Forum solidaritas kecam penyerangan basis Ahmadiyah

07/05/2013

Forum solidaritas kecam penyerangan basis Ahmadiyah thumbnail

Seorang anggota Ahmadiyah membawa poster saat mengadakan demonstrasi di Jakarta (Foto: Ryan Dagur).

 

Forum Solidaritas yang tergabung dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung, Forum Lintas Agama dan Deklarasi Sancang (FLADS), Aliansi Kerukunan Umat Beragama (AKUR), Lintas Studi Pancasila dan Institut Perempuan, mengecam keras penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah di Kampung Babakan Sindang, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, dan di Kampung Wanasigra, Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu (5/5/2013) dini hari.

Direktur LBH Bandung Arip Yogiawan mengatakan kecaman tersebut dikeluarkan lantaran tindak kekerasan di Jawa Barat yang mengatasnamakan agama sudah terjadi berulang kali dan belum ada penyelesaian hingga saat ini.

“Rasa aman menjalankan ibadah dan memeluk keyakinan sudah terganggu. Peristiwa (penyerangan, Red) seperti ini terjadi berkali kali termasuk di Tenjowaringin Sabtu kemarin dan sangat disesalkan padahal sesuai konstitusi, kemerdekan memeluk agama dijamin oleh pemerintah, tapi hingga hari ini masih belum tegak.” kata Arip, dalam konferensi pers di kantor LBH Bandung di Jalan Juanda, Kota Bandung, Senin  (6/5/2013), seperti dilansir kompas.com.

Menurut data yang diperoleh LBH Bandung, sejak bulan Januari hingga April 2013 tercatat tidak kurang 18 peristiwa penyerangan mengatasnamakan agama. “Kami menyesalkan kurang maksimalnya pihak kepolisian untuk menjamin keamanan warga Ahmadiyah pada saat ada kegiatan di desanya sendiri. Padahal kegiatan sudah dikomunikasikan dari awal oleh pengurus,” ungkapnya.

Sampai  Minggu malam relawan dari LBH Bandung telah membuat posko pengamanan untuk menghidari konflik menjadi lebih luas dan berjaga-jaga mengantisipasi serangan susulan. LBH Bandung sendiri mengaku telah memberikan pelayanan advokasi kepada kelompok dan warga Ahmadiyah.

Di tempat yang sama, salah seorang tokoh Ahmadiyah di Kota Bandung, Entang Rasyid mengatakan, penganut ajaran Ahmadiyah merasa mendapatkan perlakuan yang tidak adil sebagai warga negara Indonesia. “Kami (Ahmadiyah, Red) mendapat perlakuan yang tidak adil. Kita hidup di negara merdeka tapi ternyata belum terasa di negara ini,” ujar Entang.

Sementara itu, Ketua Aliansi Kerukunan Umat Beragama (AKUR) Asep Permana mendesak pihak kepolisian untuk menangkap dan memproses hukum para pelaku penyerangan. “Untuk itu kami meminta pelaku dilakukan proses hukum, karena apapun alasannya tidak dapat diterima. Penyerangan itu adalah bentuk kriminal secara brutal dan yang dirusak adalah fasilitas umum,” tegas Asep.

 

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pernikahan sesama jenis sulit dilakukan di Indonesia
  2. Menghadapi diskriminasi dalam Gereja, Kristen Dalit mengadu ke PBB
  3. Umat Kristiani merayakan 50 tahun kemerdekaan Singapura
  4. Gereja Malaysia akan menerbitkan Evangelii Gaudium dalam Bahasa
  5. Lahan parkir gereja dibuka untuk warga Muslim mengunjungi bazaar Ramadan
  6. Paus desak uskup agung baru menjadi saksi yang berani
  7. Petani kopi Timor Leste harus berjuang mencari sumber pendapatan lain
  8. Alasan Kristenisasi, acara kamp Gereja dibubarkan
  9. Bagi jemaat Ahmadiyah, Ramadan berarti kasih meski ada tekanan
  10. Gereja Katolik Tiongkok sambut baik dengan gereja baru yang disumbangkan pemerintah
  1. Gereja Malaysia akan menerbitkan Evangelii Gaudium dalam Bahasa
  2. Umat Kristiani merayakan 50 tahun kemerdekaan Singapura
  3. Komunitas San’Egidio adakan buka puasa bersama dengan lebih dari 500 warga miskin
  4. Perduki gelar pasar murah untuk warga Muslim guna meningkatkan toleransi
  5. Merasakan internalisasi toleransi lewat OBOR
  6. Kardinal Tagle menyerukan sumbangan Internasional untuk Kongres Ekaristi
  7. Gereja Katolik Tiongkok sambut baik dengan gereja baru yang disumbangkan pemerintah
  8. Kelompok ekumenis menyerukan dimulainya kembali pembicaraan dengan pemberontak
  9. Petani kopi Timor Leste harus berjuang mencari sumber pendapatan lain
  10. Alasan Kristenisasi, acara kamp Gereja dibubarkan
  1. 1) "Sekolah cinta kasih" untuk orang tua sebelum menikah, agar tahu mengasihi an...
    Said on 2015-06-24 06:48:00
  2. Suster2 di biara butuh penjaga keamanan wanita (satpam wanita) yang terlatih men...
    Said on 2015-06-23 04:35:00
  3. Memprihatinkan... masalah bisa dipecahkan hanya kalau banyak minat menjadi imam ...
    Said on 2015-06-19 06:15:00
  4. Ribut selalu soal puasa dan warung. Mungkin karena jengkel bahwa puasa itu diwa...
    Said on 2015-06-19 05:59:00
  5. Kita dukung Paus Fransiscus - titik. Sebagian penentang besar ada di Amerika.. ...
    Said on 2015-06-18 08:01:00
  6. Katanya, Australia memang mengakui menyuap. Paling tidak, jujur....
    Said on 2015-06-12 08:11:00
  7. Sudahlah, jangan terlalu vokal. Kekhawatiran sebaiknya tidak diucapkan.. Memang...
    Said on 2015-06-12 08:08:00
  8. Bpk Menteri Lukman pikiriannya lurus, tulus dan peduli. Masih ada saja orang bi...
    Said on 2015-06-12 07:45:00
  9. Bangga ada siswi dari Makassar terpilih dan diundang sebagai wakil Indonesia.. k...
    Said on 2015-06-12 07:35:00
  10. Takut para migran membawa penyakit? Memang harus di karantina dulu.. Australia ...
    Said on 2015-06-11 17:18:00
UCAN India Books Online