi lima terpidana mati
  8. Gereja Katolik di Pakistan mengecam serangan di sekolah
  9. Gereja Katolik Korea Selatan berupaya menjadi jembatan demi pemulihan hubungan dengan Utara
  10. Pemberontak komunis Filipina umumkan gencatan senjata selama kunjungan Paus
  1. Ada mafianya tuh makanya BA gak berani cabut segelnya......
    Said kepuh on 2014-12-15 07:49:00
  2. sayangnya... Pak Hasyim tidak bisa menaham segelintir Umatnya yang nakal dan mas...
    Said Maman Sutarman on 2014-12-02 08:23:00
  3. Lagi lagi membenarkan diri? Tidak mewakili Malaysia secara keseluruhan? Pemerint...
    Said on 2014-12-02 08:10:00
  4. "Tidak dibenarkan" bukan DILARANG. Karena tidak dilarang, terjadi penutupan ger...
    Said on 2014-12-02 08:05:00
  5. Kalau boleh saran, berilah pakaian kepada yang telanjang, pakaian pantas untuk m...
    Said on 2014-12-01 07:02:00
  6. Terima kasih banyak Pater..atas kritikan dan sarannya.. Tuhan memberkati....
    Said on 2014-11-10 19:35:00
  7. Artikel berjudul "Paus membuat peraturan terkait pemberhentian dan pengunduran d...
    Said J. Mangkey msc on 2014-11-10 11:59:00
  8. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  9. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  10. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
UCAN India Books Online